ilustrasi pasangan bertengkar (unsplash.com/Getty Images)
Tidak semua hubungan retak karena pertengkaran besar. Banyak hubungan justru berakhir karena pasangan merasa seperti orang asing satu sama lain. Mereka masih bersama, tetapi tidak lagi berbagi cerita, perhatian, atau rasa nyaman seperti dulu.
Dalam pembahasan mengenai hubungan gagal, laman Simply Psychology menjelaskan bahwa kurangnya intimacy atau adanya jarak emosional menjadi salah satu penyebab utama hubungan tidak bertahan lama. Hubungan biasanya gagal karena kombinasi banyak faktor, bukan hanya satu masalah besar.
"Perasaan diabaikan dan diremehkan menciptakan jarak emosional dan membuat sulit untuk mempercayai dan merasa dekat dengan pasangan," jelas asisten psikolog klinis Anna Drescher yang telah ditinjau oleh psikolog Saul McLeod, PhD.
"Perasaan dikucilkan merusak kebutuhan mendasar untuk diterima dan membuat kamu merasa tidak penting dan tidak layak mendapatkan perhatian mereka," tambahnya.
Kedekatan emosional perlu dirawat lewat hal-hal sederhana seperti mendengarkan pasangan, memberi perhatian kecil, atau meluangkan waktu berkualitas bersama. Ketika pasangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, gadget, atau stres pribadi, hubungan perlahan kehilangan rasa hangatnya.
Hubungan yang retak sering kali bukan dimulai dari hadirnya orang ketiga, tetapi dari kebiasaan kecil yang terus diabaikan. Oleh karena itu, menjaga hubungan bukan hanya soal setia, tetapi juga soal bagaimana pasangan saling memperlakukan satu sama lain setiap hari.