ilustrasi orang bercerita (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)
Kesadaran mental di era digital ini semakin meningkat, lho. Gak hanya soal kesehatan mental individu, tapi juga hubungan yang sehat dengan pasangan dan keluarga. Oleh karena itu, profesi sebagai konselor pernikahan dan keluarga di zaman ini terbilang menjanjikan dan punya prospek karier yang cerah.
Karier di bidang ini bisa dimulai dari menjadi konselor junior atau asisten di klinik-klinik psikologi. Kemudian, kamu juga bisa naik jabatan menjadi konselor senior, kepala klinik, hingga konsultan ahli untuk lembaga tertentu. Oh iya, gak sedikit juga yang memilih jalur praktik mandiri. Era media sosial juga memungkinkan kamu untuk merambah jadi content creator di bidang terkait. Nantinya, kamu bisa bekerja di klinik swasta, rumah sakit, lembaga pemerintahan atau organisasi sosial, perusahaan, atau pusat rehabilitasi.
Bagaimana dengan gajinya? Nominal gaji yang didapat oleh konselor pernikahan dan keluarga pada dasarnya bervariasi tergantung pada banyak faktor ya, termasuk status dan tempat bekerja. Dilansir laman Glints, estimasi rata-rata gaji yang didapatkan oleh seorang konselor di Indonesia ialah sebesar Rp3.000.000–Rp5.000.000.
Tertarik gak untuk jadi konselor pernikahan dan keluarga? Perannya gak sekadar memberikan nasihat, ya, melainkan mempererat ikatan yang ada. Nah, di momen Mental Health Awareness Month ini, yuk kita ingat kembali bahwa kesehatan mental itu bermula dari lingkungan terdekat kita, yakni lingkungan keluarga.