Banyak anak muda sekarang mulai merasa bahwa bentuk perhatian terbaik bukan lagi kalimat panjang penuh nasihat, melainkan kehadiran yang tulus saat mereka sedang lelah, sedih, atau overthinking. Kadang, mereka tidak benar-benar mencari solusi. Mereka cuma ingin ada seseorang yang mau mendengarkan tanpa buru-buru menghakimi atau memberi ceramah.
Karena itu, muncul kalimat yang sering terdengar di media sosial: “Aku cuma pengen ditemenin, bukan dinasihatin”. Kehadiran, validasi, dan rasa dipahami sering kali terasa lebih berarti daripada sekadar diberi tahu apa yang ‘seharusnya’ dilakukan.
