Banyak orang percaya bahwa memahami love language pasangan adalah kunci utama hubungan yang langgeng. Saat kebutuhan afeksi terpenuhi, hubungan terasa lebih hangat dan dipahami. Namun seiring waktu, banyak pasangan tetap berakhir meski sudah saling tahu cara memberi cinta. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa cinta bukan satu-satunya pondasi hubungan yang kokoh.
Hubungan jangka panjang menuntut lebih dari sekadar ekspresi kasih sayang yang tepat. Ada faktor lain yang bekerja diam-diam, tapi dampaknya jauh lebih besar dalam kehidupan bersama. Nilai hidup, cara memandang masa depan, hingga prinsip mengambil keputusan sering luput dibicarakan sejak awal. Yuk, simak lima alasan kenapa love language tak cukup untuk pertahankan hubungan!
