Pancaran energi positifmu akan membantu orang lain untuk merasa lebih baik. Sebaliknya, energi negatifmu juga bisa menulari orang-orang di sekitarmu. Mana yang lebih kamu sukai, menjadi penyebar kebahagiaan atau membuat orang lain ikut murung bersamamu?
Kalau kamu ingin memancarkan energi positif yang memengaruhi orang lain, pastikan dirimu menjalankan lima cara di bawah ini. Bukan sekadar senyum, sapa, salam dan tiga kata sakti yaitu terima kasih, tolong, dan maaf, lho.
5 Cara Memancarkan Energi Positif agar Berdampak pada Orang Lain

1. Jangan merasa terpaksa maupun memaksa orang lain
Pahami bahwa manusia adalah makhluk yang dikaruniai kebebasan untuk memilih. Bahkan, menciptakan pilihan-pilihan buat diri sendiri. Oleh sebab itu, perasaan gak punya pilihan atau keterpaksaan dalam menjalani sesuatu, membuat kamu jauh dari bahagia.
Demikian pula kamu dilarang keras merampas hak orang lain untuk memilih apapun dalam hidupnya. Bebaskan diri sendiri maupun orang lain buat mengambil pilihan. Kalaupun pilihan orang lain berbeda dari pilihanmu, sikapi dengan tetap saling menghormati, ya.
2. Gak perlu ragu untuk mengekspresikan kebahagiaanmu
Masihkah kamu merasa tak enak hati bila hendak mengekspresikan kebahagiaan? Misalnya, takut dianggap pamer atau bikin orang lain yang sedang sedih menjadi iri dan bertambah nelangsa. Padahal, anggapan seperti itu tergantung masing-masing orang saja.
Di mata mereka yang suka berburuk sangka, kamu selfie sambil memegang gelas kopi yang terkenal mahal saja pasti dinilai pamer. Padahal memang gak ada meja buat menaruhnya, sehingga kamu harus memegangnya. Sedang tentang orang lain yang bersedih, selama kamu tidak mengolok-olok kesedihannya, itu gak akan ada masalah.
Dia bersedih atas sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Sementara itu, kamu berbahagia buat sesuatu yang terjadi dalam hidupmu. Kamu bukan sedang bersenang-senang di atas penderitaannya. Bahkan mungkin saja ekspresi dari kebahagiaanmu malah bisa bikin orang lain ikut terhibur, lho.
3. Miliki pandangan yang luas dan mendalam, bukan sempit dan dangkal
Pandangan yang sempit dan dangkal akan mendatangkan korban. Di pihakmu, cara pandang seperti ini menyulitkan hidupmu. Kamu sering berpikiran jelek tentang orang lain yang sebetulnya berpangkal pada ketidaktahuanmu saja.
Dirimu juga menjadi terlalu takut untuk mencoba hal-hal baru atau berbagai kesempatan yang ada lantaran tak mampu melihat kemungkinan terbaik di baliknya. Tidak cuma itu, pandangan yang sempit serta dangkal juga bakal bikin orang-orang di sekitarmu kesal.
Niscaya tak terhitung lagi berapa kali kamu menunjukkan sikap yang tidak ramah dan minim toleransi. Kamu sering salah paham tentang orang lain, tetapi sulit sekali untuk diluruskan. Kemampuanmu buat memahami orang lain begitu rendah.
4. Tidak menghakimi maupun terlalu memikirkan penghakiman orang lain atas dirimu
Ini masih berkaitan erat dengan poin sebelumnya. Hanya dengan meluaskan dan memperdalam pandangan sendiri, kamu bakal bebas dari kesukaan menghakimi orang lain. Kamu memahami berbagai hal dengan baik, dan gak sedikit-sedikit mengategorikan perbuatan orang lain sebagai benar atau salah.
Begitupun dirimu tak terlalu terpengaruh oleh penghakiman dari orang lain. Terlepas dari penilaian benar atau salah dari mereka, kamu tahu betul apa yang kamu lakukan. Kamu tidak lantas kehilangan keyakinan dalam bertindak hanya karena orang lain berkomentar begini dan begitu.
5. Lakukan semua yang kamu sukai selama tak merugikan siapa pun
Apabila apa yang dilakukan tak merugikan siapa-siapa, berarti pasti ada manfaatnya meski sedikit. Jangan ragu melakukan sesuatu yang tidak berakibat buruk padamu maupun orang lain. Ini akan membuat kamu merasa memiliki kebebasan yang sesungguhnya.
Orang lain bisa saja menyukai, mendukung, membenci, atau meremehkan kegiatanmu. Akan tetapi selama hal tersebut tak merugikan mereka atau merusak dirimu, lanjut saja. Orang bebas beropini, tapi kamu juga berhak menjalani kehidupanmu sendiri.
Dengan melakukannya, kamu pun akan mendukung kebebasan orang lain. Kamu mendorong orang-orang di sekitarmu untuk menjadi diri sendiri dan mengerjakan apa yang penting bagi mereka.
Energi positifmu bakal otomatis terpancar ke luar. Akan tetapi kamu tak mungkin memiliki energi positif yang sesungguhnya hanya dengan perbuatan-perbuatan yang dapat dibuat-buat atau dihafalkan.
Seperti memaksakan diri tersenyum dan menghafalkan terima kasih, maaf, serta tolong. Ada yang lebih inti dari tindakan-tindakan tersebut, yaitu kelima poin di atas. Memancarkan energi positif terbentuk dari cara pandangmu terhadap diri sendiri, kehidupan, serta semua orang di dalamnya. Yuk, segera terapkan ke diri sendiri!