Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Rencana Setahun ke Depan untuk Pasutri, Segera Eksekusi!

pasangan berkonsultasi
ilustrasi pasangan berkonsultasi (pexels.com/Timur Weber)
Intinya sih...
  • Menyiapkan rencana masa depan untuk pasutri
  • Keluar dari rumah orangtua atau mertua untuk privasi dan mandiri
  • Nabung biaya pendidikan anak sejak dini dengan berbagai cara
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semua orang tanpa terkecuali perlu menyiapkan rencana masa depan. Apalagi sepasang suami istri yang tak lama lagi akan menjadi orangtua. Rencana masa depan wajib ada dan sungguh-sungguh direalisasikan satu per satu.

Masa depan tentu panjang sekali. Untuk memudahkan langkahmu serta pasangan, rencana masa depan dapat dipetakan ulang tiap tahun. Saat pergantian tahun seperti sekarang, kamu mesti memiliki planning buat setahun mendatang.

Pasangan suami istri baru dan pasutri yang telah menikah bertahun-tahun tentu punya prioritas yang berbeda. Buatmu yang termasuk pasutri muda, enam rencana berikut mendesak untuk mulai dicicil sejak sekarang. Jangan lengah hanya oleh indahnya masa bulan madu.

1. Keluar dari rumah orangtua atau mertua

melihat rumah
ilustrasi melihat rumah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Sekarang dirimu serta suami atau istri tinggal di mana? Beruntung apabila kalian langsung menempati tempat tinggal sendiri baik membeli maupun menyewa rumah. Namun, jika kalian masih tinggal bareng orangtua atau mertua, yuk, rencanakan buat mencari hunian sendiri.

Ini penting supaya kalian lebih punya privasi. Dirimu dan pasangan juga dapat betul-betul belajar menjalankan peran masing-masing. Bila kalian terus tinggal bersama orangtua atau mertua, sedikit banyak kalian tidak bebas dan kurang mandiri.

Tempat tinggal terpisah dari orangtua atau mertua juga urgen supaya anak tidak bingung menerima gaya pengasuhan yang berbeda dari orangtua serta kakek dan neneknya. Rumah kecil atau mengontrak lebih baik ketimbang kalian terus serumah dengan mereka. Ajak pasangan buat survei rumah atau kontrakan, ya.

2. Nabung biaya pendidikan

pasangan menandatangani dokumen
ilustrasi pasangan menandatangani dokumen (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kapan waktu yang tepat buat menabung biaya pendidikan anak? Mungkin kamu dan pasangan berpikir segera setelah anak lahir atau mulai bersekolah. Akan tetapi, sebetulnya lebih cepat lebih baik. Jangankan pasangan suami istri seperti kalian.

Seorang lajang pun bila memiliki kelonggaran pendapatan boleh mulai mempersiapkan tabungan bakal pendidikan anak. Toh, mereka sudah yakin bakal menikah serta ingin memilki keturunan. Buatmu dan pasangan yang menikah duluan, gak usah menanti anak lahir.

Jika pun belum adanya anak bikin kalian tidak memenuhi syarat membuka tabungan pendidikan di bank, simpan dananya dengan berbagai cara. Kalian bisa membuka deposito khusus bakal sekolah anak. Dapat pula uangnya ditabung dalam bentuk emas agar ketika biaya pendidikan terus naik, simpananmu mampu mengimbanginya.

3. Mengarahkan anak agar aktivitasnya berkualitas

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/GlassesShop GS)

Ini juga butuh perencanaan bersama pasangan sejak dini. Kalian mesti berdiskusi tentang sebaiknya apa saja kegiatan anak di dalam dan luar rumah setelah sekolah. Juga pada saat anak libur lebih dari sehari.

Meski masih anak-anak bukan berarti kegiatannya cuma main terus. Anak kudu punya beragam aktivitas yang berkualitas. Artinya, merangsang seluruh aspek kecerdasannya. Baik kognitif, emosi, motorik, dan sebagainya.

Ada banyak pilihan kegiatan untuk anak, tapi belum tentu cocok buatnya. Anak dapat coba diarahkan ke berbagai aktivitas dan lihat perkembangannya. Seperti klub badminton anak, tari, bela diri, renang, musik, dan sebagainya. Jangan nanti-nanti sebab lebih awal ini dimulai, bakat serta minat anak bakal lebih tampak.

4. Mengumpulkan dana darurat melimpah

pasangan berdiskusi
ilustrasi pasangan berdiskusi (pexels.com/Alena Darmel)

Single pun butuh dana darurat. Akan tetapi, kebutuhan dana darurat pasangan suami istri mesti lebih besar. Bahkan sekalipun kalian belum memiliki momongan. Sebab bisa saja sewaktu-waktu istri hamil.

Pun kehamilannya belum tentu mudah. Di saat yang sama dapat pula pekerjaan kalian bermasalah. Dana darurat masing-masing yang dikumpulkan sebelum menikah perlu dihitung ulang. Untuk sementara itu dapat digunakan kalau terjadi sesuatu.

Namun, kalian tetap harus segera menyiapkan dana darurat bersama. Dana darurat milik masing-masing biar tetap disimpan sendiri-sendiri. Itu bisa dipakai seandainya dana darurat bersama ludes. Juga untuk mengantisipasi apabila salah satu pihak meninggalkan pasangannya yang kehilangan pekerjaan.

5. Menyiapkan tabungan pensiun dan investasi buat masa tua

pasangan berkonsultasi
ilustrasi pasangan berkonsultasi (pexels.com/Mikhail Nilov)

Belum lama nikah, apakah penting bagi kalian merencanakan tabungan pensiun dan investasi? Tentu saja karena keduanya perlu waktu panjang buat mempersiapkannya. Bahkan selama kalian masih aktif bekerja.

Bayangkan seandainya kamu dan pasangan baru menyiapkan dana pensiun serta investasi di usia 50 tahun. Masa kerja sebentar lagi habis. Uang yang terkumpul dari menabung dan hasil investasi jauh dari cukup buat memenuhi kebutuhan kalian di masa tua.

Nanti kalian memberatkan anak dan membentuk mereka menjadi generasi sandwich. Tabungan pensiun dan investasi sama sekali gak bisa disiapkan mendadak. Makin dini dirimu memulainya makin baik. Hasilnya lebih besar dan pikiran lebih tenang.

6. Asuransi dasar tepercaya

pasangan berkonsultasi
ilustrasi pasangan berkonsultasi (pexels.com/RDNE Stock project)

Asuransi banyak sekali macamnya. Tidak semuanya perlu diambil terutama bila danamu terbatas. Misalnya, asuransi kendaraan. Kalau danamu lebih dan dirimu sangat sering bepergian jauh sehingga risiko kendaraan rusak karena berbagai sebab meningkat, asuransi diperlukan.

Namun, urgensinya belum ada apa-apanya dibandingkan asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga. Juga asuransi jiwa buatmu serta pasangan plus asuransi pendidikan anak. Semua itu penting untuk berjaga-jaga.

Bila rasanya pendapatan belum cukup buat ketiga asuransi di atas, prioritaskan asuransi kesehatan semua anggota keluarga. Kemudian asuransi jiwa cukup untuk pencari nafkah utama. Asuransi pendidikan dapat diganti dengan tabungan pendidikan saja.

Dari poin-poin di atas tampak bahwa semua rencana butuh biaya. Inilah realitas dalam rumah tangga. Setiap planning harus matang dan berorientasi jauh ke masa depan. Mumpung masih awal tahun, segera bicarakan setiapnya dengan pasangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

9 OOTD Seungyeon eks KARA, Versatile!

02 Jan 2026, 08:03 WIBLife