Serba-serbi Cerita Cinta yang Tak Biasa Ini, Cuma Anak Asrama yang Ngerti!

Artikel ini merupakan hasil karya peserta kompetisi menulis #CintaDalamKata yang diadakan oleh IDNtimes.com. Kalau kamu ingin artikelmu eksis seperti ini, yuk ikutan kompetisi menulis #CintaDalamKata! Informasi lebih lengkapnya, kamu bisa cek di sini.
Kata orang, masa SMA adalah masa paling indah, masa penuh cerita bersama teman-teman, dan kisah kasih di sekolah menjadi salah satu cerita yang paling menarik untuk dibahas.
Bagi kebanyakan anak SMA yang menjalin hubungan spesial, hang out bersama, malam minggu bersama orang tersayang adalah hal yang biasa. Namun, bagi anak yang bersekolah di sekolah boarding atau asrama, hal itu hampir mustahil dilakukan. Berikut enam fakta cerita cinta anak asrama, yang berbeda dari yang lain.
1. Surat bukan hal yang asing untuk berkomunikasi.

Pepatah mengatakan, “Banyak jalan menuju Roma”. Pepatah ini juga diterapkan oleh anak-anak asrama yang sedang jatuh cinta. Walaupun anak asrama mayoritas tidak diperbolehkan membawa handphone, tapi hal ini tidak menghalangi mereka untuk berkomunikasi dengan si dia.
Berkomunikasi menggunakan surat, layaknya hidup seperti zaman dahulu, adalah bagian dari jalan menuju Roma-nya anak asrama untuk menjaga cinta mereka. Surat yang dikirim tidak selalu surat cinta yang panjang lebar, terkadang sekadar post it ucapan semangat ujian, bisa membuat si dia berbunga-bunga.
2. Jam kosong adalah kesempatan untuk ngobrol dengan si dia.

Ketika jam kosong tiba dikarenakan adanya rapat guru, adalah kesempatan besar untuk main ke kelas si dia dan melampiaskan rasa rindu yang terpendam.
3. Event sekolah jadi kesempatan besar untuk mengenal si dia lebih dekat.

Event sekolah biasanya melibatkan kepanitiaan dari para siswa. Terlibat dalam sebuah kepanitiaan acara yang sama akan meningkatkan intensitas pertemuan, karena seringnya rapat panitia, dan bekerja bersama. Nah, inilah kesempatan emas untuk mengenal si dia lebih dekat. Apalagi jika berada di divisi yang sama. Hmmm…
4. Titip salam tiap ketemu teman si dia.

Pergi ke kantin, harapannya bisa bertemu dengan si dia, eh.. ternyata malah ketemu temannya. Seakan tak mau kehilangan kesempatan menangkap bola yang dilempar padanya, setiap bertemu teman si dia, titip salam tak pernah terlupakan. Titipan salam seperti setangkai bunga yang dikirimkan untuk membuatnya senang.
5. Belajar kelompok jadi belajar favorit.

Bagi anak asrama, bertemu dan berinteraksi bersama teman selama hampir 24 jam, memudahkan mereka untuk belajar secara berkelompok. Cara belajar ini selain karena efektif, namun juga bisa menjadi ajang mengenal si dia lebih dekat.
6. LDR waktu liburan.

Ketika pasangan lain melakukan liburan bersama ketika libur sekolah tiba, anak asrama justru LDR, karena mayoritas anak asrama berasal dari daerah yang berbeda. Yah, saat di sekolah, harus pandai mencuri waktu hanya untuk sekedar mengobrol, dan ketika libur tiba, harus berpisah oleh jarak, kecuali jika merencanakan liburan bersama teman-teman yang lain juga pasti sangat seru!
Kisah cinta anak asrama bukan kisah cinta yang biasa. Butuh perjuangan untuk mengejar si dia atau mempertahankan hubungan agar tetap terjalin harmonis di tengah keterbatasan peraturan sekolah.
Setelah lulus, jika melanjutkan sekolah yang sama adalah sebuah anugerah. Namun, jika berbeda sekolah, apalagi berbeda kota, adalah tantangan tersendiri yang lebih menantang.