Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Surat dari Seseorang yang Mencintaimu Habis-Habisan, Tapi Tetap Berani Kau Tinggalkan

Surat dari Seseorang yang Mencintaimu Habis-Habisan, Tapi Tetap Berani Kau Tinggalkan
mery.jp

Artikel ini merupakan hasil karya peserta kompetisi menulis #CintaDalamKata yang diadakan oleh IDNtimes.com. Kalau kamu ingin artikelmu eksis seperti ini, yuk ikutan kompetisi menulis #CintaDalamKata! Informasi lebih lengkapnya, kamu bisa cek di sini.


 

Bersamamu dulu, aku tak menyangka akan bertemu ending sebegini pahit. Aku pernah terlalu menikmati. Aku pernah jatuh terlalu dalam, menyangka semuanya akan baik-baik saja. Bahwa perasaan kita sudah bahagia dengan cara sekeren ini. Kupikir, sudah tak ada perpisahan. Kupikir bahwa engkaulah satu-satuku, dan kau pun begitu.

Tak pernah kusangka bahwa kita bisa saling meninggalkan. Kini, baru kusadar sejauh mana engkau mengambil alih duniaku. Kau memutuskan melepaskan tanganmu, beranjak tak kembali di saat aku sudah memastikan hidupku sudah pada tempatnya. Membuatku sibuk bertanya-tanya, “Di bagian mana salahku?”

Seharusnya ini sangat mudah. Membuangmu jauh-jauh di belakang punggungku selayaknya yang kau lakukan. Toh, aku masih punya banyak pelarian demi menghapusmu dan memperbaiki jalanku yang sempat ambruk karena kau memilih jalan yang berbeda. Seharusnya ini mudah, tapi mengapa yang terasa justru sebaliknya?

Bukan move on darimu, tapi dari sekian banyak kenangan bersamamu. Harus kukemanakan itu semua?

Default Image IDN
Default Image IDN

Mungkin bukan kamu penyebabnya, tetapi kenangan yang telanjur kita buat bersama. Sekian banyak waktuku yang kubagi dan kau ada di sana menjadi warna tersendiri. Kenangan itulah yang membuatku hidup, dan kini telah mendarahdaging dalam darahku. Harus kukemanakan itu semua?

Aku bingung menghadapi situasi yang asing ini. Tidak ada kamu dan kebersamaan-kebersamaan itu.

Default Image IDN
Default Image IDN

Kau pergi tanpa memberiku petunjuk apapun sampai memaksaku kehilangan arah. Kau pamit tanpa mengucapkan alasan yang bisa kuterima. Kau tidak memberiku waktu untuk berpikir atau bahkan menahan tanganmu.

Tak tahukah kau bahwa hidup sudah kurasa lengkap sejak adamu? Lalu kau bilang jalanmu ada di tempat lain. Bukankah rasanya seperti dicubit dari dalam? Lalu bagaimana seharusnya ini berjalan seperti kita masih sebagai dua pribadi asing? Bagaimana rasanya berjalan sendiri?

Aku bertemu banyak orang. Tapi sialnya, separuh hatiku masih bertengger namamu.

Default Image IDN
Default Image IDN

Aku memang tidak sendiri. Cukup banyak pihak yang bersedia memulihkan luka yang kau tinggalkan. Tapi tetap saja isi kepala ini tidak berpindah. Masih saja, di setiap sudutnya tetap kau yang menguasai. Aku bertemu dengan banyak orang, mencoba memuluskan kembali jalanku yang sempat patah.

Aku memberanikan diri masuk ke dunia baru agar tak ada masa lalu yang menghantui. Bisakah kau bayangkan seberapa keras aku mencoba? Tak bisakah kau ingin mencoba menempatkan diri di tempatku yang sekarang?

Ini memang menyakitkan, tapi aku percaya perasaan ini akan berjalan mencari tempat terbaiknya.

Default Image IDN
Default Image IDN

Aku memang sedang tidak berjalan sendirian. Tuhan tidak pernah beranjak dari hamba-hamba-Nya yang mendekat. Tidak sepertimu, Dia tidak akan membiarkanku berjuang sendiri. Aku hanya perlu percaya waktu terus berderap, tak sudi menungguku sampai bisa berdiri.

Bukankah Tuhan sudah memberi jaminan-Nya? Tidak akan berubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri yang berubah. Optimis, aku hanya perlu berproses, percaya pada kekuatanku sendiri dengan tangan-Nya.

 

Memang, ini tak akan berjalan singkat. Sampai di titik ini saja, sudah berapa banyak air mata yang diam-diam tumpah. Kemampuanku hanya sampai pada doa yang terus-menerus menuju langit agar aku bisa sedikit lebih lapang berjalan ke depan. Tanpa kau maupun kebersamaan-kebersamaan yang pernah ada di belakang. Aku selalu berharap bahwa kenangan-kenangan itu bisa kupetikemaskan dengan sempurna dan tak kembali menjadi bayang-bayang menakutkan.

 

#CintaDalamKata

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160606/cintadalamkata-5b7c3a78ce838fe0e1926fb0175a996c.jpg
Share
Topics
Editorial Team
Nur Khairinnisa
EditorNur Khairinnisa
Follow Us