Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Surat Untuk Calon Mertua: Jangan Khawatir, Dia Tetap Putramu dan Aku Akan Menganggapmu Sama Seperti Ibuku Sendiri

Surat Untuk Calon Mertua: Jangan Khawatir, Dia Tetap Putramu dan Aku Akan Menganggapmu Sama Seperti Ibuku Sendiri
tlc.com

Artikel ini merupakan hasil karya peserta kompetisi menulis #CintaDalamKata yang diadakan oleh IDNtimes.com. Kalau kamu ingin artikelmu eksis seperti ini, yuk ikutan kompetisi menulis #CintaDalamKata! Informasi lebih lengkapnya, kamu bisa cek di sini.


 

Sejak pertama aku bersama putramu, begitu sangat aku ingin dia mempertemukanku denganmu, wanita hebat yang telah memberikan kebahagiaan untukku lewat putramu. Meski awalnya ada sedikit kekhawatiran kau tidak akan menerimaku dengan baik, tapi setelah mengenal sosokmu segalanya yang hilang begitu saja, kau begitu baik.

Hari ini putramu mengukir hal terindah dalam hidupku, dengan cincin putih bermotif sederhana namun tampak begitu elegan dia lingkarkan di jari manisku. Aku tahu tangismu adalah tangis bahagia, meski kurasakan sedikit kekhawatiran kau akan melepaskannya, tapi jangan khawatir, aku tidak hanya akan mencintai putramu, tapi aku juga akan mencintaimu sebagai putramu mencintaimu.

Jangan khawatir! Dia tetap putramu dan aku akan menganggapmu sama dengan wanita hebat dalam hidupku, ibuku…

1. Dia tetap putramu, jangan khawatir tak akan ada kecemburuan dariku jika dia lebih memperhatikanmu.

Default Image IDN
Default Image IDN

Aku sangat mengenalnya sejak awal aku menjalin kisah-kasih di bangku putih abu dengannya. Bagaimana dia memperlakukanmu, menyayangi, dan mencurahkan semua kasih sayangnya padamu, maka tidak heran jika dia lebih sering memperhatikanmu. Tapi, walaupun saat ini aku telah menjadi pendampingnya, jangan khawatir, dia tetap putramu, tak akan ada batasan perhatian ataupun kasihnya padamu, tak akan ada kecemburuan dariku.

2. Sampai kapanpun, enngkau tetap cinta pertamanya.

Default Image IDN
Default Image IDN

Selama 9 bulan kau mengandung dan menjaganya hingga kini aku bisa bertemu dengannya. Aku tahu dia sangat mencintaiku, tapi biar bagaimanapun kau tetap cinta pertamanya, aku hanya wanita kedua yang ia temui dalam hidupnya.

3. Aku akan menganggapmu sama seperti ibu kandungku sendiri.

Default Image IDN
Default Image IDN

Meski aku bukan terlahir dari rahimmu, tapi sejak awal aku mencintai putramu, aku bukan hanya mencintainya, tapi aku juga berjanji akan mencintaimu. Aku tahu kau sumber kebahagiaan putramu, maka kau juga akan menjadi sumber kebahagiaanku.

Aku tak akan menganggapmu berbeda, sejak pertama kau memintaku memanggilmu ibu, terbersit berbagai rasa dihatiku yang tentunya menjadi kebahagiaan. Maka, sejak itu pula aku menganggapmu sama dengan wanita hebat dalam hidupku (ibuku), kalian wanita luar biasa yang ada dihidupku.

4. Aku harap kau mau menerimaku, dan bimbinglah aku menjadi istri yang baik seperti dirimu.

Default Image IDN
Default Image IDN

Kuharap kau bisa menyayangiku sebagaimana kau menyayangi putramu, karena aku tahu kau wanita dengan segudang rasa kasih sayang. Aku ingin engkau membimbingku sebagaimana kau membimbing putramu dulu, karena kelak aku juga akan menjadi seorang ibu yang kukira tidak begitu mudah.

Maka aku harap kau mau mengajarkanku bagaimana menjadi istri yang baik. Seperti kau menjadi istri yang luar biasa, bagaimana menjadi seorang ibu yang baik, seperti kau menjadi ibu yang sangat luar biasa untuk putramu, hingga menjadikannya lelaki dewasa, baik, dan bijaksana yang mampu membuatku jatuh hati.

Jangan khawatir, aku menganggapmu sama. Kau ibuku…

 

#CintaDalamKata

Share
Topics
Editorial Team
Margareta Wila
EditorMargareta Wila
Follow Us