Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi keluarga bahagia
ilustrasi keluarga bahagia (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Kehadiran anak membutuhkan penyesuaian bagi hubungan suami istri

  • Jadwalkan date night sederhana tanpa rasa bersalah

  • Bangun komunikasi intens di sela kesibukan

  • Bagi peran secara adil dan saling menghargai

  • Ciptakan momen intim dari hal kecil

  • Ingat bahwa kalian tetap pasangan, bukan hanya orang tua

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehadiran anak sering jadi babak baru yang membahagiakan, tapi juga penuh penyesuaian bagi hubungan suami istri. Waktu berdua berkurang, energi terkuras, dan obrolan sering berputar di popok, jadwal tidur, serta urusan rumah. Tanpa disadari, hubungan yang dulu hangat bisa terasa datar karena fokus sepenuhnya tertuju pada peran sebagai orang tua. Padahal, koneksi emosional pasangan tetap butuh dirawat agar keluarga berjalan seimbang.

Romantisme setelah punya anak bukan soal liburan mewah atau kejutan besar yang jarang terjadi. Justru, kedekatan dibangun lewat momen sederhana dan komunikasi yang konsisten di tengah rutinitas parenting life. Ketika pasangan merasa didengar dan dihargai, rasa cinta bisa tumbuh dengan cara yang lebih dewasa. Yuk simak lima tips menjaga romantisme dengan pasangan meski kini sama-sama sibuk mengurus si kecil.

1. Jadwalkan date night sederhana tanpa rasa bersalah

ilustrasi pasangan menonton film (freepik.com/DC Studio)

Banyak orang tua baru merasa gak enak meninggalkan anak walau hanya sebentar. Padahal, meluangkan waktu berdua justru membantu hubungan tetap sehat. Date night gak harus keluar rumah atau berdandan berlebihan. Yang penting, ada momen fokus satu sama lain tanpa distraksi.

Kamu bisa memilih makan malam sederhana setelah anak tidur atau menonton film favorit bersama. Jadwal rutin membuat kedekatan terasa konsisten, bukan insidental. Cara ini membantu menjaga romantis tanpa mengganggu ritme keluarga. Hubungan pun tetap punya ruang untuk bernapas.

2. Bangun komunikasi intens di sela kesibukan

ilustrasi mengirim pesan (freepik.com/rawpixel com)

Komunikasi sering tereduksi jadi obrolan teknis soal anak dan rumah. Padahal, pasangan tetap butuh percakapan emosional untuk merasa terhubung. Cobalah menyisihkan waktu untuk bertanya kabar, perasaan, atau hal kecil yang sedang dipikirkan pasangan. Kebiasaan ini penting untuk menjaga keintiman batin.

Gak perlu diskusi panjang, pesan singkat penuh perhatian pun bisa berarti besar. Saat komunikasi terjaga, kesalahpahaman lebih mudah dicegah. Hubungan suami istri pun terasa lebih hangat meski lelah. Inilah pondasi penting dalam kehidupan orang tua baru.

3. Bagi peran secara adil dan saling menghargai

ilustrasi berbagi peran dengan pasangan (pexels.com/Annushka Ahuja)

Kelelahan sering jadi pemicu konflik setelah punya anak. Ketika salah satu merasa bekerja lebih berat, romantisme mudah terkikis. Membagi peran dengan adil dan terbuka membantu mengurangi rasa tertekan. Apresiasi kecil juga punya dampak besar bagi hubungan.

Ucapan terima kasih atau pengakuan atas usaha pasangan bisa memperkuat ikatan. Kamu dan pasangan jadi merasa satu tim, bukan saling menuntut. Rasa dihargai membuat cinta tumbuh di tengah rutinitas. Hubungan pun terasa lebih setara dan suportif.

4. Ciptakan momen intim dari hal kecil

ilustrasi pasangan bahagia (freepik.com/Lifestylememory)

Romantisme gak selalu hadir dalam bentuk besar dan dramatis. Sentuhan ringan, senyum, atau pelukan singkat bisa jadi pengingat bahwa cinta masih ada. Hal-hal kecil ini sering terlewat karena fokus pada kebutuhan anak. Padahal, keintiman fisik sederhana penting untuk menjaga kedekatan.

Cobalah menyapa pasangan dengan penuh perhatian atau berbagi cerita sebelum tidur. Momen singkat tapi rutin membantu hubungan tetap hangat. Kedekatan pun terbangun tanpa perlu usaha berlebihan. Inilah cara realistis menjaga romantis dalam fase parenting.

5. Ingat bahwa kalian tetap pasangan, bukan hanya orang tua

ilustrasi makan bersama keluarga (freepik.com/freepik)

Identitas sebagai ayah dan ibu memang penting, tapi jangan sampai menghapus peran sebagai pasangan. Sesekali, ingat kembali alasan kalian memilih satu sama lain. Membicarakan mimpi, rencana, atau kenangan lama bisa menghidupkan kembali koneksi emosional. Cara ini membantu hubungan tetap relevan seiring waktu.

Menjaga romantisme berarti memberi ruang untuk tumbuh bersama, bukan terjebak peran. Saat pasangan merasa diprioritaskan, hubungan jadi lebih kuat. Kehidupan keluarga pun terasa lebih harmonis. Cinta tetap hidup meski dinamika terus berubah.

Menjalani peran sebagai orang tua memang menantang, tapi bukan alasan untuk mengabaikan hubungan suami istri. Dengan date night simpel dan komunikasi yang intens, romantisme bisa hadir dalam bentuk yang lebih dewasa. Hubungan yang dirawat akan memberi dampak positif bagi seluruh keluarga. Yuk rawat cinta di tengah kesibukan dan biarkan hubungan tumbuh bersama perjalanan parenting life.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian