4 Tips Menjalin Hubungan dengan Pasangan Mental Provider, Gak Sungkan!

- Sampaikan perasaanmu ke pasangan dengan cara yang baik, jujurlah tentang apa yang kamu rasakan untuk menghindari konflik batin dan memperkuat hubungan.
- Jangan ragu untuk menetapkan batasan finansial dan emosional, tetapkan batasan untuk melindungi diri dari perasaan kurang nyaman tanpa menolak dukungan pasangan.
- Biasakan untuk diskusi dan mengambil keputusan bersama, jagalah keseimbangan hak dan kewajiban kedua belah pihak dalam hubungan.
Dalam hubungan, ada berbagai macam tipe pasangan. Salah satunya adalah mereka yang bermental provider. Bagi yang belum tahu, orang dengan mental provider artinya selalu inisiatif dan ingin menjadi pihak yang bisa diandalkan.
Provider dalam hal ini gak melulu tentang materi atau finansial, namun juga emosional. Meskipun dukungan yang diberikan tersebut pertanda rasa sayang, namun terkadang malah menimbulkan perasaan gak enak. Seringkali ada orang yang merasa sungkan, tertekan, dan malah minder dengan pasangannya yang punya karakter sebagai provider.
Nah, untuk mengatasi perasaan tersebut, kamu bisa simak lima ulasan di bawah. Ini dia empat cara menjalani hubungan dengan pasangan mental provider biar terhindar dari perasaan gak enakan.
1. Sampaikan perasaanmu ke pasangan dengan cara yang baik

Merasa gak enak dan kurang nyaman bukan berarti kamu gak bersyukur memiliki pasangan bermental provider. Justru, itu artinya kamu memiliki pemahaman diri dan menyadari kebutuhan emosionalmu. Di sinilah pentingnya komunikasi dalam hubungan.
Untuk menghindari konflik batin, sebaiknya sampaikan perasaan kurang nyaman tersebut ke dia. Jujurlah tentang apa yang kamu rasakan. Sampaikan dengan cara yang baik untuk menghindari drama dan kesalahpahaman. Misalnya, kamu merasa gak enak jika terus-terusan ditraktir olehnya. Dengan terbuka, kalian bisa mencari solusi terbaik ke depannya. Komunikasi yang jujur justru malah bisa memperkuat hubungan.
2. Jangan ragu untuk menetapkan batasan finansial dan emosional

Menerima dukungan materi maupun emosional bukan berarti menghilangkan kemandirianmu. Kamu tetap bisa menjadi orang yang independen. Solusinya, tetapkan batasan, baik secara finansial maupun emosional. Batasan ini bukan berarti penolakan, tapi justru melindungimu dari perasaan kurang nyaman.
Contohnya, jika pasanganmu ingin menanggung seluruh pengeluaran bersama, maka kamu bisa meminta untuk menanggung khusus kebutuhan pribadimu. Dengan begitu, pasanganmu tetap merasa bisa diandalkan dan kamu juga tidak sepenuhnya merasa bergantung dan sungkan padanya.
3. Biasakan untuk diskusi dan mengambil keputusan bersama

Dalam hubungan, posisi keduanya harus setara. Pasangan yang menjadi provider tidak berarti harus lebih dominan. Dukungan materi atau emosional tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alat untuk merasa superior dalam hubungan. Sebaliknya, jagalah keseimbangan hak dan kewajiban kedua belah pihak.
Meskipun salah satunya lebih berperan besar sebagai provider, namun penting untuk menghargai pasangannya. Contoh simpelnya adalah dalam pengambilan keputusan dan pembagian tanggung jawab. Usahakan untuk membangun kebiasaan berdiskusi sebelum membuat kesepakatan. Dengan cara ini, tidak ada pihak yang akan merasa minder, tertekan, atau kurang dihargai.
4. Belajar untuk menerima tanpa merasa bersalah

Banyak orang sering merasa gak enak saat diberi sesuatu oleh pasangannya. Padahal, jika kamu menerimanya, itu bukan berarti kamu gak mampu atau selalu bergantung, kok. Cobalah untuk belajar membiasakan diri menerima dukungan dari pasangan, baik itu materi maupun finansial, tanpa merasa bersalah.
Menerimanya justru jadi pertanda bahwa kamu membiarkan dirimu dicintai. Ingatlah, ada orang yang mempunyai bahasa cinta untuk selalu memberi. Jadi, dengan kamu menerima pemberiannya, itu justru membuat dia merasa dihargai dan menjadikan dirimu lebih leluasa untuk merasa disayangi. Dengan begitu, kamu sama sekali gak perlu merasa sungkan ataupun bersalah.
Mempunyai pasangan bermental provider gak seharusnya jadi beban. Dengan komunikasi yang baik, kalian bisa menjalani hubungan yang lebih transparan tanpa ada salah satu pihak yang merasa dibebani. Keempat cara di atas bisa diterapkan bagi kamu yang selama ini merasa sungkan memiliki pasangan bermental provider.


















