Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret perempuan tersenyum
potret perempuan tersenyum (freepik.com/freepik)

Citra tubuh yang sehat berarti kamu merasa nyaman, percaya diri, dan mampu menerima diri sendiri apa adanya. Ini tidak berarti kamu harus selalu puas dengan penampilan atau mencintai setiap bagian tubuhmu setiap saat.

Memiliki rasa tidak suka terhadap tubuhmu sesekali adalah hal yang wajar, kok. Perlu kamu ketahui bahwa citra tubuh yang negatif dapat meningkatkan risiko depresi, menarik diri dari lingkungan sosial, rendah diri, hingga gangguan makan.

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan agar kamu lebih menerima penampilan tubuhmu sendiri? Berikut beberapa langkah yang dapat membantumu membangun rasa percaya diri dan menghargai tubuhmu dengan cara yang lebih sehat.

1. Fokus pada fungsi tubuh, bukan sekadar penampilan

potret perempuan di pantai (pexels.com/Khánh LP)

Daripada terus menilai tubuh dari bentuk, ukuran, atau tampilannya di cermin, coba mulai menghargai apa yang bisa dilakukan tubuhmu setiap hari. Tubuhmu membantumu berjalan, bekerja, tertawa, beristirahat, dan menjalani banyak aktivitas yang sering dianggap sepele. Tanpa tubuh yang berfungsi dengan baik, semua hal sederhana itu tidak akan bisa kamu lakukan dengan nyaman, lho. Menyadari hal ini dapat membantu kamu melihat tubuhmu sebagai bagian penting dalam menjalani hidup.

Ketika fokusmu beralih dari penampilan ke fungsi, tekanan untuk memenuhi standar kecantikan akan perlahan berkurang. Kamu tidak lagi melihat tubuhmu sebagai sesuatu yang harus selalu sempurna secara visual. Sebaliknya, tubuh menjadi pendukung hidup yang layak dihargai, bukan dikritik terus-menerus. Dari sini, rasa syukur dan penerimaan dirimu dapat tumbuh dengan cara yang lebih sehat.

2. Jangan tertipu oleh apa yang kamu lihat di TV dan media sosial

ilustrasi perempuan scrolling sosial media (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Banyak gambaran tubuh yang kamu lihat di TV dan media sosial sebenarnya sudah melewati proses edit, filter, dan pengaturan sudut kamera. Hal-hal ini membuat tubuh seseorang tampak lebih sempurna dari kondisi aslinya. Tanpa kamu sadari, tampilan seperti ini bisa memengaruhi cara pandangmu terhadap tubuhmu sendiri. Kamu pun jadi mudah membandingkan diri dengan standar yang sebenarnya tidak realistis.

Padahal, tubuh manusia secara alami memiliki bentuk, ukuran, dan ciri yang berbeda-beda. Tidak ada satu pun bentuk tubuh yang bisa dianggap paling ideal untuk semua orang. Jika kamu terus membandingkan diri dengan apa yang ditampilkan media, rasa tidak puas terhadap tubuhmu akan lebih mudah muncul. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk bersikap lebih kritis dan menyadari bahwa apa yang terlihat di layar belum tentu sesuai dengan kenyataan, ya.

3. Bersikap realistis terhadap ukuran tubuhmu

potret perempuan tersenyum (freepik.com/freepik)

Bersikap realistis terhadap ukuran tubuhmu berarti kamu memahami bahwa setiap orang memiliki bentuk dan proporsi tubuh yang berbeda. Tidak semua tubuh harus kurus atau berotot seperti gambaran ideal yang sering muncul di media. Setiap tubuh memiliki keunikan dan kebutuhan masing-masing. Menyadari hal ini akan membantumu melihat tubuhmu dengan lebih adil.

Kalau kamu memaksakan tubuhmu untuk berubah secara ekstrem, itu justru bisa membahayakan kesehatan fisik dan mentalmu, lho. Tekanan untuk terlihat sempurna sering kali membuat kamu merasa tidak puas pada dirimu sendiri. Dengan menerima kondisi tubuhmu apa adanya, kamu bisa menetapkan tujuan yang lebih sehat dan masuk akal. Dari situ, hubungan dengan tubuhmu pun bisa menjadi lebih positif dan seimbang.

4. Berani bersikap saat mendengar komentar negatif tentang tubuh

ilustrasi menolak atau menjauh (freepik.com/benzoix)

Komentar negatif tentang tubuh sering dianggap sebagai candaan biasa. Padahal, baik ditujukan pada diri sendiri maupun orang lain, kata-kata tersebut bisa berdampak besar. Tanpa disadari, terlibat dalam “fat talk” dapat memperkuat pandangan negatifmu terhadap tubuh. Kebiasaan ini bisa memengaruhi cara kamu menilai diri sendiri, lho.

Dengan memilih untuk tidak ikut mengomentari atau merendahkan tubuh, kamu sudah melakukan langkah kecil yang berarti. Sikap ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan suportif. Selain itu, kamu juga bisa menjaga cara pandangmu terhadap tubuhmu sendiri. Seiring waktu, kebiasaan ini dapat membangun rasa penerimaan dirimu yang lebih kuat.

Membangun citra tubuh yang sehat bukan tentang mencapai standar tertentu, melainkan tentang bagaimana kamu belajar berdamai dengan diri sendiri. Proses ini mungkin tidak selalu mudah, apalagi di tengah tekanan standar kecantikan yang terus hadir dari berbagai arah.

Namun, dengan langkah-langkah kecil dan konsisten, kamu bisa mulai melihat tubuhmu dengan cara yang lebih netral dan penuh penghargaan. Tubuhmu layak dihargai bukan karena bentuknya, tetapi karena perannya menemanimu setiap fase hidupmu. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team