Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berapa Kali Maskeran Wajah dalam Seminggu? Sesuaikan Kebutuhanmu!
Ilustrasi masker wajah (pexels.com/Polina Kovaleva)
  • Masker wajah bermanfaat untuk melembapkan, membersihkan pori, dan menutrisi kulit, namun frekuensi pemakaian harus disesuaikan agar tidak menimbulkan efek negatif pada kondisi kulit.
  • Dr. Kenneth Howe menekankan pentingnya memahami kandungan masker serta memperhatikan reaksi kulit, karena penggunaan berlebihan terutama pada masker eksfoliasi dapat menyebabkan iritasi dan sensitivitas.
  • Setiap jenis masker memiliki aturan berbeda: clay maksimal tiga kali seminggu, charcoal satu hingga dua kali, krim atau gel hingga tiga kali, eksfoliasi sekali, dan sheet mask bisa digunakan harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Masker wajah menjadi salah satu perawatan kulit yang banyak digemari karena manfaatnya yang beragam, mulai dari melembapkan hingga membersihkan pori-pori. Meski terlihat sederhana, penggunaan masker tidak bisa dilakukan sembarangan. Frekuensi pemakaian yang terlalu sering atau terlalu jarang dapat memengaruhi kondisi kulit dan hasil perawatan secara keseluruhan.

Setiap jenis masker memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda, sehingga jumlah pemakaian dalam seminggu pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Yuk, simak berapa kali kamu harus mengaplikasikan masker dalam seminggu!

1. Pentingnya memahami kandungan masker wajah

ilustrasi masker (pexels.com/Shiny Diamond)

Dr. Kenneth Howe, seorang dokter kulit bersertifikat, dilansir laman Skincare, menjelaskan, masker wajah hanyalah cara berbeda untuk memberikan emolien atau bahan aktif ke kulit. Dengan menahan bahan-bahan dalam bentuk terkonsentrasi di permukaan kulit, masker wajah meningkatkan efek dari bahan-bahan tersebut. Jadi jika kamu khawatir tentang penggunaan masker yang berlebihan, sebenarnya bukan maskernya sendiri yang saya khawatirkan, melainkan apa yang diberikan masker tersebut ke kulit.

Misalnya, orang dengan kulit berminyak bisa menjadi terlalu berminyak jika mereka terlalu sering menggunakan masker dengan formula pelembap. Namun, Dr. Howe merekomendasikan untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan masker wajah yang mengandung bahan pengelupas atau detoksifikasi.

2. Berapa kali kamu harus mengaplikasikan masker wajah dalam seminggu?

ilustrasi masker (pexels.com/Anna Shvets)

“Perawatan masker wajah pengelupas mengangkat sel-sel kulit mati, menipiskan stratum korneum (lapisan terluar kulit). Jika proses ini diulang terlalu cepat, pengelupasan akan terjadi semakin dalam. Ketika stratum korneum menipis, lapisan pelindung kelembapan akan terganggu dan kulit dapat menjadi sensitif dan mudah meradang," kata Dr. Howe.

Meskipun rekomendasi standar adalah menggunakan masker dua hingga tiga kali seminggu, frekuensi penggunaan masker yang dapat kamu toleransi bisa lebih sering atau lebih jarang tergantung pada jenis kulitmu. Dr. Howe menjelaskan, pengalaman akan menjadi panduan terbaikmu di sini, sehingga perhatikan bagaimana kulitmu bereaksi terhadap berbagai produk masker yang diaplikasikan.

3. Jenis-jenis masker wajah

Ilustrasi masker charcoal (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Laman Healthline menjelaskan beberapa jenis masker wajah dan seberapa sering kamu bisa mengaplikasikannya dalam seminggu:

  1. Clay dan mud: Masker clay dan mud memiliki tekstur kental dengan warna khas hijau, cokelat, atau abu-abu, serta dikenal mampu menyerap minyak dan kotoran dari dalam pori-pori sehingga sering disebut memiliki efek detoksifikasi. Jenis masker ini paling cocok untuk kulit berminyak, berjerawat, kombinasi, dan kusam, namun karena daya serap minyaknya cukup kuat. Penggunaannya sebaiknya dibatasi maksimal 15 menit dan tidak lebih dari tiga kali seminggu agar kulit tidak menjadi kering.

  2. Charcoal: Masker charcoal atau arang aktif dipercaya mampu mengangkat kotoran, minyak berlebih, dan membantu mengatasi jerawat berkat kemampuannya dalam menyerap impuritas dari kulit. Masker ini cocok untuk kulit berminyak, berjerawat, dan kombinasi, dengan waktu pemakaian sekitar 15 menit sebanyak satu hingga dua kali seminggu. Pemilik kulit sensitif disarankan menggunakannya lebih jarang serta memilih produk yang tidak membuat kulit terasa kering atau tertarik.

  3. Krim atau gel: Masker krim berfungsi melembapkan kulit dengan mengisi kembali kelembapan pada sel kulit yang kering, sedangkan masker gel memberikan hidrasi ringan disertai sensasi dingin yang menyegarkan. Keduanya cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit kering, sensitif, atau rusak akibat paparan sinar matahari. Umumnya masker ini dapat digunakan hingga tiga kali seminggu, bahkan beberapa jenis bisa dipakai setiap malam sebagai overnight mask.

  4. Enzim, eksfoliasi, dan peel-off: Masker enzim, eksfoliasi, dan peel-off bekerja dengan membantu mengangkat sel kulit mati, minyak, serta kotoran penyumbat pori, sehingga cocok untuk kulit bertekstur kasar dan kusam. Masker peel-off diaplikasikan dalam bentuk gel yang mengering lalu dikelupas, sementara masker eksfoliasi dengan AHA atau BHA dapat memberikan hasil lebih intens. Karena cenderung lebih agresif dan berisiko menimbulkan iritasi, terutama pada kulit sensitif, penggunaannya sebaiknya dibatasi maksimal satu kali seminggu.

  5. Sheet: Sheet mask adalah masker sekali pakai berbentuk lembaran yang telah direndam serum untuk membantu mengunci kelembapan dan menutrisi kulit. Tersedia dalam berbagai formula untuk semua jenis kulit, mulai dari yang mengeksfoliasi hingga yang melembapkan intensif. Sheet mask dapat digunakan setiap hari sebagai pengganti serum dalam rutinitas skincare, serta cocok dijadikan perawatan praktis sebelum acara atau momen spesial.

Secara umum, masker wajah dapat digunakan satu hingga tiga kali dalam seminggu, tergantung jenis masker dan kondisi kulit. Dengan memperhatikan kandungan produk serta reaksi kulit setelah pemakaian, kamu dapat menentukan frekuensi yang paling aman dan efektif. Penggunaan masker yang tepat juga akan membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus memaksimalkan hasil perawatan wajah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team