Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bertha Puspita dan Perjalanannya Menenun Diri lewat Fashion

Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong
Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong (IDN Times/Nisa Zarawaki)
Intinya sih...
  • Perjalanan Bertha dari kelas fashion hingga membangun brand YOUNGWOONG dan TOOYOUNG
  • Dua brand, YOUNGWOONG dan TOOYOUNG, sebagai dua sisi dari jiwanya yang saling melengkapi
  • Bertha menciptakan signature yang berbeda untuk dua brands ini dengan menemukan identitas dan nilai diri lewat fashion
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bertha Puspita tidak pernah membayangkan bahwa keputusan sederhana untuk masuk ke kelas fashion hampir satu dekade lalu, akan mengubah seluruh bahasa visual hidupnya. Dari seorang mahasiswa yang belum begitu dekat dengan warna, ia tumbuh menjadi sosok yang menjadikan warna sebagai identitas personal maupun brand yang ia bangun.

Saat orang lain melihat peta karier sebagai lintasan yang lurus, Bertha justru menemukannya lewat dua jalur sekaligus. Dua brand yang ia bangun, TOOYOUNG dan YOUNGWOONG, menjadi saksi pertumbuhannya. Keduanya lahir dari kebutuhan kreatif yang berbeda, namun justru memberi ruang bagi Bertha menemukan dirinya yang sesungguhnya. Di satu sisi, TOOYOUNG mengajaknya bermain di wilayah kenyamanan. Di sisi lain, YOUNGWOONG menuntut eksplorasi lebih jauh. Dari dua ekstrem itu, Bertha belajar bahwa identitasnya justru hidup di antara kenyamanan dan kompleksitas.

Perjalanan merintis brand tidak hanya memberinya ruang untuk berekspresi, tetapi juga untuk mengenali dirinya sendiri. Proses panjang mencari warna, karakter brand, hingga teknik desain membuatnya memahami bahwa identitas personalnya berkembang seiring dengan identitas brand-brand tersebut. "Aku berkembang, brand-nya berkembang," begitu ia menggambarkannya saat menceritakan proses kreatifnya kepada IDN Times pada Jumat (21/11/2025) di workshop/studio Bertha Puspita, PIK 2, Jakarta Utara.

Kini, setelah hampir satu dekade berkelana di industri fashion, Bertha melihat kembali perjalanan itu sebagai proses menenun diri. Bukan hanya menenun kain atau siluet, tetapi menenun pengalaman, warna, nilai, dan keberanian untuk terus bereksplorasi. Dalam setiap koleksi, ia tidak sedang membuat pakaian semata. Ia sedang membangun ruang baru untuk tumbuh. Yuk, selami proses dan perjalanan kreatif Bertha di dunia fashion!

1. Awal perjalanan Bertha, dari ruang kelas fashion menuju mimpi membangun brand

Bertha Puspita, Fashion Designer TOOYOUNG dan Youngwoong
Bertha Puspita, Fashion Designer TOOYOUNG dan Youngwoong (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Perjalanan Bertha di dunia fashion sebenarnya sudah berlangsung sejak belia. Ia memiliki ketertarikan untuk memadupadankan baju. Lalu, ketika Bertha mulai masuk ke dunia perkuliahan, ia pun melanjutkan pendidikannya di ESMOD Jakarta. Dari studinya di ESMOD yang berlangsung selama 3 tahun itu, Bertha kemudian mengambil fokus di menswear.

"Terus menuju ke tugas akhir, kita disuruh bikin brand, baju, dan fashion show. Lalu, aku membangun YOUNGWOONG. Tetap untuk menswear yang warna-warni dan Korean look banget. Waktu launching, aku sama sekali belum kepikiran untuk lanjutin karena setelah lulus, aku kerja di sebuah local band dan akhirnya keluar karena merasa gak ada progress," lanjutnya.

Selepas itu, Bertha mulai menyelami banyak pengalaman dan course, salah satunya adalah short course di ITB (Institut Teknologi Bandung). Programnya adalah kerjasama antara ITB dan pemerintah Korea. Setelah lulus dari short course tersebut, karya-karya murid dinilai langsung oleh desainer Korea. Bertha membawa berbagai karyanya dari YOUNGWOONG. Sejak saat itu, ia bertekad untuk melanjutkan brand YOUNGWOONG.

Jauh di balik itu, sebenarnya Bertha pernah menjajaki fase ingin menyerah. Semasa kuliah dulu, ia menceritakan bahwa saat penjurian tugas akhir, ada juri dari desainer luar negeri yang kurang suka dengan koleksi YOUNGWOONG karena dinilai terlalu sweet untuk menswear. Meski begitu, Bertha tetap melangkah hingga akhirnya setelah YOUNGWOONG launching dan fashion show, di 6 bulan pertama kerap masuk majalah dan mendapatkan feature.

2. Dua brand, dua napas: YOUNGWOONG dan TOOYOUNG

Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong
Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Semenjak lulus kuliah, tepatnya pada 2016, Bertha memutuskan untuk melanjutkan perjalanan YOUNGWOONG. Meski begitu, sejak awal citra atau look yang ditorehkan pada brand ini adalah koleksi-koleksi couture dengan pola yang kompleks. Bertha menyebutnya sebagai koleksi fashion show. Dengan pemilihan warna yang sama-sama colorful, Bertha akhirnya menciptakan brand TOOYOUNG pada 2019. Brand ini diciptakan untuk menjangkau segmen dan market lebih besar.

"YOUNGWOONG dari awal memang bukan brand yang dipikirkan untuk jualan, lebih ke karya. Bajunya juga bukan daily wear, tapi baju show. Setelah dipikir-pikir, akhirnya aku bikin second brand, TOOYOUNG, yang lebih wearable dan bisa dipakai banyak orang, harganya pun lebih affordable," tambah Bertha.

Bertha melihat kedua brand ini bukan sebagai dua entitas yang berdiri sendiri, melainkan sebagai dua sisi dari jiwanya yang sama. YOUNGWOONG menjadi ruang eksplorasinya, tempat ia menumpahkan imajinasi tanpa batas. Sementara TOOYOUNG menjadi jalur komunikasi antara dirinya dan publik yang lebih luas, di mana desainnya dapat dipakai dan hidup dalam keseharian banyak orang. Baginya, kedua brand ini saling melengkapi: satu memberi kebebasan penuh, satu memberi tujuan yang lebih membumi. Bersama-sama, keduanya menjadi medium bagi Bertha untuk mengekspresikan identitas dan nilai-nilai yang tumbuh bersamaan dengan perjalanan kariernya.

3. Bertha menciptakan signature yang berbeda untuk dua brands ini

Koleksi TOOYOUNG dan YOUNGWOONG
Salah satu koleksi TOOYOUNG (kiri) dan YOUNGWOONG (kanan) (instagram.com/tooyoung_official | instagram.com/youngwoong_official)

YOUNGWOONG dan TOOYOUNG mungkin lahir dari tangan kreatif yang sama, tetapi keduanya tumbuh dari kebutuhan ekspresi yang berbeda. YOUNGWOONG ibarat sebuah ruang yang tidak terikat pada tuntutan komersial maupun batasan pasar. Di sana, Bertha memainkan detail, struktur, dan narasi visual. Ia menciptakan koleksi yang bukan hanya pakaian, namun juga karya yang membawa cerita. Setiap potongan melalui proses rumit, seperti pola yang tidak biasa, eksplorasi fabric yang kaya tekstur, hingga pengerjaan handmade yang intens. Sementara TOOYOUNG lebih diarahkan untuk keseharian, YOUNGWOONG justru bergerak di panggung yang megah: event, panggung TV, hingga penampilan yang membutuhkan impact visual.

Kecenderungan YOUNGWOONG untuk mengedepankan storytelling dan kompleksitas inilah yang membentuk signature khasnya, yakni lebih teatrikal, ekspresif, dan eksperimental dibandingkan TOOYOUNG. Di balik setiap busana, Bertha menyematkan karakter yang hidup dalam warna dan detailnya. Seperti yang ia jelaskan,

"YOUNGWOONG itu setiap koleksinya banyak storytelling karena dia jauh lebih tidak komersial daripada TOOYOUNG. Pola dan fabric-nya dibuat lebih kompleks. Pengerjaan handmade-nya lebih banyak daripada TOOYOUNG. Tentunya, dari segi desain juga lebih heboh karena segmennya biasanya untuk event tertentu atau acara TV."

4. Menemukan identitas dan nilai diri lewat fashion

Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong
Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Babak hidup yang Bertha jalankan ternyata sangat dipengaruhi sekaligus memengaruhi branding-nya di dunia fashion. Bertha menceritakan, TOOYOUNG dan YOUNGWOONG bukan sekadar brand karena melalui dua lini itu, Bertha akhirnya bisa menemukan dirinya sendiri. Ini semua bukan hanya soal identitas brand, namun juga identitas pribadi. Dalam proses memutuskan warna, memilih material, hingga menata sebuah look, ia perlahan mengenali bagian dirinya yang dulu tidak terlihat.

"Aku merasa selama punya brand ini, dalam proses merintis dan membangun semua satu per satu, aku justru menemukan diri aku sendiri. Dulu aku bukan yang warna-warni banget, tapi selama proses mencari dan mengerjakan brand ini, warna-warni itu makin terasa 'aku banget'. Itu hal yang mungkin gak akan aku temuin kalau gak melalui perjalanan ini," tuturnya.

Bertha juga menjelaskan bahwa dirinya berkembang secara selaras dengan brand yang dibangun. TOOYOUNG dan YOUNGWOONG, secara tidak sadar, membentuk personal branding Bertha itu sendiri. Ia dan brand-nya saling terkoneksi serta mencerminkan satu sama lain. Warna-warni yang kini menjadi ciri khas karyanya ternyata juga menjadi cerminan kepribadiannya yang berkembang.

5. Jejak KPop dalam perjalanan kreatif Bertha

Suasana workshop Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong
Suasana workshop Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Bertha tak pernah menutupi bahwa salah satu sumber paling awal dan paling konsisten dalam perjalanan kreatifnya, datang dari KPop. Sejak kecil, ia tumbuh bersama visual dan musik Korea. Hal itu perlahan membentuk preferensi warnanya hingga cara ia melihat fashion sebagai bentuk ekspresi. Apa yang awalnya hanya ketertarikan sebagai penggemar, kini menjelma menjadi jejak estetika yang terasa jelas dalam dua brand yang ia bangun.

"Memang style aku itu ke-influence banget sama Korea. Aku suka Korea dari kecil. Idol pertama aku tuh TVXQ. Jadi lama-lama pengaruhnya makin besar, dari warna, gaya, semuanya makin masuk ke Korea-Korea gitu," katanya.

Jejak itu mencapai titik paling mencolok ketika ia menyiapkan runway bertema RIIZE pada 2024, sebuah show bertajuk Fashion Nation Senayan City, yang akhirnya ramai dibicarakan publik. Bertha mengakui bahwa momen menonton konser RIIZE justru menjadi pemicu kreativitas yang membuatnya mengalihkan fokus ke menswear, kembali ke 'soul awal yang mulai ia tinggalkan. Dalam waktu hanya sebulan, ia merancang seluruh look dari nol. Mulai dari denim yang di-rework, siluet streetwear maskulin, hingga boneka-boneka fandom yang akhirnya viral. Show ini menjadi salah satu karya yang paling personal, eksploratif, dan memuaskan sepanjang kariernya.

"Menurut aku, dari 2016 sampai sekarang, fashion show paling satisfying itu yang ini. Semua denim aku rework jadi look baru. Full menswear, modelnya aku pilih sendiri, dan look yang ada di kepala aku terimplementasikan semua," tambahnya.

Pengaruh KPop tidak berhenti di inspirasi visual. Ia juga terbuka pada kolaborasi lintas budaya, termasuk kolaborasi TOOYOUNG dengan seorang artis Indonesia yang berbasis di Korea. Kolaborasi itu menegaskan bahwa dunia yang membesarkannya sebagai penggemar, kini menjadi ruang kreatif yang juga membuka peluang profesional.

6. Bagaimana story telling bekerja dalam setiap karya yang Bertha ciptakan?

Suasana workshop Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong
Suasana workshop Bertha Puspita, Fashion Designer Tooyoung dan Youngwoong (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Sebagai seorang fashion designer yang juga sudah menciptakan banyak karya, tentunya Bertha akrab dengan bagaimana sebuah story telling bisa menghidupkan suatu karya. Bertha juga meyakini bahwa cerita di balik suatu karya, bisa memberikan suatu value yang lebih bermakna pada karya tersebut. Terlebih, untuk karya-karya yang bersifat komersil. Hal tersebut juga Bertha tanamkan dalam setiap karya yang dia punya.

"YOUNGWOONG itu ada temanya. Waktu bikin sebagai tugas akhir, dulu sesimpel aku suka banget makanan manis. Nah, makanan manis kan identik sama permen, donat, dan lolipop. Akhirnya, aku bikin tema tentang 'orang yang sugar rush.' Jadi nuansanya super hype, dari situ juga aku kembangkan jadi permainan warna," jelasnya.

Cerita itu kemudian berkembang menjadi fondasi yang terus ia gunakan dalam proses kreatifnya. Bagi Bertha, tema bukan sekadar konsep estetika, melainkan pintu masuk untuk membangun dunia yang menyeluruh. Mulai dari warna, bentuk, hingga karakter pakaian yang ia ciptakan. Setiap tema menjadi alasan mengapa sebuah potongan baju hadir dengan cara tertentu. Ia percaya bahwa ketika sebuah karya memiliki narasi yang kuat, orang yang memakainya dapat merasakan energi dan emosi yang ia tanamkan sejak tahap desain.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us

Latest in Life

See More

10 Starter Pack Outfit Olahraga buat yang Berhijab. Syar'i dan Nyaman!

30 Nov 2025, 19:15 WIBLife