Media Gathering "Beauty That Moves: International Women's Day" pada Kamis (5/3/2026) di Jakarta Selatan. (IDN Times/Adyaning Raras))
Sebagai bentuk komitmen terhadap perempuan, L’Oreal Indonesia memiliki beberapa program yang khusus ditujukan untuk membekali masyarakat agar mereka bisa mencegah kekerasan di ruang publik. L’Oreal Paris lewat tagline-nya, percaya bahwa setiap perempuan itu berharga.
“Kami memperkenalkan metodologi 5D, lima langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa pun dengan aman; mulai dari Dialihkan, Ditegur, Dilaporkan, Ditenangkan, dan Dokumentasikan,” ujar Rosyanti Chijanadi, Brand General Manager L’Oréal Paris.
YSL Beauty bekerjasama dengan Yayasan Pulih mewujudkan program Abuse is Not Love untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan dalam hubungan berpasangan. Melalui Abuse is Not Love, masyarakat akan mendapatkan edukasi untuk mengetahui bahwa ada sembilan tanda kekerasan dalam hubungan yaitu mengabaikan, meremehkan, mengontrol, memanipulasi, mengancam, mencemburui, mengintrusi, mengisolasi, dan mengintimidasi.
“Intervensi tidak selalu berarti konfrontasi. Bisa dimulai dari langkah sederhana, memastikan korban merasa aman, mengalihkan situasi, atau mencari bantuan. Yang terpenting, jangan menyalahkan korban. Kekerasan bukan kesalahan korban, dan victim-blaming hanya memperparah trauma serta membuat korban semakin enggan melapor,” ungkap Psikolog Agata Paskarista saat ditemui di Jakarta Selatan pada Kamis (5/3/2026).
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mempunyai Call Center Sahabat Perempuan dan Anak atau SAPA 129. Layanan SAPA 129 dapat diakses hotline 021-129 atau WhatsApp 08111-129-129.
SAPA 129 memiliki enam jenis layanan, yakni layanan pengaduan masyarakat, pelayanan penjangkauan korban, pelayanan pengelolaan kasus, pelayanan akses penampungan sementara, pelayanan mediasi, pelayanan pendampingan korban.
Selain itu, korban juga bisa melapor ke P2TP2A KemenPPPA
https://www.kemenpppa.go.id Hotline: 081317617622- 082125751234.