Kisah Nadia Murad: Mantan Budak Seks ISIS yang Kini Menjadi Duta PBB

Seorang wanita asal Yazidi, Irak berhasil keluar dari sekapan ISIS setelah ditawan dan dijadikan budak nafsu para anggota ISIS.
Mengenal Nadia Murad

Pada tahun 2014, Nadia dan 6 saudara laki-lakinya ditawan ketika ISIS menyerang etnis Yazidi. Nadia selamat dari pembantaian namun ke-enam saudaranya harus mati dibunuh. Nadia sendiri harus melayani semua para anggota ISIS dan sempat diperjual-belikan di Kamp ISIS. Selain diperkosa, ia juga kerap mengalami kekerasan fisik.
Nadia Lolos dari ISIS

Tidak terlalu jelas bagaiman cara Nadia bisa lolos dari ISIS. Sejumlah informasi mengatakan bahwa ia berhasil kabur melalui kamp pengungsi dengan identitas palsu, lalu mencari suaka di Stuttgart, Jerman. Identitas palsu tersebut yang mengantarkan dirinya kini mejadi Goodwill Ambassador untuk UNODC, sebuah badan PBB untuk penyintas perdagangan manusia.
Mulai Menyerukan Suara Hatinya
Ketika ia menjadi pembicara di konferensi PBB, ia menyatakan bahwa para pemimpin ISIS harus diadili karena sudah menghancurkan kehidupan banyak etnis Yazidi. Ketika ia dilantik menjadi duta PBB, ia disaksikan Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Duta Besar AS.
FYI, etnis Yazidi diserang oleh para ISIS karena diklaim tidak mau mengikuti ajaran mulai dari nabi Abraham atau Ibrahim hingga agama islam. Nadia sedikit menambahkan jika ada lebih dari 3500 perempuan Yazidi yang sekarang masih menjadi budak seks ISIS.