Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

ParagonCorp Ajak Industri Peduli Hutan dengan Jaga Biodiversitas

Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
Intinya sih...
  • Biodiversitas diposisikan sebagai peluang regeneratif alam tumbuh bersama
  • Kesadaran konsumen meningkat terhadap etika bahan wewangian dan dampak lingkungan
  • ParagonCorp mendorong praktik sourcing bertanggung jawab dan menggandeng Partnerships for Forests
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Beberapa tahun terakhir, dunia kecantikan di Indonesia berkembang sangat pesat. Bukan hanya merek impor, merek-merek lokal juga mulai merebak di pasar tersebut. Dari semula hanya skincare dan kosmetik, lama-kelamaan menyebar ke pasar wewangian. Bukan cuma perempuan, laki-laki pun mendapat segmennya dalam industri yang bersifat personal grooming ini.

Namun, maraknya industri wewangian pun memunculkan pertanyaan. Dari mana asal bahannya diambil? Apakah diproduksi dengan cara yang baik? Apakah punya dampak buruk ke lingkungan? Rupanya, masyarakat memiliki kepedulian lebih dalam ketimbang sekedar memakai produk dengan kualitas bagus dengan harga terbaik.

Dalam acara Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3, ParagonCorp mengajak industri agar turut membangun masa depan hutan dengan biodiversitas. Berikut kilasannya.


1. Biodiversitas diposisikan bukan hanya sebagai hal yang harus dilindungi, tapi juga peluang regeneratif yang memungkinkan alam tumbuh bersama

Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Biodiversitas atau keanekaragaman hayati adalah variasi kehidupan di bumi yang mencakup seluruh bentuk kehidupan dari mikroorganisme, tumbuhan, hingga hewan, dan ekosistem tempat hidup. Sejatinya, biodiversitas adalah fondasi kehidupan, budaya, dan ketahanan ekonomi.

Namun, dalam praktik ekonomi dan kebijakan global, alam kerap diukur hanya dari seberapa jauh ia dianggap produktif dan menguntungkan. Ketika pengambilan sumber daya alam sebagai bahan baku atau produk bernilai tambah berjalan secara masif, justru keuntungan yang akan kita raih bersifat jangka pendek. Ini karena daya dukung alam, komunitas, dan sistem kehidupannya menjadi kian lemah.

Karena itu, pelaku industri, mitra global, dan komunitas perlu membahas bagaimana biodiversitas dapat diposisikan sebagai sesuatu yang harus dilindungi sekaligus peluang regeneratif yang memungkinkan alam, manusia, dan bisnis bertumbuh bersama. Momen inilah yang sedang diupayakan ParagonCorp.

"Jadi, pertanyaannya hari ini bukan hanya, 'Haruskah kita menggunakan bahan dari alam atau tidak?', tetapi bagaimana kita bisa membangun cara yang lebih bertanggung jawab agar alam tetap hidup, petani tetap sejahtera, dan industrinya bisa berkelanjutan?" ujar Yessica Berliana, Eco-Product Expert ParagonCorp yang saat itu juga jadi moderator sesi.

2. Seiring populernya wewangian dalam industri kecantikan, masyarakat mulai mempertanyakan apakah bahan yang dipakai diambil dari sumber yang etis

Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Deb Mahatma (@olfaxtory) selaku fragrance influencer, mengaku bahwa wewangian erat kaitannya dengan identitas dan memori dalam kehidupan sehari-hari. Disebutkannya, aroma diproses di area otak yang berkaitan langsung dengan emosi dan ingatan. Karena itu, wewangian jadi bagian penting dalam keseharian manusia.

"Dulu itu rasanya industri fragrances itu sesuatu yang sangat tersier, sesuatu yang sangat luxury. Tetapi sekarang, kita bisa menemukan fragrances di mana-mana, tidak hanya di wewangian seperti cologne atau eau de parfum. Tapi, fragrances lebih dari itu. Misalnya, ketika kita cuci baju, kita mencium sesuatu yang enak. Itu fragrance dalam kehidupan kita sehari-hari," ujar Deb menjelaskan perbedaan antara fine dan functional fragrance.

Namun, kesadaran konsumen kian meninggi saat ini. Pertanyaan tentang asal-usul bahan, cara produksi, dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi semakin relevan dalam membentuk nilai sebuah produk. Deb merasakan, pentingnya sebuah produk yang bisa menjawab itu semua secara bertanggung jawab dan tidak merusak lingkungan.


3. ParagonCorp mendorong praktik sourcing yang lebih bertanggung jawab secara bertahap

Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, menjelaskan bahwa bahan alami adalah fondasi penting pada industri kecantikan. Bukan hanya untuk produk wewangian, produk skincare dan kosmetik turut memakainya.

Dikatakannya, praktik sourcing yang bertanggung jawab menjadi pijakan utama keberlanjutan. Namun, kabar baiknya, perjalanan menuju regenerasi tidak harus dimulai dari kondisi sempurna. Memulai langkah, menetapkan target, dan terus berkembang dinilai lebih penting daripada menunggu kesiapan ideal yang sering kali tidak pernah datang. Ia pun berkaca pada pengalaman bencana banjir yang menimpa Sumatera di akhir tahun 2025.

"Bencana ini mengajarkan kita bahwa isu air tidak hadir sendirian. Ini bukan hanya soal hujan, tapi juga soal kehilangan keseimbangan ekosistem. Saya rasa sekarang kesadaran tentang pentingnya hutan meninggi karena fungsi menjaga air," ujar Sari.

Karena hal itulah, ParagonCorp secara bertahap mendorong praktik sourcing yang lebih bertanggung jawab melalui kolaborasi dengan fragrance house yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan. Hal ini juga menjadi investasi ParagonCorp pada inovasi untuk merancang bahan dan formulasi yang semakin regeneratif. 

4. ParagonCorp menggandeng Partnerships for Forests (P4F) dalam inisiatifnya

Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
Beauty Science Tech 2026 sesi “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” pada Kamis (22/1/2026) di City Hall Pondok Indah Mall 3. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Kate McCoy yang merupakan Team Leader di Partnerships for Forests (P4F), menyoroti bagaimana biodiversitas dan hutan dipandang sebagai bagian dari solusi perubahan iklim dan ketahanan sistem ekonomi. Ia menjelaskan bahwa pengembangan bioekonomi dan kemitraan lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan bisnis yang tangguh. Bahkan, keduanya dapat menjaga lanskap hutan tetap hidup.

Melalui kolaborasi antara sektor publik dan privat, pendekatan ini tidak hanya memperkuat keamanan pasokan industri. Pendekatan ini juga membangun ekosistem yang memberikan manfaat luas bagi manusia dan alam. P4F sendiri merupakan lembaga yang menggunakan pendanaan publik dan bantuan teknis untuk menjembatani kemitraan antara perusahaan, komunitas, dan pemerintah dengan tujuan mengurangi deforestasi serta menciptakan pertumbuhan ekonomi hijau. P4F senantiasa mendorong investasi sektor swasta dalam penggunaan lahan berkelanjutan dan perlindungan hutan tropis.

"Setiap bentang hutan memiliki banyak pemangku kepentingan, yang bisa berupa masyarakat adat, komunitas, masyarakat kecil, petani, perusahaan, dan pemerintah. Semuanya bekerja di bentang yang sama. Semua orang di bentang tersebut dapat bekerja sama dalam kemitraan untuk menciptakan nilai bersama melalui perlindungan dan pemugaran hutan," kata Kate.

5. Kunjungi Zona Hall of Purpose di Beauty Science Tech 2026 di City Hall Pondok Indah Mall 3 hingga 25 Januari

The Biodiversity Charm (instagram.com/beautysciencetech/)
The Biodiversity Charm (instagram.com/beautysciencetech/)

Topik biodiversitas ini bisa kamu selami di Zona Hall of Purpose di gelaran Beauty Science Tech 2026 di City Hall Pondok Indah Mall pada 3 hingga 25 Januari besok. Di sini, kamu bisa merasakan pengalaman multisensorik imersif dari berbagai inisiatif tindakan keberlanjutan ParagonCorp. Di experience Biodiversity, pengunjung dapat melihat dan mencium contoh bahan natural yang digunakan dalam produk-produk ParagonCorp. Di Sounds of The Wild, kamu dapat mendengarkan dan melihat beberapa hewan yang terlindungi dengan program konservasi antara ParagonCorp dan Indika Nature.

Melalui keduanya, masyarakat akan merasakan pentingnya isu biodiversitas bagi kehidupan. Alam bisa terus berjalan tanpa campur tangan manusia, tetapi kita sebagai manusia banyak bergantung pada kesehatan alam sekitar. Ketika alam diperlakukan sebagai sistem yang dapat dipulihkan, bukan dieksploitasi, masa depan yang lebih seimbang bagi manusia, planet, dan industri dapat terus dibangun bersama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Rekomendasi Sunscreen Terbaru 2026, Formula Terbaru!

24 Jan 2026, 15:15 WIBLife