Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jacqueline Durran, costume designer Wuthering Heights (dok. Warner Bros/Wuthering Heights | npg.org.uk)
Jacqueline Durran, costume designer Wuthering Heights (dok. Warner Bros/Wuthering Heights | npg.org.uk)

Wuthering Heights, sebuah film adaptasi dari novel klasik karya Emily Brontë, baru-baru ini tayang di layar lebar. Dari berbagai macam diskusi terkait perbedaan di film dan buku, ada satu pembahasan yang tak kalah menarik, yaitu terkait busana atau kostum di dalamnya. Berbicara tentang film yang mengangkat nuansa klasik, tentu tak terlepas dari identitas busana ikonik yang turut bercerita bersama setiap karakternya.

Ada pun sosok di balik desain dan siluet kostum Wuthering Heights, yaitu Jacqueline Durran. Nama ini mungkin tak asing untuk beberapa orang, karena merupakan costume designer dari film-film fenomenal, seperti Pride & Prejudice, Little Women, Barbie, hingga The Batman. Yuk, berkenalan lebih jauh dengan Jacqueline Durran dan bagaimana ia bercerita lewat kostum karakter Wuthering Heights!

1. Profil Jacqueline Durran

film Wuthering Heights (dok. Warner Bros/Wuthering Heights)

Jacqueline Durran merupakan seorang British Costume Designer yang lahir pada 1966. Diketahui, ia pernah menjalankan studi di Royal College of Art. Sebelum perjalanan kariernya sebagai Costume Designer melesat seperti sekarang, ia pernah menjual vintage clothes di Camden Market dan Portabello Road Market.

Karyanya mulai dilirik secara masif setelah menjadi Costume Designer untuk film Pride & Prejudice (2005). Saat itu juga, ia dinominasikan sebagai Academy Award for Best Costume Design dan BAFTA Award for Best Costume Design. Durran juga pernah mendapatkan dua Academy Awards untuk Costume Design di film Anna Karenina (2012) dan Little Women (2019). Selain itu, Durren juga mendapatkan penghargaan dari BAFTA Award untuk film Vera Drake (2004), Anna Karenina, dan Little Women.

Durran mulai berperan sebagai costume designer film sejak 2001 lalu untuk short film bertajuk Dog (2001). Ada juga berbagai film dan serial ikonik lainnya, seperti Mr. Turner (2014), Beauty and The Beast (2015), 1917 (2019), Spencer (2021), The Batman (2021), hingga Black Mirror (2016).

2. Durran menciptakan kostum yang berbicara secara emosional di Wuthering Heights

film Wuthering Heights (dok. Warner Bros/Wuthering Heights)

Dalam menggarap kostum untuk film Wuthering Heights, Durran tak berfokus pada akurasi sejarah. Ia justru menempatkan kostum sebagai bagian dari bahasa visual film. Durran mencoba untuk membangun desain kostum yang bisa mendukung suasana, karakter, serta dinamika emosional di dalam cerita.

Siluet kostumnya pun tampak sederhana, seolah mencerminkan kerasnya lingkungan dan kehidupan para tokohnya. Alih-alih menjadi kostum bak drama periode yang rapi, siluet kostum yang dirancang Durren lebih terlihat liar dan emosional. Sejalan dengan hubungan kompleks antara hubungan Cathy dan Heathcliff.

3. Perpaduan referensi era untuk kostum Wuthering Heights

film adaptasi novel Wuthering Heights (dok. Warner Bros/Wuthering Heights)

Dalam Wuthering Heights, Durran juga terlihat memadukan referensi dari berbagai periode dan era. Durran terlihat tak membatasi diri pada satu tahun atau tren mode tertentu. Ia mencoba memilih lemen yang paling mampu menyampaikan karakter dan atmosfer cerita.

Perpaduan tekstur, layering, dan palet warna yang terkendali membantu menciptakan visual yang konsisten. Sejumlah wardrobe-nya konsisten dengan korset yang modern-cut dengan embroidery yang lebih detail, atau ada juga waistcoat peplum yang memberi siluet tegas namun tetap feminin. Tampak membawa penonton untuk masuk ke dunia yang lebih mitologis dan emosional.

Demikian profil Jacqueline Durran serta beberapa 'ide'nya dalam rancangan Wuthering Hights. Dalam dunia costume design, nama Durran cukup dikenal berkat karya kostumnya yang fenomenal.

Editorial Team