- "He's more myself than I am. Whatever our souls are made of, his and mine are the same." (Dia itu seperti bagian dari diriku sendiri. Apa pun yang membentuk jiwa kami, rasanya jiwanya dan jiwaku sama.)
- "If all else perished, and he remained, I should still continue to be; and if all else remained, and he were annihilated, the universe would turn to a mighty stranger." (Kalau semuanya hilang dan hanya dia yang tersisa, aku masih merasa hidup. Tapi kalau semuanya tetap ada dan dia yang hilang, dunia ini akan terasa sangat asing.)
- "Be with me always - take any form - drive me mad! only do not leave me in this abyss, where I cannot find you! Oh, God! it is unutterable! I can't live without my life! I can not live without my soul!” (Tetaplah bersamaku selalu—dalam wujud apa pun—bahkan kalau itu bikin aku gila! Asal jangan tinggalkan aku sendirian di tempat ini, saat aku tak bisa menemukanmu. Ya Tuhan, ini terlalu menyakitkan… Aku tak bisa hidup tanpa hidupku. Aku tak bisa hidup tanpa jiwaku.)
- "If he loved with all the powers of his puny being, he couldn't love as much in eighty years as I could in a day." (Kalau pun dia mencinta dengan seluruh kemampuannya yang terbatas, cintanya selama delapan puluh tahun tak akan sebesar cintaku dalam satu hari.)
- "I have not broken your heart - you have broken it; and in breaking it, you have broken mine." (Aku tidak menghancurkan hatimu—kamulah yang melakukannya. Dan saat hatimu hancur, hatiku ikut hancur.)
- "I gave him my heart, and he took and pinched it to death; and flung it back to me. People feel with their hearts, Ellen, and since he has destroyed mine, I have not power to feel for him." (Aku sudah memberikan hatiku padanya, tapi dia justru meremasnya sampai mati, lalu melemparkannya kembali kepadaku.)
- "My love for Linton is like the foliage in the woods: time will change it, I'm well aware, as winter changes the trees. My love for Heathcliff resembles the eternal rocks beneath: a source of little visible delight, but necessary." (Cintaku pada Linton seperti daun-daun di hutan—aku tahu waktu akan mengubahnya, seperti musim dingin mengubah pepohonan. Tapi cintaku pada Heathcliff seperti batu karang yang abadi di bawah tanah: mungkin tak selalu tampak indah, tapi sangat penting.)
- "I’m wearying to escape into that glorious world, and to be always there: not seeing it dimly through tears, and yearning for it through the walls of an aching heart: but really with it, and in it." (Aku lelah… ingin melarikan diri ke dunia yang indah itu dan tinggal di sana selamanya. Bukan melihatnya samar lewat air mata atau merindukannya dari balik hati yang sakit, tapi benar-benar berada di sana—bersamanya, di dalamnya.)
- "You said I killed you-haunt me, then! [...] Be with me always-take any form-drive me mad! only do not leave me in this abyss, where I cannot find you!" (Kau bilang aku yang membunuhmu—kalau begitu hantui aku! […] Tetaplah bersamaku, dalam wujud apa pun—buat aku gila sekalipun! Asal jangan tinggalkan aku di jurang ini, tempat aku tak bisa menemukanmu.)
- "He wanted all to lie in an ecstasy of peace; I wanted all to sparkle and dance in a glorious jubilee. I said his heaven would be only half alive; and he said mine would be drunk: I said I should fall asleep in his; and he said he could not breathe in mine." (Dia ingin semuanya terbaring dalam kedamaian yang tenang; aku ingin semuanya berkilau dan menari dalam perayaan yang gemilang. Aku bilang surganya akan terasa setengah hidup; dia bilang surgaku terlalu memabukkan. Aku bilang aku akan tertidur di surganya; dia bilang dia tak akan bisa bernapas di surgaku.)
- "He shall never know I love him: and that, not because he's handsome, but because he's more myself than I am. Whatever our souls are made out of, his and mine are the same." (Dia tak akan pernah tahu aku mencintainya. Bukan karena dia tampan, tapi karena dia terasa lebih ‘aku’ daripada diriku sendiri. Apa pun bahan jiwa kami, jiwanya dan jiwaku itu sama.)
- "Whatever our souls are made of, his and mine are the same." (Apa pun bahan jiwa kami, jiwanya dan jiwaku itu sama.)
- "He's always, always in my mind - not as a pleasure, any more then I am always a pleasure to myself - but, as my own being." (Dia selalu, selalu ada di pikiranku. Bukan sebagai kesenangan, sama seperti aku tak selalu menyenangkan bagi diriku sendiri, tapi sebagai bagian dari keberadaanku.)
- "You know that I could as soon forget you as my existence!" (Kamu tahu aku tak mungkin melupakanmu, sama seperti aku tak bisa melupakan keberadaanku sendiri.)
- "You loved me—then what right had you to leave me?" (Kamu mencintaiku—lalu dengan hak apa kamu meninggalkanku?)
- "Because misery, and degradation, and death... would have parted us, you, of your own will did it. I have not broken your heart—you have broken it; and in breaking it, you have broken mine. So much the worse for me that I am strong." (Bahkan penderitaan, kehinaan, atau kematian pun tak akan memisahkan kita—tapi kamu melakukannya dengan pilihanmu sendiri. Aku tak menghancurkan hatimu—kamulah yang menghancurkannya, dan sekaligus menghancurkan hatiku. Ironisnya, aku masih cukup kuat untuk merasakannya.)
- "Kiss me again, but don't let me see your eyes! I forgive what you have done to me. I love my murderer—but yours! How can I?" (Cium aku sekali lagi, tapi jangan biarkan aku melihat matamu! Aku memaafkan apa yang kau lakukan padaku. Aku bisa mencintai orang yang menghancurkanku—tapi milikmu? Bagaimana mungkin?)
- "I hate him for himself, but despise him for the memories he revives." (Aku membencinya karena dirinya—tapi lebih muak lagi karena kenangan yang ia bangkitkan.)
- "I cannot live without my life! I cannot live without my soul!” (Aku tak bisa hidup tanpa hidupku! Aku tak bisa hidup tanpa jiwaku!)
- "I pray every night that I may live after him; because I would rather be miserable than that he should be — that proves I love him better than myself." (Setiap malam aku berdoa agar aku hidup lebih lama darinya; karena aku lebih rela menderita daripada dia yang menderita—itu bukti aku mencintainya lebih dari diriku sendiri.)
- "Existence, after losing her, would be hell." (Hidup ini akan jadi neraka setelah kehilangan dirinya.)
- "You must forgive me, for I struggled only for you." (Kamu harus memaafkanku, karena semua yang kulakukan hanya demi kamu.)
- "They forgot everything the minute they were together again." (Mereka melupakan segalanya begitu bertemu lagi.)
- "He'll love and hate equally under cover, and esteem it a species of impertinence to loved or hated again." (Dia akan mencinta dan membenci diam-diam, lalu menganggap tak pantas jika perasaannya dibalas lagi.)
- "People feel with their hearts, Ellen: and since he has destroyed mine, I have not power to feel for him." (Orang merasakan segalanya lewat hati, Ellen. Dan sejak dia menghancurkan hatiku, aku sudah tak punya perasaan lagi untuknya.)
50 Quotes dari Buku Wuthering Heights, Cinta yang Tragis

Kisah cinta dalam Wuthering Heights dikenal sebagai salah satu yang paling intens dan tragis dalam sastra klasik. Novel karya Emily Brontë ini menghadirkan hubungan penuh gairah antara Catherine Earnshaw dan Heathcliff. Cinta yang tak hanya romantis, tetapi juga dipenuhi luka, obsesi, dan konflik yang membekas lintas generasi.
Tak heran, banyak kutipan dari novel ini terasa begitu kuat dan emosional, menggambarkan sisi cinta yang gelap sekaligus mendalam. Deretan quotes dari Wuthering Heights mampu menyentuh pembaca dan membuat kisahnya tetap relevan hingga kini. Berikut 50 kutipan yang merangkum tragisnya cinta dalam novel tersebut.
1. Quotes tentang cinta

2. Quotes kehidupan

- "I wish I were a girl again, half-savage and hardy, and free." (Aku ingin jadi gadis kecil lagi—yang masih setengah liar, kuat, dan bebas.)
- "I cannot express it; but surely you and everybody have a notion that there is or should be an existence of yours beyond you. What were the use of my creation, if I were entirely contained here?" (Aku sulit menjelaskannya, tapi pasti kamu pernah merasa bahwa dirimu seharusnya punya kehidupan yang lebih luas dari sekadar yang ada sekarang. Untuk apa aku diciptakan kalau seluruh diriku hanya terkurung di sini?)
- "I have dreamt in my life, dreams that have stayed with me ever after, and changed my ideas; they have gone through and through me, like wine through water, and altered the color of my mind." (Aku pernah bermimpi—mimpi yang terus tinggal bersamaku dan mengubah cara pandangku. Mimpi itu meresap ke dalam diriku seperti anggur yang bercampur dengan air, mengubah warna pikiranku)
- "I have to remind myself to breathe -- almost to remind my heart to beat!" (Aku sampai harus mengingatkan diriku sendiri untuk bernapas—seolah harus mengingatkan jantungku supaya tetap berdetak!)
- "Honest people don't hide their deeds." (Orang yang jujur tidak menyembunyikan perbuatannya.)
- "A person who has not done one half his day's work by ten o'clock, runs a chance of leaving the other half undone." (Orang yang belum menyelesaikan setengah pekerjaannya sebelum pukul sepuluh pagi, berisiko membiarkan setengah sisanya tak selesai.)
- "Time brought resignation and a melancholy sweeter than common joy." (Waktu membawa penerimaan—dan kesedihan yang justru terasa lebih lembut daripada kebahagiaan biasa.)
- "How cruel, your veins are full of ice-water and mine are boiling." (Kejam sekali—urat nadimu seperti berisi air es, sementara darahku mendidih.)
- "By this curious turn of disposition I have gained the reputation of deliberate heartlessness; how undeserved, I alone can appreciate." (Karena sifatku yang aneh ini, aku jadi dicap sengaja tak punya hati—padahal hanya aku yang tahu betapa tidak adilnya anggapan itu.)
- "If I had caused the cloud, it was my duty to make an effort to dispel it." (Kalau akulah yang membuat suasana jadi muram, sudah seharusnya aku juga yang berusaha memperbaikinya.)
- "Thoughts are tyrants that return again and again to torment us." (Pikiran itu seperti tiran—datang terus menerus untuk menyiksa kita.)
- "I take so little interest in my daily life, that I hardly remember to eat and drink." (Aku sudah begitu kehilangan minat pada hidupku sendiri, sampai sering lupa makan dan minum.)
3. Quotes lainnya

- "She burned too bright for this world." (Dia bersinar terlalu terang untuk dunia ini.)
- "Terror made me cruel . . ." (Rasa takut membuatku menjadi kejam…)
- "Heaven did not seem to be my home; and I broke my heart with weeping to come back to earth; and the angels were so angry that they flung me out into the middle of the heath on the top of Wuthering Heights; where I woke sobbing for joy." (Surga tidak terasa seperti rumahku. Aku menangis sampai hatiku hancur hanya untuk kembali ke bumi. Para malaikat marah lalu melemparkanku ke tengah padang di puncak Wuthering Heights—dan di sanalah aku terbangun sambil terisak… justru karena bahagia.)
- "Treachery and violence are spears pointed at both ends; they wound those who resort to them worse than their enemies." (Pengkhianatan dan kekerasan itu seperti tombak bermata dua; melukai pelakunya bahkan lebih parah daripada musuhnya.)
- "I am now quite cured of seeking pleasure in society, be it country or town. A sensible man ought to find sufficient company in himself." (Sekarang aku sudah tak lagi mencari kesenangan dari keramaian, di desa maupun kota. Orang yang bijak seharusnya cukup menemukan teman dalam dirinya sendiri.)
- "It is for God to punish wicked people; we should learn to forgive." (Biarlah Tuhan yang menghukum orang jahat; tugas kita adalah belajar memaafkan.)
- "I'll be as dirty as I please, and I like to be dirty, and I will be dirty!" (Aku akan sekotor yang aku mau—aku suka begitu, dan memang akan begitu!)
- "I lingered round them, under that benign sky… and wondered how anyone could ever imagine unquiet slumbers for the sleepers in that quiet earth." (Aku berdiri lama di sana, di bawah langit yang tenang, melihat ngengat beterbangan di antara bunga liar dan mendengar angin lembut di rumput—dan bertanya-tanya bagaimana mungkin orang membayangkan mereka tak tidur damai di tanah setenang itu.)
- "How strange! I thought, though everybody hated and despised each other, they could not avoid loving me." (Aneh sekali! Kupikir, meski semua orang saling benci dan meremehkan, mereka tetap tak bisa menahan diri untuk menyukaiku.)
- "I have lost the faculty of enjoying their destruction, and I am too idle to destroy for nothing." (Aku sudah kehilangan kemampuan untuk menikmati kehancuran mereka—dan terlalu malas untuk menghancurkan tanpa alasan.)
- "Your presence is a moral poison that would contaminate the most virtuous." (Kehadiranmu seperti racun moral—bahkan bisa merusak orang yang paling baik sekalipun.)
- "He might as well plant an oak in a flowerpot, and expect it to thrive, as imagine he can restore her to vigour in the soil of his shallow cares!" (Sama saja seperti menanam pohon oak di pot kecil lalu berharap tumbuh subur—mustahil dia bisa memulihkan dirinya dengan perhatian yang dangkal begitu.)
- "Any relic of the dead is precious, if they were valued living." (Apa pun yang tersisa dari orang yang telah tiada akan terasa berharga—kalau dulu mereka benar-benar berarti saat masih hidup.)
Itu dia beberapa quotes dari Wuthering Heights. Apakah ada yang terasa relate denganmu?


















