Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi gula (pexels.com/mali maeder)
ilustrasi gula (pexels.com/mali maeder)

Sugar wax atau waxing gula semakin populer sebagai metode alami untuk menghilangkan bulu halus di tubuh, karena bahan-bahannya sederhana, aman, dan mudah dibuat sendiri di rumah. Selain lebih hemat dibanding perawatan di salon, sugar wax juga ramah kulit karena menggunakan campuran gula, air, dan perasan lemon tanpa bahan kimia tambahan.

Nah, agar hasilnya maksimal dan prosesnya nyaman, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan sebelum dan saat melakukan sugar wax di rumah. Yuk, simak pengertian, tips melakukan, hingga perawatan pasca sugar waxing!

1. Pengertian sugar hair removal

ilustrasi waxing (pexels.com/cottonbro studio)

Sugar hair removal adalah metode dengan mengoleskan pasta yang terbuat dari air, perasan lemon, dan gula. Pasta dioleskan berlawanan dari arah pertumbuhan rambut. Kemudian, larutan gula dioleskan searah dengan pertumbuhan bulu, yang seharusnya mengurangi rasa sakit dibandingkan waxing.

"Hasil sugaring bertahan sekitar empat minggu, yang serupa dengan kebanyakan perawatan epilasi. Seiring waktu, pertumbuhan rambut akan melambat dan perawatan akan lebih jarang dibutuhkan," kata ahli estetika Rachel Lee Lozina melansir Real Simple.

Sugarip waxing merupakan alternatif yang tidak terlalu menyakitkan, tidak terlalu mengiritasi, dan lebih melembapkan dibandingkan waxing tradisional, sehingga menjadikannya teknik penghilangan bulu yang ideal bagi kamu yang memiliki kulit sensitif. Dan meskipun kamu tentu bisa berkonsultasi dengan profesional berlisensi untuk melakukan ini, cara ini juga cukup mudah dan aman untuk dicoba di rumah. Untuk mencoba sugar waxing sendiri, kamu hanya perlu air, gula, dan sedikit perasan lemon.

2. Manfaat sugar waxing

ilustrasi kaki (pexels.com/MART PRODUCTION)

"Sugar wax adalah larutan alami yang terbuat dari gula, air, dan sari lemon yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Manfaatnya adalah hasil pengelupasan dan hidrasinya, yang biasanya tidak ditemukan setelah waxing biasa atau bercukur," kata ahli estetika Rachael Gallo, melansir Byrdie.

Beberapa manfaat sugar waxing antara lain:

  1. Bisa jadi tidak terlalu sakit dan lebih lembut dibandingkan dengan waxing tradisional.

  2. Gula larut dalam air, sehingga lebih mudah dibersihkan.

  3. Perawatan yang berulang-ulang dapat menyebabkan pertumbuhan kembali rambut menjadi lebih tipis dan lambat.

  4. Lebih hemat biaya daripada waxing tradisional.

3. Tips membuat sugar wax di rumah

Ilustrasi kaki (pexels.com/Daria Liudnaya)

Menurut Gallo, kamu hanya memerlukan tiga bahan:

  1. 1 cangkir gula putih

  2. 1/8 cangkir jus lemon (atau cuka sari apel)

  3. 1/8 cangkir air hangat

Cara melakukannya yaitu:

  1. Letakkan panci berukuran sedang di atas kompor dan masukkan semua bahan ke dalam panci.

  2. Didihkan campuran tersebut dengan api besar, pastikan untuk mengaduknya secara berkala supaya tidak gosong.

  3. Setelah campuran mulai menggelembung, kecilkan api menjadi sedang dan terus aduk secara berkala.

  4. Angkat panci dari api ketika adonan berubah menjadi cokelat keemasan. Konsistensi pasta gula seharusnya mirip dengan sirup panas. Jika kental seperti madu, mungkin tidak akan menempel di kulit, jadi panaskan sedikit lebih lama.

  5. Pindahkan ke mangkuk dan biarkan pasta mendingin selama 30 menit.

4. Tips mengaplikasikan sugar wax

ilustrasi kaki (pexels.com/Burst)

Sugar wax buatan sendiri ini bisa diaplikasikan pada wajah atau tubuh, asalkan panjang bulu minimal 0,6 cm. Sugar waxing memiliki nilai tambah karena tidak perlu kain strip. Cara ini juga lebih hemat biaya dibandingkan pilihan lain, seperti mengunjungi spesialis waxing atau membeli wax dan strip wax karena menggunakan bahan-bahan yang kemungkinan besar sudah kamu miliki.

Berikut cara melakukannya, menurut Dr. Hadley King, seorang dokter kulit:

  1. Selalu uji suhu dengan mengoleskan sedikit wax ke bagian dalam pergelangan tangan. Sugar wax seharusnya terasa hangat, tetapi tidak sakit atau perih.

  2. Oleskan gula pada bagian kecil, sebarkan gula searah pertumbuhan rambut.

  3. Tempelkan selembar kain di atas gula dan tekan dengan kuat. Atau, cukup tekan gula untuk membuat strip tipis.

  4. Diamkan kain selama beberapa detik, lalu tarik kulitmu hingga kencang dan segera lepaskan kain ke arah berlawanan dengan arah tumbuhnya bulu. Jika kamu tidak menggunakan kain, tarik strip wax.

  5. Setelah itu, tenangkan kulit dengan mengompresnya dengan dingin dan oleskan pelembap.

5. Perawatan pasca sugar waxing

Ilustrasi kaki (pexels.com/cottonbro studio)

Gunakan sabun dan air untuk membersihkan sisa pasta gula. Untungnya, pasta gula ini mudah larut karena terbuat dari bahan alami. Setelah itu, oleskan losion atau minyak tubuh yang menghidrasi agar kulit tetap lembut.

Lozina berkata, "Menjaga kulit tetap terhidrasi selama beberapa hari ke depan selalu merupakan ide bagus setelah perawatan. Selain itu, hindari penggunaan scrub dan air garam agar kulit tidak teriritasi."

Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, sugar wax bisa menjadi alternatif perawatan rumahan yang praktis, aman, dan hemat biaya. Kunci utamanya adalah memastikan adonan memiliki tekstur yang pas, kulit dalam keadaan bersih, serta teknik penarikan dilakukan dengan benar agar hasilnya halus dan minim iritasi. Jika dilakukan secara konsisten, sugar waxing di rumah bukan hanya membantu menjaga kebersihan kulit, tetapi juga memberikan rasa puas karena bisa merawat diri secara mandiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team