Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Woman Leadership ala Dian Sastro: Bangun Tim Seperti Keluarga

PRUI Bincang Karya #2-93.jpg
Dalam sebuah sesi live podcast Ngobrol Sore Semaunya di Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, Dian Sastro berbagi pandangan soal "woman leadership". (dok. Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025)
Intinya sih...
  • Gaya kepemimpinan yang humanisDian Sastrowardoyo menekankan pentingnya menghargai perjalanan dan memperlakukan anggota tim seperti keluarga, meningkatkan produktivitas secara alami.
  • Perempuan, inovasi, dan peran penting di dunia kerjaKehadiran Dian dan Putri Tanjung sebagai contoh nyata bagaimana perempuan bisa berinovasi dan memberikan dampak besar di bidang masing-masing.
  • Konsistensi dan keteguhan dalam berkaryaDian Sastrowardoyo menunjukkan ketekunan dalam berkarya, dengan kesibukan sebagai ibu dan istri, serta ingin mewariskan semangat kepada perempuan lain di Indonesia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik layar dunia perfilman dan bisnis, Dian Sastrowardoyo terus menorehkan jejaknya. Kini, peraih berbagai penghargaan di dunia akting itu lebih banyak berkarya sebagai kreator, pengusaha kuliner, fashion, fotografi, hingga film. Namun yang menarik dari perjalanan Dian bukan hanya bisnisnya, melainkan gaya kepemimpinan yang ia terapkan.

Dalam sebuah sesi live podcast Ngobrol Sore Semaunya di Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, Dian berbagi pandangan soal "woman leadership". Ia menekankan, bahwa kepemimpinan perempuan memiliki ciri khas yang lebih kekeluargaan, berorientasi pada proses, dan humanis.

“Aku menemukan leadership style dari perempuan yang sangat beda. Woman leadership ini lebih kekeluargaan. Mereka jauh lebih appreciate proses, bukan hasil,” ungkapnya.

1. Gaya kepemimpinan yang humanis

PRUI Bincang Karya #2-82.jpg
Dalam sebuah sesi live podcast Ngobrol Sore Semaunya di Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, Dian Sastro berbagi pandangan soal "woman leadership". (dok. Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025)

Bagi Dian, kepemimpinan perempuan tidak hanya soal target dan hasil akhir, melainkan juga menghargai perjalanan. Ia melihat setiap anggota tim sebagai bagian dari sebuah keluarga.

“Karena perempuan punya insting jadi ibu, sehingga team member itu layaknya keluarga. Setiap anggota tim merasa didengar, dihargai,” ujarnya.

Pendekatan ini membuat produktivitas meningkat secara alami. Menurut Dian, anggota tim justru rela melakukan lebih dari tugasnya karena merasa dihargai dan diakui. Kepemimpinan yang humanis ini membentuk budaya kerja yang penuh empati, rasa saling peduli, dan kolaborasi yang erat.

2. Perempuan, inovasi, dan peran penting di dunia kerja

PRUI Bincang Karya #2-86.jpg
Dalam sebuah sesi live podcast Ngobrol Sore Semaunya di Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, Dian Sastro berbagi pandangan soal "woman leadership". (dok. Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025)

Kehadiran Dian dalam podcast itu turut didampingi oleh Putri Tanjung, Direktur Transmedia sekaligus host. Keduanya menjadi contoh nyata bagaimana perempuan bisa berinovasi dan memberikan dampak besar di bidang masing-masing. Hal ini sejalan dengan misi HM Sampoerna, penyelenggara acara, yang mendorong peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan pengembangan, termasuk untuk perempuan.

Tak hanya itu, di tubuh Sampoerna sendiri, tercatat 37,5 persen posisi direktur dan kepala bagian diisi oleh perempuan. Perusahaan ini juga meraih sertifikasi EQUAL-SALARY sejak 2018, menegaskan komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan kerja inklusif dan berkeadilan.

3. Konsistensi dan keteguhan dalam berkarya

PRUI Bincang Karya #2-93.jpg
Dalam sebuah sesi live podcast Ngobrol Sore Semaunya di Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, Dian Sastro berbagi pandangan soal "woman leadership". (dok. Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025)

Di balik kesuksesan, ada kerja keras yang jarang terlihat. Dian bercerita tentang pengalamannya ketika harus mendalami peran baru sebagai seorang kutu buku. Dengan kesibukannya sebagai ibu dan istri, ia hanya bisa membaca larut malam. Bahkan, ia sering membaca dengan senter agar tidak mengganggu keluarganya.

“Saya setiap hari tidur jam 2 atau jam 3, saat semua anggota keluarga itu pada tidur. Itu baru me time gue,” kata Dian.

Ketekunan inilah yang ingin ia wariskan kepada perempuan lain di Indonesia. Lewat pesan yang penuh semangat, Dian menegaskan: “Buat seluruh perempuan di Indonesia yang mencari dirinya dalam pekerjaan atau apa pun, yes you can do it, you have it in you, you got this, you better than you think”.

Kepemimpinan ala Dian Sastro adalah refleksi dari nilai kekeluargaan, kerja keras, dan penghargaan pada proses. Ia menunjukkan, bahwa menjadi perempuan bukanlah hambatan untuk memimpin, melainkan keunggulan yang bisa membawa perubahan positif. Di tengah dunia kerja modern yang penuh tantangan, gaya kepemimpinan humanis yang ia terapkan menjadi bukti bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin terletak pada kemampuan untuk mendengar, memahami, dan menginspirasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us