Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tanda Kamu Telah Tumbuh Jadi Laki-laki Dewasa

5 Tanda Kamu Telah Tumbuh Jadi Laki-laki Dewasa
Ilustrasi pria dewasa (pexels.com/Redrecords ©️)

Kata orang, dewasa itu bukan sekadar angka. Melainkan juga pemikiran dan tingkah lakunya. Percuma seseorang sudah berusia kepala tiga, tapi kelakuannya masih kaya bocah. Lalai pada tanggung jawab, sering mengandalkan orangtua, tidak punya pekerjaan, dan lain sebagainya.

Apalagi ketika kamu terlahir sebagai seorang laki-laki. Tentu suatu saat bakal menjadi kepala keluarga, dong. Dimana kamu yang akan berperan sebagai nahkoda dari bahtera rumah tanggamu sendiri. Untuk itu, kamu harus tumbuh menjadi sosok pria dewasa. Tidak hanya secara usia, ya tetapi juga pemikirannya. 

Nah, di usiamu yang terbilang matang ini, apakah kamu yakin sudah berkembang menjadi laki-laki dewasa seutuhnya? Kalau masih ragu-ragu, cek kelima tandanya di bawah ini. Jika kelima poinnya ada padamu, bisa dipastikan kamu telah menjadi pria yang punya karakter dewasa.

1. Bertanggung jawab atas pilihan hidup dan segala risikonya

Ilustrasi bekerja di kebun (pexels.com/Michael Burrows)
Ilustrasi bekerja di kebun (pexels.com/Michael Burrows)

Tanda paling umum yang mengindikasikan kamu telah tumbuh jadi sosok lelaki dewasa adalah soal tanggung jawab. Berbeda dengan masa remaja dulu, dimana kamu masih suka lari dari tanggung jawab karena tidak siap dengan risikonya. Sekarang, kamu sadar betul semua pilihan ada konsekuensinya.

Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Misalnya, kamu memutuskan resign demi memulai usahamu sendiri. Dirimu sadar betul bahwa keputusan ini membuatmu kehilangan penghasilan tetap tiap bulan. Di awal memulai usaha kamu harus sangat berhemat dan cermat mengelola uang yang ada.

Situasi ini akan sangat berat, bila kamu belum cukup matang secara emosional. Beruntung, kini kamu telah tumbuh jadi pria dewasa yang gak gampang mengeluh. Keren, bro! 

2. Punya pengalaman hidup yang gak bisa diremehkan

Ilustrasi pria dewasa (pexels.com/Vlada Karpovich)
Ilustrasi pria dewasa (pexels.com/Vlada Karpovich)

Tentu saja untuk bisa menjadi pribadi yang dewasa secara emosional, butuh tempaan hidup yang tidak bisa diremehkan. Bahkan sejak kecil kamu sudah terlatih mandiri. Di usia remaja kamu mulai coba-coba mengembangkan bakat yang dimiliki. Tapi karena minimnya pengalaman dan pengetahuan, kamu harus menerima kegagalan yang bertubi-tubi. 

Beruntung, kamu gak menyerah begitu saja. Setiap kesalahan yang dilakukan justru dijadikan pelajaran. Lalu dengan sendirinya mendorongmu bangkit untuk mencoba lagi, sampai berhasil. Wajar jika di usia yang terbilang muda, kamu hampir mencapai kesuksesan yang diinginkan banyak orang. 

3. Kamu dikelilingi oleh teman-teman yang juga dewasa secara pemikiran, gak sekadar hura-hura

Ilustrasi main bilyard (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Ilustrasi main bilyard (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Sekarang coba lihat sekelilingmu! Mungkin hanya segelintir teman masa kecil yang masih bertahan di sisimu. Bukan karen kalian bermusuhan, tapi itu disebabkan oleh seleksi alam. Dulu, bersama teman-teman yang hilang ini kamu sering menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Bahkan condong pada kegiatan yang negatif. Seperti main judi, minum minuman keras secara berlebihan, bahkan sampai melakukan tindak kriminal. 

Berbeda dengan inner circle-mu saat ini. Kamu dikelilingi oleh teman-teman yang punya kedewasaan yang sama. Bahkan beberapa di antaranya jauh lebih matang lagi darimu. Dari mereka kamu belajar, bagaimana menjadi sosok pria dewasa yang sebenarnya. Tapi tetap saja, namanya juga pertemanan pasti sekali-kali kalian terlibat konflik atau ingin bersenang-senang bersama. 

Bedanya, ketika ada masalah kalian bisa menyelesaikannya dengan bijak, tak melulu mengandalkan otot. Sementara untuk urusan bersenang-senang, banyak cara yang dapat dilakukan tanpa harus berbuat sesuatu yang merugikan kesehatan bahkan keselamatan orang lain. Mantap betul! 

4. Punya gambaran soal masa depan dan tengah berproses untuk mewujudkannya

Ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/Ivan Samkov)
Ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/Ivan Samkov)

Sebagai calon imam dan kepala keluarga, seorang pria harus punya gambaran masa depan yang jelas. Tidak perlu muluk-muluk sampai menjadi orang yang kaya raya. Setidaknya, kamu memiliki rencana untuk masa depanmu nanti. Tak hanya itu, pria yang terhitung sudah dewasa dari segi emosional dan pemikiran, juga akan mengupayakan supaya cita-cita itu dapat terwujud. 

Makanya, saat ini kamu tengah berproses untuk bisa membuat mimpimu yang sering dibilang ketinggian itu bisa jadi kenyataan. Misalnya, kamu berharap bisa memiliki perusahaan sendiri sebelum usia 30 tahun. Gak heran, kalau dari umur 20-an, kamu sudah getol mengumpulkan uang sebagai modal dan mulai merintis usaha kecil-kecilan. Percaya, deh jika ditekuni angan-anganmu itu bakal jadi nyata. 

5. Soal pendamping kamu gak lagi menilai dari fisiknya saja, tapi lebih pada karakter dan kecocokan kalian

Ilustrasi couple goals (pexels.com/Matt Hardy)
Ilustrasi couple goals (pexels.com/Matt Hardy)

Bicara soal asmara, seorang laki-laki dewasa pasti punya sudut pandangnya sendiri. Kalau sewaktu remaja dulu, kamu masih mencari cewek yang cantik secara fisik, sekarang entah kenapa seleramu itu sudah gak berlaku lagi. Bukannya penampilan tidak penting, hanya saja tak lagi jadi yang utama.

Bagimu, wanita yang cerdas dan mandiri lebih menarik. Sebab melalui pemikiran dan sikapnya, aura cantik itu akan terpancar dengan sendirinya. Lagi pula sekarang kamu gak lagi mencari seorang pacar, kok. Tapi sosok pendamping hidup yang paling pas, untuk diajak membangun rumah tangga suatu hari nanti. 

Pasti kamu pernah dengar istilah yang mengatakan bahwa, tua itu takdir sementara dewasa adalah pilihan. Nah, artinya setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi sosok pria dewasa. Tergantung mau atau tidak. Kalau kamu sendiri bagaimana, apakah kelima tanda di atas sudah ada pada dirimu? Jika iya, selamat, ya! Tetapi bila belum jangan berkecil hati. Masih ada waktu untuk memperbaiki diri, kok. Semangat! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Angel Rose
EditorAngel Rose
Follow Us