Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tersenyum (pexels.com/Rahul Shah)
ilustrasi tersenyum (pexels.com/Rahul Shah)

Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Ada kalanya kita merasa kehilangan arah, bingung, atau bahkan merasa tidak berdaya menghadapi situasi yang sulit. Namun, penting untuk diingat bahwa kemampuan untuk bangkit kembali ada di tangan kita sendiri.

Kita hanya perlu menyadari potensi yang kita miliki untuk melawan keterpurukan. Dengan tekad yang kuat, segala sesuatu bisa berubah menjadi lebih baik. Berikut adalah tujuh perilaku yang bisa kamu terapkan untuk memotivasi diri saat hidup terasa mulai berantakan.

1. Fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan

ilustrasi fokus (pexels.com/Pixabay)

Ketika segalanya terasa kacau, cobalah untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang berada dalam kendali kamu. Menghabiskan energi untuk mengkhawatirkan sesuatu yang tidak bisa diubah hanya akan menambah stres. Mulailah dengan membuat daftar kecil hal-hal yang bisa kamu lakukan hari ini untuk memperbaiki keadaan.

Sebagai contoh, jika pekerjaan terasa menumpuk, pecahlah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang bisa dikelola. Dengan begitu, kamu tidak hanya merasa lebih terorganisir tetapi juga mendapatkan pencapaian kecil yang memotivasi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga membantu kamu menjadi lebih produktif.

2. Luangkan waktu untuk diri sendiri

ilustrasi bersantai (pexels.com/Burst)

Sering kali, tekanan hidup membuat kita lupa untuk memberikan waktu kepada diri sendiri. Padahal, momen istirahat bisa menjadi cara efektif untuk mereset pikiran dan emosi. Carilah aktivitas yang kamu nikmati, seperti membaca buku, berjalan-jalan, atau mendengarkan musik favorit.

Melakukan refleksi juga penting dalam waktu ini. Tanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya kamu butuhkan untuk merasa lebih baik. Jawaban atas pertanyaan ini bisa membantu kamu menentukan langkah berikutnya. Luangkan waktu untuk menulis jurnal sebagai cara untuk mengekspresikan pikiran dan emosi.

3. Jaga pola hidup sehat

ilustrasi olahraga (pexels.com/RDNE Stock project)

Kesehatan fisik dan mental memiliki hubungan yang sangat erat. Ketika hidup terasa berantakan, pastikan kamu tetap menjaga pola makan yang seimbang, berolahraga secara teratur, dan mendapatkan tidur yang cukup. Tubuh yang sehat akan memberikan energi tambahan untuk menghadapi tantangan.

Jika olahraga terasa berat, mulailah dengan langkah sederhana seperti berjalan kaki selama 10 menit setiap hari. Aktivitas kecil ini bisa memberikan dampak positif yang besar pada suasana hati kamu. Selain itu, konsumsi makanan yang bergizi seperti sayuran dan buah-buahan juga bisa membantu memperbaiki mood kamu.

4. Temukan dukungan dari orang terdekat

ilustrasi teman (pexels.com/Helena Lopes)

Tidak ada salahnya meminta bantuan saat kamu merasa kewalahan. Berbicara dengan teman atau keluarga yang kamu percaya bisa memberikan perspektif baru dan dukungan emosional. Mereka mungkin tidak memiliki solusi langsung, tetapi kehadiran mereka saja bisa membantu mengurangi beban yang kamu rasakan.

Selain itu, bergabung dengan komunitas atau kelompok yang memiliki minat serupa bisa menjadi cara lain untuk mendapatkan dukungan. Kamu akan merasa tidak sendirian dan mungkin menemukan inspirasi dari pengalaman orang lain. Dukungan emosional yang kuat sering kali menjadi kunci untuk bangkit dari keterpurukan.

5. Tetapkan tujuan kecil yang realistis

ilustrasi berpikir (pexels.com/Michael Burrows)

Ketika hidup terasa berat, menetapkan tujuan besar sering kali terasa mustahil. Sebagai gantinya, fokuslah pada tujuan kecil yang realistis dan dapat dicapai. Setiap kali kamu berhasil mencapai satu tujuan kecil, itu akan memberikan rasa pencapaian dan motivasi untuk melangkah lebih jauh.

Misalnya, jika kamu merasa sulit untuk bangun pagi, tetapkan tujuan sederhana seperti bangun 15 menit lebih awal setiap hari. Langkah kecil ini bisa membantu membangun kebiasaan positif secara perlahan. Dengan konsistensi, kamu akan terkejut melihat seberapa banyak perubahan yang bisa terjadi.

6. Ubah pola pikir negatif

ilustrasi berpikir (pexels.com/Ron Lach)

Pikiran negatif sering kali menjadi musuh terbesar ketika hidup terasa berantakan. Cobalah untuk mengidentifikasi pola pikir negatif yang muncul dan ganti dengan afirmasi positif. Misalnya, daripada mengatakan "Aku tidak mampu," gantilah dengan "Aku sedang belajar dan berkembang."

Meskipun terdengar sederhana, perubahan kecil dalam cara berpikir ini bisa memiliki dampak besar pada cara kamu memandang situasi. Jangan ragu untuk mencatat afirmasi positif dan membacanya setiap hari untuk memperkuat keyakinan diri kamu. Dengan pola pikir yang lebih positif, kamu akan lebih siap menghadapi tantangan.

7. Jangan takut memulai lagi dari awal

ilustrasi fokus (pexels.com/Ron Lach)

Kadang-kadang, yang kamu butuhkan adalah keberanian untuk memulai lagi dari awal. Tidak ada yang salah dengan melepaskan sesuatu yang tidak lagi membawa kebahagiaan atau kepuasan dalam hidup kamu. Anggaplah ini sebagai kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik.

Mulailah dengan membuat rencana sederhana tentang apa yang ingin kamu capai dan langkah-langkah yang perlu diambil. Dengan pandangan yang segar, kamu akan merasa lebih termotivasi untuk melangkah ke depan. Jangan lupa untuk merayakan setiap kemajuan kecil yang berhasil kamu raih. Hal ini akan memperkuat semangat kamu untuk terus maju.

Memotivasi diri saat hidup terasa berantakan memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Ingatlah bahwa setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Percayalah, kamu memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Semua dimulai dari niat dan tindakan sederhana yang konsisten.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team