Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Alasan Mengapa Resolusi Tahun Baru Pria Sering Susah Direalisasikan

ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru
ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya sih...
  • Resolusi terlalu besar dan berat, sulit direalisasikan
  • Tujuan resolusi kurang kuat, tidak mendesak untuk dicapai
  • Awal tahun bukan waktu yang nyaman untuk perubahan besar dalam hidup
  • Hidup gak dapat diprediksi, ada saja kejutan yang mengacaukan rencanamu
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudah menjadi sebuah tradisi bahwa merayakan tahun baru salah satunya dengan membuat resolusi. Namun, seperti yang sudah-sudah, resolusi sering sangat susah direalisasikan. Memasuki bulan Februari, mungkin kamu sudah kembali ke kebiasaan lama dan melupakan resolusi yang dibuat.

Membuat resolusi tahun baru adalah hal yang baik, karena bisa digunakan sebagai tujuan yang ingin dicapai di tahun yang baru. Kamu perlu tahu alasan apa yang membuat resolusi tahun baru pria sering gagal. Sehingga di tahun ini, kamu bisa lebih disiplin dalam merealisasikannya. Jadi, cek apa saja alasan mengapa resolusi tahun baru pria sering gagal di bawah ini ya, bro!

1. Kamu menetapkan resolusi yang terlalu berat agar terdengar menarik di awal

ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru
ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Resolusi terkadang dibuat terlalu besar dan berat. Memang, resolusi yang besar terdengar lebih menarik untuk menyambut tahun yang baru. Namun, jika resolusinya terlalu besar, kamu akan kesulitan untuk merealisasikannya. Daripada membuat resolusi yang besar dan terlalu berat dijalankan, cobalah untuk membagi resolusi tersebut menjadi tujuan yang lebih kecil dan sederhana.

Daripada langsung menetapkan resolusi untuk latihan beban di gym lima hari seminggu, cobalah untuk membiasakan diri jogging santai dulu di dekat rumah seminggu sekali. Ini berlaku untuk apa pun resolusi besar kamu. Sederhanakan menjadi hal yang lebih mudah dilakukan, dan tingkatkan secara bertahap, meski gak terdengar menarik saat kamu menuliskan resolusi tersebut di awal tahun.

2. Tujuan untuk mewujudkan resolusi kurang kuat, sehingga kamu gak menganggapnya penting untuk dicapai

ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru
ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Banyak resolusi ditetapkan tanpa tujuan yang kuat. Misalnya ingin lebih rajin berolahraga atau ingin menabung lebih banyak, tetapi kamu gak memiliki alasan kuat mengapa harus melakukan hal itu. Sehingga resolusi yang kamu buat tidak terasa mendesak untuk dilakukan. Akhirnya kamu merasa santai dan menoleransinya jika gak mewujudkannya.

Bahkan berpikiran bahwa masih ada tahun depan untuk merealisasikannya. Berbeda ketika kamu membuat resolusi dengan tujuan yang lebih kuat dan pasti. Di mana kalau gak kamu lakukan, maka akan ada hal yang gak nyaman dalam hidupmu. Ini bisa mendorongmu untuk mau gak mau merealisasikan resolusinya, bro.

3. Awal tahun bukan waktu yang nyaman untuk melakukan perubahan besar dalam hidup

ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru
ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru (pexels.com/Bich Tran)

Januari menjadi momen untuk merealisasikan resolusi yang kamu buat. Tapi sering gak disadari, Januari sebenarnya adalah waktu yang kurang nyaman untuk melakukan perubahan signifikan dalam hidup. Bayangkan, kamu habis libur panjang, mendapatkan uang tambahan, bertemu keluarga, berlibur ke tempat yang menyenangkan, makan makanan tinggi kalori di akhir tahun. Lalu tiba-tiba kamu dihadapkan dengan kewajiban yang menuntut untuk lebih disiplin.

Misalnya jadi harus diet ketat dan rajin berolahraga demi resolusi penurunan berat badan. Hingga harus bekerja lebih keras dan berhemat untuk menambah tabungan. Hal-hal yang bertolak belakang akan sulit dilakukan tubuh secara mendadak. Karena tubuh akan cenderung mencari hal yang nyaman dan lebih efisien untuk dilakukan. Sehingga ujung-ujungnya kamu kembali ke kebiasaan lama karena perubahan yang terlalu berat untuk dilakukan.

4. Hidup gak dapat diprediksi, ada saja kejutan yang mengacaukan rencanamu

ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru
ilustrasi pria susah merealisasikan resolusi tahun baru (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kehidupan memang penuh kejutan. Kamu bisa saja membuat resolusi yang detail beserta jadwal dan target waktu untuk merealisasikannya. Namun, kehidupan gak bisa diprediksi lho, bro. Ada saja hal yang merusak usahamu untuk merealisasikan resolusi tahun baru di luar perkiraannmu.

Pergantian karier pekerjaan, anggota keluarga yang sakit, hingga perbaikan rumah atau kendaraan yang mendadak bisa membuat jadwal dan rencana yang kamu susun kacau. Dan ketika sudah kacau, semangat untuk melanjutkan resolusi bisa menurun. Solusinya adalah lebih fleksibel dalam menghadapi kehidupan yang penuh kejutan. Mulai dengan kebiasaan kecil yang bisa memberi perubahan, alih-alih langsung berusaha mengejar resolusi yang terlalu kaku dan harus tercapai.

Dengan memahami alasan mengapa resolusi tahun barumu susah tercapai, kamu bisa lebih berhati-hati dalam menyusun dan merealisasikannya. Sehingga, resolusi tahun baru gak hanya euforia di awal tahun saja. Namun, menjadi hal yang benar-benar memberi dampak positif dalam kehidupanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More

5 Zodiak yang Menikmati Proses PDKT Bertahap, Lama Tapi Penuh Warna!

04 Jan 2026, 06:15 WIBMen