Bagi banyak orang, pekerjaan bukan sekadar aktivitas delapan jam di kantor, tetapi juga beban pikiran yang ikut pulang ke rumah. Tanpa disadari, urusan kantor sering menyusup ke waktu istirahat, makan malam, bahkan saat berkumpul bersama keluarga. Kondisi ini kerap dianggap wajar, padahal dampaknya bisa cukup serius.
Membawa masalah kantor ke rumah bukan hanya soal pikiran yang lelah, tetapi juga menyangkut kualitas hidup secara keseluruhan. Rumah seharusnya menjadi ruang aman untuk beristirahat dan memulihkan energi. Jika batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi terus kabur, keseimbangan hidup pun perlahan terkikis.
