ilustrasi hubungan intim suami istri (unsplash.com/Becca Tapert)
Walaupun sebagian bentuk kemesraan tidak secara langsung membatalkan puasa, banyak ulama tetap menganjurkan sikap kehati-hatian selama Ramadan. Anjuran ini bukan bertujuan melarang kasih sayang dalam rumah tangga, melainkan menjaga kualitas ibadah tetap optimal.
Puasa pada hakikatnya adalah latihan pengendalian diri secara menyeluruh, baik dari lapar, emosi, maupun dorongan syahwat. Aktivitas yang berpotensi memicu rangsangan fisik dikhawatirkan dapat menjadi pintu menuju hal yang membatalkan puasa tanpa disadari.
Beberapa alasan kemesraan dianjurkan untuk dibatasi antara lain:
Menghindari risiko puasa batal secara tidak sengaja
Menjaga kekhusyukan dan fokus ibadah
Melatih kontrol diri terhadap hawa nafsu
Memaksimalkan nilai spiritual Ramadan
Dengan menjaga batasan tersebut, puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga memberikan dampak spiritual yang lebih mendalam. Ramadan pun menjadi momen untuk memperkuat hubungan dengan pasangan sekaligus meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT secara seimbang.
Pada akhirnya, jawaban dari pertanyaan apakah menyentuh payudara membatalkan puasa adalah tidak, selama tidak menyebabkan keluarnya air mani dan tidak berujung pada hubungan intim di siang hari Ramadan.
Meski diperbolehkan dalam batas tertentu, pasangan suami istri tetap dianjurkan menjaga sikap selama berpuasa agar ibadah berjalan lebih sempurna dan terhindar dari hal-hal yang berpotensi membatalkan puasa.
Apakah menyentuh payudara saat puasa membatalkan puasa? | Tidak. Menyentuh payudara istri tidak otomatis membatalkan puasa selama tidak menyebabkan keluarnya air mani dan tidak berujung pada hubungan intim. Puasa tetap sah jika pelaku mampu mengendalikan diri. |
Apakah bercumbu atau berciuman saat puasa diperbolehkan? | Bercumbu atau berciuman diperbolehkan menurut mayoritas ulama selama tidak menimbulkan syahwat berlebihan yang menyebabkan keluarnya mani atau mengarah pada hubungan intim. Namun, aktivitas ini bisa menjadi makruh jika dikhawatirkan sulit dikendalikan. |
Apa perbedaan mani dan madzi dalam hukum puasa? | Air mani yang keluar karena rangsangan sengaja dapat membatalkan puasa dan wajib diganti di hari lain. Sementara madzi (cairan bening sebelum mani) tidak membatalkan puasa, tetapi tetap mewajibkan seseorang membersihkan diri sebelum salat. |
Apakah hubungan suami istri di siang hari Ramadan memiliki konsekuensi khusus? | Ya. Hubungan intim (jima’) di siang hari Ramadan membatalkan puasa dan mewajibkan qadha serta kafarat, yaitu berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin jika tidak mampu. |