5 Kebiasaan Pria Saat Puasa yang Sebaiknya Ditinggalkan

Ramadan bukan hanya untuk menahan lapar dan haus, tapi juga memperbaiki diri dengan meninggalkan kebiasaan buruk yang sering dilakukan pria.
Hindari begadang tanpa tujuan, terlalu banyak bermain media sosial, menunda ibadah, makan berlebihan saat berbuka, dan mudah marah karena lapar.
Usahakan untuk lebih fokus beribadah, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta meraih keberkahan penuh selama bulan suci Ramadan.
Ramadan bukan hanya tentang menahan haus dan lapar. Bulan yang penuh berkah ini sebaiknya dimanfaatkan dengan maksimal. Mulai dari lebih banyak beribadah, bersedekah, dan berusaha menjadi versi yang lebih baik dari diri kita.
Sebagian pria terkadang menganggap Ramadan hanya sebagai bulan untuk berpuasa. Tak heran jika banyak yang menjalaninya hanya sebatas formalitas. Padahal, bulan suci ini seharusnya dimanfaatkan baik dengan meninggalkan lima kebiasaan buruk berikut ini.
1. Begadang tanpa tujuan yang jelas

Ayo, ngaku siapa diantara kalian yang suka begadang? Kebanyakan pria memang suka begadang. Ada yang begadang karena kerjaan, melakoni hobi, atau sekadar menonton dan scrolling media sosial. Namun, saat bulan puasa sebaiknya bijaklah dalam menggunakan waktumu. Hindari begadang tanpa tujuan yang jelas.
Di bulan Ramadan jam tidur akan berubah karena harus bangun sahur. Kurang tidur bisa berpengaruh pada kesehatan, stamina tubuh, suasana hati, dan bikin gak fokus. Ramadan seharusnya jadi momen untuk membangun sikap disiplin. Menghindari begadang selama puasa akan membantumu lebih berenergi, produktif dan gak lemas. Jadi, gak usah begadang kalau gak ada tujuan yang penting, ya.
2. Kebanyakan scrolling media sosial

Waktu luang saat ngabuburit menunggu berbuka atau setelah makan sahur sering jadi momen gabut. Banyak orang bingung mau ngapain. Biasanya, waktu ini digunakan untuk bermain media sosial. Scroll sosmed memang mengasyikkan, apalagi di waktu yang kosong. Tetapi, jika terus-menerus dilakukan, bisa bikin kecanduan.
Daripada menghabiskan waktu di depan layar ponsel, mending gunakan untuk beribadah. Ingatlah bahwa ibadah yang dilakukan di bulan ramadan akan dilipatgandakan. Jadi, kejarlah berkah dan amalan di waktu yang istimewa ini. Kebanyakan melihat sosial media juga bisa berpengaruh pada mental, fokus, dan prodcuktivitas kamu, lho.
3. Menunda-nunda ibadah

Kebiasaan menunda ibadah sering dilakukan oleh banyak orang. Alasannya bisa berbagai macam. Namun, jika tidak ada hal yang mendesak, sebaiknya segera lakukan ibadah jika sudah waktunya. Sebab, sebaik-baiknya ibadah adalah yang dilakukan di awal waktu.
Jika kamu terbiasa menunda ibadah, maka ubahlah kebiasaan tersebut selama Ramadan. Prokrastinasi bisa membuat kamu jadi kurang disiplin dan malah bisa memengaruhi kebiasaan lainnya. Akhirnya, kamu malah tidak merasakan esensi nikmatnya ibadah di bulan Ramadan. Padahal, di bulan inilah waktunya untuk memupuk ibadah sebanyak-banyaknya.
4. Makan berlebihan saat berbuka

Buka puasa adalah waktu yang dinantikan selama bulan Ramadan. Setelah seharian berpuasa, akhirnya kamu bisa melepas dahaga dan lapar. Tak sedikit pria yang menjadikan waktu ini sebagai momen "balas dendam". Mereka akan memakan sebanyak mungkin makanan, memenuhi isi piring, dan minum berbagai jenis minuman.
Tetapi, makan berlebihan saat berbuka justru bisa menyebabkan kembung dan lesu. Perut yang kekenyangan juga bikin kamu gak fokus dan jadi ngantuk saat salat tarawih. Solusinya, makanlah dengan porsi yang seimbang. Penuhi nutrisi tubuh dengan protein, serat, dan karbohidrat yang seimbang. Hindari kalap mengambil makanan dan akhirnya malah bikin kamu kekenyangan.
5. Menjadikan rasa lapar sebagai alasan untuk marah saat puasa

Banyak orang sering lupa esensi dari berpuasa. Selain menahan lapar, kita juga harus menahan hawa nafsu dan amarah. Faktanya, kalimat tersebut masih sulit dijalankan bagi sebagian orang. Banyak hal yang bisa memicu amarah. Mulai dari perihal pekerjaan, keuangan, tanggung jawab, dan hubungan. Hal itu bisa semakin buruk dalam kondisi perut yang lapar.
Padahal, salah satu tujuan utama puasa adalah disiplin emosional. Hindari menjadikan kondisi lapar saat puasa sebagai alasan kamu bersikap kasar. Ramadan adalah waktu untuk melatih kesabaran. Saat ada hal yang bisa memancing amarah, bernapaslah sejenak dan berpikir dengan tenang. Jangan biarkan emosi menguasai dirimu. Gak mau kan, ibadah puasa kamu batal karena gak bisa menahan emosi?
Ramadan seharusnya digunakan untuk refleksi diri dan mencoba menjadi versi terbaik dari diri kita. Dengan meninggalkan lima kebiasaan di atas, kamu bisa lebih fokus ibadah dan meraih keberkahan di bulan suci.


















