Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Aturan Pakai Celana Dalam saat Ihram, Pria Wajib Tahu!

3 Aturan Pakai Celana Dalam saat Ihram, Pria Wajib Tahu!
ilustrasi laki-laki memakai ihram (pexels.com/M1DDL3 M7N)
Intinya Sih
  • Selama ihram, pria wajib melepas semua pakaian berjahit termasuk celana dalam sebagai simbol kesetaraan di hadapan Allah dan mengikuti ketentuan syariat.
  • Jika tetap memakai pakaian berjahit tanpa alasan medis, jemaah dikenai dam berupa sembelihan kambing, memberi makan enam orang miskin, atau puasa tiga hari.
  • Agar tetap nyaman tanpa celana dalam, disarankan memakai sabuk ihram kuat, oleskan pelembap tanpa aroma, dan gunakan teknik lipatan ganda pada kain ihram.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bayangkan kamu sudah berada di tanah suci, matahari sedang terik, dan kamu harus melakukan tawaf di antara ribuan orang. Tiba-tiba muncul keraguan di kepala, bolehkah memakai celana dalam saat ihram bagi laki-laki atau memang harus dilepas total? Pertanyaan ini sering bikin jemaah pria, terutama yang baru pertama kali umrah atau haji, merasa khawatir berlebihan soal kenyamanan area sensitif mereka di balik dua lembar kain putih.

Masalahnya, kalau kamu asal pakai tanpa tahu ilmunya, ibadah kamu terancam gak sempurna atau malah terkena denda. Kamu pasti gak mau sudah jauh-jauh ke Makkah tapi malah melanggar larangan ihram cuma gara-gara urusan sepele seperti pakaian dalam, kan? Makanya, memahami aturan ini hukumnya wajib supaya hati tenang dan fokus ibadah kamu jadi lebih maksimal.


Table of Content

1. Lepas semua pakaian yang memiliki jahitan

1. Lepas semua pakaian yang memiliki jahitan

ilustrasi laki-laki memakai ihram
ilustrasi laki-laki memakai ihram (pexels.com/Ghasiq Anjum)

Aturan utama saat memakai kain ihram bagi pria adalah menanggalkan semua pakaian yang dijahit mengikuti bentuk tubuh. Ini termasuk celana dalam, celana pendek, atau jenis pakaian apa pun yang biasanya kamu pakai sehari-hari. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kesetaraan penuh di hadapan Sang Pencipta, di mana gak ada lagi perbedaan status sosial yang terlihat dari pakaian yang dikenakan.

Larangan ini berlandaskan hadis sahih saat Rasulullah SAW ditanya tentang pakaian jemaah haji.

 Beliau menjawab: "Janganlah memakai baju, sorban, celana, penutup kepala, dan sepatu yang menutupi mata kaki." (HR. Bukhari & Muslim). 

Jadi, memang sudah sangat jelas kalau memakai celana dalam itu gak diperbolehkan selama masa ihram berlangsung, ya. Memang awalnya bakal terasa sedikit aneh, tapi tenang saja, semua jemaah pria juga merasakan hal yang sama kok!


2. Pahami konsekuensi jika tetap nekat memakai

ilustrasi laki-laki memakai ihram
ilustrasi laki-laki memakai ihram (pexels.com/Fahad Puthawala)

Mungkin kamu merasa risih atau takut lecet jika harus berjalan jauh tanpa pelapis tambahan. Namun, kalau kamu sengaja memakainya padahal sudah tahu aturannya, maka kamu diwajibkan untuk membayar denda atau yang sering disebut dam. Kecuali kalau ada kondisi medis darurat yang memang mengharuskan kamu memakainya, itu pun tetap ada aturan mainnya sesuai dengan ketentuan syariat.

Dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji, dijelaskan bahwa memakai pakaian berjahit adalah salah satu larangan keras dalam ihram. Jika dilakukan karena alasan mendesak seperti sakit atau kebutuhan medis, kamu harus memilih antara menyembelih seekor kambing, memberi makan enam orang miskin, atau berpuasa selama tiga hari. Jadi, jangan coba-coba untuk melanggar hanya karena merasa gak nyaman, lebih baik uangnya digunakan untuk sedekah daripada untuk membayar denda.


3. Gunakan trik agar tetap nyaman tanpa celana dalam

ilustrasi laki-laki memakai ihram
ilustrasi laki-laki memakai ihram (pexels.com/Sadullah Habibi)

Menjaga kenyamanan area privat saat ihram, memerlukan persiapan yang bikin kamu terhindar dari rasa lengket atau lecet yang mengganggu fokus ibadah. Biar pengalaman tawaf dan sai kamu tetap lancar tanpa gangguan fisik, kamu perlu menerapkan beberapa trik khusus agar tetap percaya diri meski tanpa lapisan celana dalam tambahan.

  • Gunakan sabuk ihram yang kuat
    Karena kamu gak memakai celana dalam, kain ihram bagian bawah menjadi satu-satunya pelindung privasi kamu. Sabuk ini berfungsi sebagai pengikat agar lilitan kain tetap pada posisinya dan gak mudah melorot saat kamu banyak bergerak atau terkena desakan jemaah lain. Dengan ikatan yang kuat, kamu gak perlu sering membetulkan kain, sehingga perhatian kamu tetap terjaga sepenuhnya pada rukun ibadah yang sedang dijalani.
  • Oleskan pelembap tanpa aroma
    Gesekan antar kulit paha saat berjalan jauh dalam kondisi tanpa pakaian dalam kerap memicu iritasi atau lecet yang sangat perih. Kamu bisa mengoleskan pelembap kental di area lipatan paha sebelum memulai niat ihram untuk menciptakan lapisan pelindung yang mengurangi gesekan antar kulit. Pastikan produk yang kamu gunakan benar-benar bebas dari wangi-wangian agar gak melanggar larangan ihram terkait penggunaan parfum atau produk beraroma.
  • Gunakan teknik lipatan ganda
    Cara kamu melilitkan kain sangat berpengaruh pada sirkulasi udara dan dukungan terhadap gerak tubuh kamu. Buatlah lipatan dalam yang cukup lebar di bagian tengah sebelum memasang sabuk untuk memberikan ruang gerak yang lebih bebas pada kaki. Teknik ini membantu mencegah kain menempel langsung ke kulit saat kamu mulai berkeringat, sehingga area sensitif tetap terasa kering dan kamu gak bakal merasa risih selama berjam-jam.

Jadi, jawaban dari bolehkah memakai celana dalam saat ihram bagi laki-laki adalah secara mutlak tidak diperbolehkan demi menjaga keabsahan ibadah. Jangan biarkan kekhawatiran soal kenyamanan menghalangi kekhusyukan kamu menuju rumah Allah SWT. Semangat ibadahnya, semoga perjalanan suci kamu lancar dan setiap tantangan yang dihadapi menjadi penggugur dosa yang manis!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us