ilustrasi shalat berjamaah (pexels.com/Mohit Sharma)
Masbuk saat salat Ied tetap diperbolehkan dalam Islam, sebagaimana pada salat berjamaah lainnya. Ketika kamu datang terlambat, kamu tidak perlu menunggu atau mengulang dari awal. Justru, kamu dianjurkan langsung mengikuti posisi imam saat itu.
Misalnya, jika imam sedang rukuk atau sujud, kamu langsung menyesuaikan gerakan tersebut setelah takbiratul ihram. Hal ini menunjukkan bahwa berjamaah tetap menjadi prioritas, meskipun kamu datang di tengah pelaksanaan salat. Dengan begitu, kamu tetap mendapatkan keutamaan salat berjamaah.
Ketentuan ini tidak hanya berlaku pada salat Ied, tetapi juga pada semua salat berjamaah. Artinya, konsep masbuk sudah diatur dengan jelas dalam syariat Islam. Jadi, kamu tidak perlu ragu untuk langsung bergabung saat datang terlambat.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا جِئْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ وَنَحْنُ سُجُودٌ فَاسْجُدُوا، وَلَا تَعُدُّوهَا شَيْئًا، وَمَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ، فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ
Artinya: “Jika kamu datang ke salat dan kami sedang sujud, maka ikutlah sujud dan jangan menghitungnya sebagai satu rakaat. Barangsiapa mendapatkan rukuk, maka ia mendapatkan satu rakaat.”
Hadis ini menegaskan bahwa ketika kamu datang dalam kondisi imam sedang sujud, maka ikutlah sujud. Namun, gerakan tersebut tidak dihitung sebagai satu rakaat jika kamu tidak mendapatkan rukuk. Ini menjadi dasar penting dalam memahami konsep masbuk.
Dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa jika imam sedang rukuk, maka kamu dianjurkan langsung rukuk. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam mengikuti imam tanpa harus mengulang bagian yang sudah terlewat. Dengan kata lain, kamu cukup menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.
Dengan memahami dalil ini, kamu bisa lebih tenang saat mengalami masbuk dalam salat Ied. Kamu tidak perlu panik atau bingung harus memulai dari mana. Yang terpenting adalah tetap mengikuti imam sesuai keadaan yang kamu dapati.