Keutamaan Salat Utaqo di Bulan Syawal Lengkap dengan Tata Caranya

- Salat Utaqo adalah amalan sunah di bulan Syawal yang bermakna permohonan pembebasan dari siksa neraka, dilakukan sebagai bentuk syukur dan penyempurna ibadah setelah Ramadan.
- Ibadah ini terdiri dari delapan rakaat dengan dua rakaat satu salam, dapat dilaksanakan kapan saja selama Syawal, dan dianjurkan dilakukan di waktu sepi untuk meningkatkan kekhusyukan.
- Keutamaannya mencakup pengampunan dosa, ketenangan batin, serta limpahan hikmah bagi yang mengerjakannya dengan ikhlas, bahkan dijanjikan kemuliaan wafat dalam keadaan syahid.
Salat Utaqo atau yang populer dikenal sebagai Salat Itqun Minannar, merupakan amalan sunah yang dilakukan di bulan Syawal sebagai bentuk permohonan agar dibebaskan dari siksa api neraka. Ibadah ini menjadi salah satu tradisi spiritual yang dijalankan oleh sebagian umat Muslim untuk menyempurnakan kegembiraan Idul Fitri dengan sujud syukur dan doa yang mendalam.
Melaksanakan salat ini di bulan Syawal, dipercaya memiliki fadhilah yang besar sebagai penutup rangkaian ibadah setelah berjuang sebulan penuh di bulan Ramadan. Dengan niat yang tulus dan tata cara yang benar, salat ini diharapkan menjadi wasilah bagi kita untuk mendapatkan ketenangan batin serta rida dari Allah SWT.
1. Mengenal makna salat Utaqo

Secara harfiah, kata utaqo atau itqun memiliki arti pembebasan, yang dalam konteks ini merujuk pada pembebasan hamba dari belenggu dosa dan ancaman api neraka. Amalan ini biasanya dikaitkan dengan riwayat yang menganjurkan salat sunah delapan rakaat di bulan Syawal sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan iman yang telah diraih.
Landasan pelaksanaan ibadah ini sering kali ditemukan dalam kitab-kitab klasik ulama terdahulu sebagai amalan tambahan untuk memperkuat kedekatan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Meski statusnya adalah sunah, antusiasme masyarakat dalam menjalankannya menunjukkan betapa tingginya semangat untuk menjaga momentum ketakwaan setelah Ramadan berakhir.
2. Ketentuan dan waktu pelaksanaan

Salat Utaqo dilaksanakan sebanyak delapan rakaat, yang dilakukan dengan metode dua rakaat sekali salam sebagaimana salat sunah pada umumnya. Waktu pelaksanaannya sangat fleksibel, baik siang hari maupun malam hari sepanjang bulan Syawal masih berlangsung.
Melansir berbagai referensi literatur Islam, tidak ada tanggal khusus yang membatasi pelaksanaan salat ini selama masih berada di bulan Syawal. Namun, banyak ulama menyarankan agar ibadah ini dilakukan di waktu sepi, seperti sepertiga malam terakhir, agar kekhusyukan doa dan komunikasi personal dengan Allah SWT dapat terjalin lebih intens.
3. Tata cara melaksanakan salat Utaqo

Tata cara melaksanakan salat sunah Utaqo adalah sebagai berikut.
1. Mengawali dengan membaca niat, “Usholli sunnatal 'utaqoo-i rok'ataini lillahi ta'ala”
2. Pada setiap rakaatnya, setelah membaca Surat Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali dengan penuh penghayatan akan makna keesaan Allah.
3. Gerakan salat dilakukan secara normal mulai dari rukuk, iktidal, sujud, hingga diakhiri dengan salam pada setiap dua rakaatnya hingga genap delapan rakaat.
4. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian delapan rakaat tersebut, sangat dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, melainkan duduk tenang sejenak untuk berzikir dan melafazkan selawat Nabi.
4. Doa dan zikir setelah salat Utaqo

Selesai melaksanakan delapan rakaat, bacalah tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (La ilaha illallah), dan takbir (Allahu Akbar) masing-masing sebanyak 70 kali. Zikir ini berfungsi sebagai pembersih hati dan penguat jiwa agar tetap konsisten dalam jalur kebaikan setelah bulan suci berakhir.
Setelah berzikir, kamu bisa memanjatkan doa secara personal yang berisi permohonan ampunan atas segala kekhilafan di masa lalu dan perlindungan dari siksa neraka. Sebagaimana esensi dari nama salat ini, mintalah agar Allah SWT mencatatkan nama kita dan keluarga ke dalam golongan hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka (itqun minannar).
5. Keutamaan salat Utaqo

Mengutip penjelasan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani yang dilansir oleh NU Online, salat Utaqo menyimpan fadhilah yang sangat luar biasa bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan ikhlas. Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah akan memancarkan sumber hikmah di dalam hati hamba tersebut serta membimbing lisannya untuk mengucapkan kalimat-kalimat yang penuh kebijaksanaan.
Selain itu, ibadah ini menjadi wasilah pengampunan dosa yang sangat kuat, di mana Allah menjanjikan ampunan setiap kali seseorang mengangkat kepalanya dari sujud terakhir. Jika seorang hamba wafat setelah mengamalkan salat ini, ia mendapatkan kemuliaan wafat dalam keadaan syahid yang membawa ampunan penuh dari Sang Khalik.
Bagi mereka yang sedang menghadapi impitan hidup, salat Utaqo hadir sebagai solusi spiritual untuk memudahkan terkabulnya segala hajat dan pelunasan utang yang membelit. Keutamaan lainnya juga mencakup pemberian makhrafah, yakni taman-taman luas di surga yang keindahannya tidak akan habis meski dikelilingi selama seratus tahun lamanya.
Mengamalkan salat Utaqo adalah langkah indah untuk membuktikan bahwa semangat ibadah kita tidak luntur hanya karena Ramadan telah usai. Semoga informasi di atas bisa membuatmu semakin mantap untuk kian mendekatkan diri pada Allah SWT di bulan Syawal ini, ya!