ilustrasi ayah dan anak ngobrol (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Mengakui rasa bersalah secara jujur kepada diri sendiri dan berkomitmen untuk memperbaiki waktu bersama anak bisa membantu mengurangi tekanan emosional. Misalnya, memberi tahu anak bahwa minggu ini ayah sibuk, tapi akhir pekan akan bermain bersama, membuat anak tetap merasa diperhatikan. Kejujuran ini juga mengajarkan anak bagaimana menghadapi emosi dengan sehat.
Rasa bersalah sebagai ayah memang wajar, tapi jangan sampai membuat interaksi dengan anak jadi terhambat. Dengan memanfaatkan momen yang ada, konsisten, melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari, menggunakan teknologi dengan tepat, dan jujur tentang keterbatasan waktu, ayah tetap bisa membangun hubungan yang hangat dan bermakna.
Yang paling diingat oleh anak bukan berapa lama ayah hadir, tapi bagaimana kehadiran itu membuat mereka merasa dicintai dan aman.