Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Nikmati Bulan Puasa dengan Bahagia untuk Para Jomblo

7 Cara Nikmati Bulan Puasa dengan Bahagia untuk Para Jomblo
ilustrasi pria Indonesia (freepik.com/drobotdean)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Artikel menyoroti bahwa Ramadan tetap bisa dijalani dengan bahagia meski tanpa pasangan, dengan fokus pada pengembangan diri dan peningkatan kualitas spiritual.
  • Ditekankan berbagai aktivitas positif seperti berburu takjil, memperluas pertemanan lewat buka bersama, hingga mencoba pengalaman ibadah baru di masjid berbeda.
  • Penulis mengajak pembaca memanfaatkan waktu untuk refleksi, self-care, serta kegiatan sosial agar Ramadan menjadi momen pertumbuhan dan kebahagiaan pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Ramadan selalu identik dengan momen kebersamaan, mulai dari tradisi sahur bareng keluarga hingga buka puasa bersama teman atau pasangan. Namun, buat kamu yang sedang sendiri tanpa pasangan, suasana ini kadang terasa berbeda, apalagi ketika media sosial dipenuhi unggahan foto romantis dan ajakan buka bareng dari berbagai kalangan. Meski begitu, status single sama sekali bukan halangan untuk merayakan Ramadan dengan penuh warna dan kebahagiaan.

Justru, momen ini bisa menjadi waktu terbaik untuk fokus pada diri sendiri, membangun kebiasaan baru yang positif, serta memperdalam kualitas spiritual tanpa terdistraksi urusan percintaan. Dengan waktu yang lebih fleksibel dan ruang refleksi yang lebih luas, kamu punya kesempatan besar untuk menjadikan bulan puasa sebagai fase pengembangan diri. Supaya Ramadan kamu tetap terasa hangat dan bermakna, yuk, simak cara nikmati bulan puasa dengan bahagia untuk para jomblo berikut ini!

Table of Content

1. Kamu bisa maksimalkan me-time dengan berburu takjil favorit

1. Kamu bisa maksimalkan me-time dengan berburu takjil favorit

ilustrasi pedagang UMKM (pexels.com/zhang kaiyv)
ilustrasi pedagang UMKM (pexels.com/zhang kaiyv)

Menjadi jomblo saat Ramadan memberimu kebebasan penuh dalam menentukan agenda berbuka puasa tanpa harus menyesuaikan preferensi orang lain. Kamu bisa dengan santai menyusun daftar tempat berburu takjil, mulai dari pasar Ramadan tradisional hingga kafe kekinian yang menawarkan menu spesial berbuka. Tanpa perlu kompromi atau berdiskusi panjang soal pilihan makanan, kamu bisa langsung menentukan apa yang paling menggugah selera sesuai keinginan hati.

Selain memanjakan lidah, aktivitas berburu takjil juga bisa menjadi pengalaman eksplorasi yang menyenangkan dan membuka wawasan kuliner baru. Kamu dapat mengajak teman, saudara, atau bahkan menikmati momen tersebut sendirian sambil mengamati keramaian yang khas menjelang waktu magrib. Dengan cara ini, waktu menunggu berbuka terasa lebih hidup, produktif, dan jauh dari rasa kesepian yang sering kali muncul karena overthinking.

2. Kamu dapat fokus pada self-growth selama Ramadan

ilustrasi belajar (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi belajar (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Ramadan sejatinya bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mengendalikan diri serta meningkatkan kualitas pribadi secara menyeluruh. Tanpa agenda kencan atau komunikasi intens dengan pasangan, kamu memiliki lebih banyak waktu luang yang bisa dialokasikan untuk hal-hal yang bersifat membangun. Misalnya, mengikuti kelas daring, memperdalam keterampilan profesional, atau membaca buku yang selama ini hanya tersimpan rapi di rak.

Kamu juga dapat menjadikan bulan puasa sebagai momentum glow up versi terbaik, baik secara fisik maupun mental. Mulailah dengan membenahi pola tidur, menjaga asupan makanan bergizi saat sahur dan berbuka, serta menyisihkan waktu khusus untuk refleksi diri setiap malam. Ketika Lebaran tiba, perubahan yang kamu rasakan bukan hanya tampak dari luar, tetapi juga terasa dari cara berpikir dan bersikap yang semakin dewasa.

3. Kamu bisa perbanyak buka bersama lintas circle

ilustrasi teman (pexels.com/Diva Plavalaguna)
ilustrasi teman (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Keuntungan lain menjadi jomblo adalah jadwal yang relatif lebih fleksibel untuk menghadiri berbagai undangan buka bersama dari beragam lingkar pertemanan. Kamu bisa memanfaatkan momen ini untuk menjalin kembali komunikasi dengan teman lama yang sempat renggang karena kesibukan masing-masing. Tidak ada kewajiban membagi waktu dengan keluarga pasangan, sehingga kamu lebih leluasa menentukan prioritas pertemuan.

Buka bersama lintas circle juga membuka peluang memperluas jaringan sosial dan profesional yang mungkin berguna di masa depan. Dari obrolan santai tentang kehidupan sehari-hari hingga diskusi serius mengenai karier, setiap pertemuan bisa menghadirkan perspektif baru yang memperkaya cara pandangmu. Ramadan pun terasa lebih hangat karena dipenuhi interaksi positif yang membangun rasa kebersamaan tanpa tekanan status hubungan.

4. Kamu dapat memanjakan diri lewat night routine yang menenangkan

ilustrasi mendengarkan musik (freepik.com/bycgzr)
ilustrasi mendengarkan musik (freepik.com/bycgzr)

Puasa seharian sering kali membuat tubuh terasa lelah dan energi menurun, terutama jika aktivitasmu cukup padat sejak pagi. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menciptakan rutinitas malam yang membantu tubuh dan pikiran kembali rileks sebelum beristirahat. Mulai dari mandi air hangat, menggunakan rangkaian perawatan kulit, hingga mendengarkan musik yang menenangkan bisa menjadi pilihan sederhana namun berdampak besar.

Ritual perawatan diri ini bukan sekadar soal penampilan, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri setelah menjalani hari yang panjang. Ketika kamu memberi perhatian khusus pada kebutuhan tubuh dan mental, rasa nyaman serta percaya diri akan meningkat secara alami. Dengan kondisi fisik dan emosional yang lebih stabil, kamu pun dapat menjalani ibadah puasa keesokan harinya dengan semangat yang terjaga.

5. Kamu bisa coba tarawih di masjid berbeda untuk pengalaman baru

ilustrasi beribadah (freepik.com/rawpixel.com)
ilustrasi beribadah (freepik.com/rawpixel.com)

Agar suasana Ramadan tidak terasa monoton, kamu bisa mencoba melaksanakan salat tarawih di masjid yang berbeda secara berkala. Setiap masjid biasanya memiliki karakteristik tersendiri, baik dari segi arsitektur, suasana, maupun gaya penyampaian ceramah. Pengalaman ini dapat memberikan sensasi baru yang membuat ibadah terasa lebih segar dan tidak sekadar rutinitas.

Selain menambah variasi, berpindah tempat tarawih juga memperluas kesempatanmu untuk mengenal komunitas yang lebih beragam. Kamu dapat merasakan kebersamaan dengan jamaah dari latar belakang berbeda yang tetap bersatu dalam tujuan ibadah yang sama. Dari situ, muncul kesadaran bahwa Ramadan adalah momen memperkuat persatuan dan memperluas silaturahmi tanpa memandang status pribadi.

6. Kamu dapat menyalurkan kasih lewat kegiatan berbagi

ilustrasi berdonasi
ilustrasi berdonasi (pexels.com/Julia M Cameron)

Tidak memiliki pasangan bukan berarti kamu kekurangan ruang untuk menyalurkan perhatian dan kasih sayang. Justru, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperluas empati dengan terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi banyak orang. Kamu bisa bergabung dengan komunitas berbagi takjil, mengikuti program donasi, atau menjadi relawan dalam kegiatan kemanusiaan yang relevan.

Saat melihat senyum orang lain karena bantuan yang kamu berikan, ada rasa haru dan bahagia yang muncul secara tulus dari dalam hati. Pengalaman tersebut sering kali memberikan kepuasan emosional yang lebih mendalam dibandingkan validasi dari hubungan romantis semata. Dengan berbagi, kamu menyadari bahwa kebahagiaan sejati tumbuh dari kontribusi positif terhadap sekitar.

7. Kamu bisa pasang target khatam Al-Qur’an secara konsisten

ilustrasi membaca Al Qur'an (freepik.com/freepik)
ilustrasi membaca Al Qur'an (freepik.com/freepik)

Tanpa distraksi obrolan panjang atau agenda kencan, kamu memiliki kesempatan lebih besar untuk memaksimalkan target ibadah pribadi selama Ramadan. Salah satu target yang bisa kamu tetapkan adalah mengkhatamkan Al-Qur’an dengan pembagian waktu yang realistis setiap harinya. Dengan membuat jadwal bacaan yang terstruktur, kamu dapat menjaga konsistensi sekaligus melatih disiplin diri.

Ketika target tersebut berhasil tercapai sebelum atau tepat di akhir Ramadan, ada rasa bangga yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Pencapaian spiritual ini bukan hanya tentang jumlah halaman yang dibaca, melainkan tentang komitmen dan kesungguhan dalam memperbaiki diri. Dari situ, kamu akan menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada kehadiran pasangan, melainkan pada kedalaman hubunganmu dengan Tuhan dan diri sendiri.

Menjalani Ramadan sebagai jomblo bukanlah kekurangan, melainkan peluang untuk bertumbuh secara lebih mandiri dan sadar diri. Dengan mengisi hari-hari puasa lewat aktivitas yang positif, produktif, dan bermakna, kamu tetap bisa merasakan kebahagiaan yang utuh tanpa harus membandingkan diri dengan orang lain. Jadi, sudah siap menjadikan bulan ini sebagai momen terbaik untuk upgrade versi dirimu sendiri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More