Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Cara Packing Baju agar Muat Banyak dan Hemat Ruang
ilustrasi cara packing pakaian untuk muat banyak (pexels.com/Timur Weber)
  • Artikel membahas berbagai teknik efisien untuk packing baju agar muat banyak, seperti menggulung pakaian, memakai packing cube, hingga menerapkan metode KonMari dan flip and fold.
  • Penggunaan vacuum bag disarankan untuk pakaian tebal seperti jaket atau sweater agar ruang koper lebih hemat tanpa menambah jumlah tas atau bagasi.
  • Tips tambahan mencakup memisahkan pakaian berdasarkan kategori serta memilih warna netral agar mudah mix and match selama perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Packing baju sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama saat kamu ingin membawa banyak barang dalam koper yang terbatas. Oleh karena itu, pentingnya memahami cara packing baju agar muat banyak menjadi hal penting agar ruang koper maupun tas bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan cara yang tepat, kamu bisa membawa lebih banyak pakaian tanpa harus menambah jumlah tas maupun koper. Mulai dari teknik menggulung baju, penggunaan packing cube, hingga memilih pakaian yang mudah dikombinasikan, semuanya dapat membantu menciptakan packing yang lebih efisien dan rapi. Jadi, buat kamu yang sedang mencari cara yang tepat dalam packing pakaian agar bisa muat banyak dan bisa membawa banyak pakaian, kamu bisa simak artikel ini selengkapnya.

1. Menggulung baju dengan rapi dan rapat untuk mengurangi ruang agar muat banyak

Menggulung baju dengan rapi (pexels.com/Vlada Karpovich)

Packing baju dengan cara menggulung atau rolling baju dikenal sebagai salah satu metode paling efektif untuk menghemat ruang di dalam koper maupun tas. Teknik ini membantu mengurangi ruang kosong di antara lipatan pakaian, sehingga kamu bisa membawa lebih banyak barang dibandingkan dengan cara melipat biasa.

Selain itu, metode menggulung ini juga dapat membantu meminimalkan kerutan pada beberapa jenis kain, sehingga pakaian tetap terlihat rapi saat sampai di tujuan. Caranya, kamu cukup dengan cara melipat pakaian secara sederhana terlebih dahulu, lalu menggulungnya dengan rapat dari satu sisi ke sisi lainnya.

Cara ini bisa dipakai pada berbagai jenis pakaian seperti kaos, celana, hingga pakaian dalam. Namun agar hasilnya maksimal, pastikan kamu menggulung dengan tekanan yang pas dan tidak terlalu longgar agar hemat tempat. Lakukanlah, tapi tanpa merusak pakaian, ya!

2. Setelah menggulung baju, kamu siapkan packing cube

ilustrasi packing cube (pexels.com/Timur Weber)

Selain menggulung baju, langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan ialah menggunakan packing cube. Ini adalah cara terbaik untuk membuat proses packing jadi lebih rapi, terorganisir, dan tetap hemat ruang, terutama jika dikombinasikan dengan teknik menggulung baju.

Packing cube ini sendiri merupakan kantong atau wadah berbahan ringan yang dirancang khusus untuk mengelompokkan pakaian di dalam koper, sehingga barang bawaan tidak berantakan dan lebih mudah diatur.

Saat menggunakan packing cube, kamu bisa tetap menerapkan metode menggulung baju sebelum memasukkannya ke dalam cube. Cara ini efektif membuat pakaian lebih padat dan efisien, sehingga satu packing cube bisa menampung lebih banyak item baju. Seperti, satu cube untuk kaos, satu untuk celana, dan satu lagi untuk pakaian dalam. Dengan sistem ini, kamu tidak perlu membongkar seluruh isi koper saat mencari satu item, cukup buka cube yang sesuai.

3. Gunakan teknik KonMari dalam melipat baju

ilustrasi menggunakan teknik KonMari dalam melipat baju (pexels.com/Vlada Karpovich)

Setelah menggunakan packing cube, langkah selanjutnya yang bisa kamu terapkan adalah Teknik KonMari. Teknik ini disebut dengan metode merapikan, ini tidak hanya membantu menghemat ruang, tetapi juga membuat isi koper lebih tertata rapi dan mudah diakses selama perjalanan.

Tidak seperti cara melipat baju pada umumnya, namun teknik KonMari menggunakan teknik pakaian dilipat menjadi bentuk persegi panjang kecil lalu disusun secara vertikal di dalam packing cube. Cara ini memungkinkan kamu melihat semua pakaian sekaligus tanpa harus menumpuk atau membongkar bagian atasnya.

Jika sebelumnya kamu sudah menggulung baju, kamu bisa menyesuaikan dengan metode KonMari untuk jenis pakaian tertentu seperti kemeja, celana panjang, atau pakaian yang mudah kusut agar tetap rapi.

4. Setelah itu, lipat baju menggunakan metode flip dan fold

ilustrasi melipat baju menggunakan Metode flip and fold (pexels.com/Francesco Paggiaro)

Metode flip and fold juga bisa menjadi langkah selanjutnya setelah menggunakan packing cube dan teknik KonMari. Teknik ini dikenal praktis karena memungkinkan kamu melipat baju dengan cepat, rapi, dan ukuran yang konsisten.

Cara menggunakan metode Flip and Fold cukup sederhana. Kamu hanya perlu membentangkan baju di permukaan datar, lalu melipat bagian samping secara bergantian ke tengah sebelum melipat bagian bawah ke atas hingga membentuk persegi panjang atau kotak.

Jadi, hasil lipatan ini cenderung lebih rata dibandingkan menggulung, sehingga cocok untuk pakaian yang mudah kusut seperti kemeja dan blouse. Setelah itu, kamu bisa langsung menyusunnya ke dalam packing cube agar lebih mudah dilihat dan diambil.

5. Gunakan vacuum bag untuk membawa banyak pakaian tebal

ilustrasi vacuum bag (pexels.com/Anna Shvets)

Menggunakan vacuum bag atau kantong vakum adalah salah satu cara paling efektif untuk menghemat ruang saat packing, terutama jika kamu membawa banyak pakaian atau item berbahan tebal seperti jaket dan sweater.

Cara penggunaannya pun cukup mudah. Masukkan pakaian menggunakan metode lipat ke dalam vacuum bag, lalu tutup rapat dan keluarkan udara menggunakan pompa khusus atau dengan cara digulung manual. Setelah udara keluar, pakaian akan menjadi lebih padat dan tipis, sehingga kamu bisa menghemat banyak ruang di dalam koper. Teknik ini sangat cocok untuk perjalanan lama atau saat kamu ingin membawa banyak outfit tanpa menambah ukuran bagasi.

6. Pisahkan beberapa baju sesuai kategori

ilustrasi memisahkan baju sesuai kategori (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Memisahkan baju sesuai kategori adalah langkah penting yang sering dianggap sepele. Dengan mengelompokkan pakaian berdasarkan jenis pakaian, kamu akan lebih mudah mengatur isi koper sekaligus menghemat waktu saat mencari barang. Metode ini sangat cocok dipadukan dengan teknik sebelumnya seperti menggulung baju, packing cube, hingga teknik KonMari.

Cara menerapkannya cukup sederhana, yaitu dengan menentukan kategori sejak awal sebelum memasukkan pakaian ke dalam koper. Misalnya, satu kelompok untuk kaos dan kemeja, satu untuk celana, serta satu lagi untuk pakaian dalam dan aksesoris. Setelah itu, kamu bisa memasukkan masing-masing kategori ke dalam packing cube yang berbeda di dalam koper. Dengan begitu, kamu tidak perlu membongkar seluruh isi hanya untuk menemukan satu item kecil.

7. Membawa pakaian yang bewarna netral

ilustrasi pakaian netral (pexels.com/Berna)

Membawa pakaian yang mudah dikombinasikan merupakan salah satu cara yang efektif buat dilakukan ketika melakukan perjalanan jauh. Konsep ini sering dikenal sebagai mix and match jenis pakaian, di mana setiap item pakaian bisa dipadukan dengan item lainnya untuk menciptakan berbagai outfit berbeda.

Dengan cara ini, kamu bisa menghemat ruang koper sekaligus tetap tampil stylish selama perjalanan. Cara menerapkannya mudah banget, kamu bisa memilih pakaian berwarna netral seperti hitam, putih, abu-abu, dan navy, karena warna-warna ini mudah dipadukan dengan apa saja.

Selain itu, pilih model pakaian yang simpel dan timeless, seperti kaos polos, kemeja basic, dan celana dengan potongan klasik. Hindari membawa pakaian yang terlalu mencolok atau sulit dipadukan, karena justru akan membatasi variasi outfit.

Dengan menerapkan berbagai tips yang tepat seperti di atas, kamu bisa mengatur isi koper menjadi lebih rapi, efisien, dan tetap muat banyak tanpa terasa penuh. Penting untuk selalu menerapkan cara packing baju agar muat banyak agar aktivitas packing jadi lebih praktis dan perjalanan terasa lebih nyaman tanpa ribet. Semoga bermanfaat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team