Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Packing Ultralight untuk Pendakian Singkat, Efisien!

5 Tips Packing Ultralight untuk Pendakian Singkat, Efisien!
ilustrasi pendaki (unsplash.com/Hendrik Morkel)
Intinya Sih
  • Artikel membahas konsep ultralight backpacking untuk pendakian singkat agar lebih efisien dan ringan tanpa mengorbankan keamanan serta kenyamanan selama perjalanan.
  • Ditekankan pentingnya memilih tas kecil, pakaian berlapis ringan, alat masak ringkas, serta strategi membawa air menggunakan water bladder agar beban tetap seimbang.
  • Tips tambahan mencakup repack perlengkapan kecil ke wadah mini dan memanfaatkan barang multifungsi demi menghemat ruang serta menjaga efisiensi saat mendaki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa bilang naik gunung itu identik dengan carrier raksasa yang beratnya bikin napas tersengal-sengal? Bagi kamu yang punya jadwal padat, tapi tetap ingin healing sejenak ke alam, pendakian singkat atau tektokan biasanya jadi pilihan utama. Nah, biar pergerakan kamu makin lincah dan kaki tidak cepat pegal, menerapkan konsep ultralight backpacking adalah kuncinya.

Konsep ultralight bukan berarti kamu mengorbankan keamanan. Intinya adalah memilih barang yang multifungsi dan memangkas bobot yang tidak perlu. Penasaran bagaimana caranya? Simak lima tips packing ultralight untuk pendakian singkat berikut ini yang dijamin bikin perjalanan kamu makin seru!

1. Pilih tas dengan kapasitas sesuai

ilustrasi pendaki trekking
ilustrasi pendaki trekking (pexels.com/Nur Andi Ravsanjani Gusma)

Langkah pertama dalam ultralight packing tentu saja memilih "wadah"-nya. Untuk pendakian singkat satu hari atau satu malam, kamu tidak butuh carrier berkapasitas 60 liter. Cukup gunakan daypack atau carrier berkapasitas 20-35 liter saja.

Kenapa hal ini penting? Karena secara psikologis, semakin besar ruang yang tersedia di tas, kamu akan cenderung merasa ingin mengisinya dengan barang-barang yang sebenarnya gak terlalu penting. Dengan tas yang lebih kecil, kamu dipaksa untuk lebih selektif. Pastikan tas yang kamu pilih tetap memiliki sistem punggung (backsystem) yang nyaman agar beban tetap terdistribusi dengan baik.

2. Gunakan sistem layering pakaian yang efisien

ilustrasi pendaki kehujanan
ilustrasi pendaki kehujanan (unsplash.com/Annie Spratt)

Pakaian sering kali jadi penyumbang bobot terbesar jika kamu tidak pintar memilih bahan. Alih-alih membawa jaket tebal yang memakan tempat, gunakanlah sistem layering. Cukup bawa satu kaus base layer yang mudah menyerap keringat dan cepat kering. Hindari bahan katun karena berat saat basah. Bawa pula satu jaket windbreaker ringan dan satu raincoat tipis.

Kamu tidak perlu membawa baju ganti terlalu banyak untuk pendakian singkat. Cukup bawa satu set baju cadangan yang diletakkan di dalam dry bag agar tetap kering. Ingat, prinsip ultralight adalah membawa apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang mungkin kamu inginkan.

3. Pilih alat masak dan logistik yang ringkas

ilustrasi peralatan masak di gunung
ilustrasi peralatan masak di gunung (pexels.com/Taryn Elliott)

Kegiatan memasak di gunung memang menyenangkan, tapi untuk pendakian singkat, kamu harus lebih praktis. Gunakan kompor portable mini dan satu buah nesting kecil yang multifungsi. Untuk bahan makanan, pilihlah logistik yang gak merepotkan. Misalnya, daripada membawa beras dan sayuran mentah, kamu bisa membawa nasi bungkus dari bawah atau makanan instan yang hanya perlu diseduh dengan air panas.

Jangan lupa bawa camilan padat energi seperti cokelat atau kacang-kacangan. Strategi ini bakal bikin isi tas kamu jauh lebih ringan karena kamu tidak perlu membawa banyak alat dapur.

4. Kurangi botol plastik dan gunakan water bladder

ilustrasi botol air
ilustrasi botol air (unsplash.com/Bluewater Sweden)

Air adalah komponen terberat dalam tas. Namun, kamu tidak boleh memangkas jumlah air demi alasan keamanan. Solusinya adalah cara membawanya. Gunakan water bladder agar beban air berada di tengah punggung dan lebih stabil saat kamu berjalan.

Jika kamu membawa botol minum, pilih botol plastik yang ringan dan bisa dilipat setelah isinya habis. Kamu juga harus tahu lokasi sumber air di jalur pendakian. Jika jalurnya memiliki banyak sumber air, kamu tidak perlu menggendong air dari basecamp dalam jumlah yang berlebihan. Cukup bawa secukupnya sampai ketemu titik pengisian berikutnya.

5. Repack barang-barang kecil ke wadah mini

ilustrasi packing peralatan pendakian
ilustrasi packing peralatan pendakian (pexels.com/Timur Weber)

Hal detail, seperti perlengkapan mandi, obat-obatan pribadi, atau sunscreen, sering kali disepelekan bobotnya. Padahal, jika dikumpulkan, beratnya lumayan, lho. Gunakan wadah-wadah kecil (repack) untuk memindahkan sabun cair atau obat-obatan. Kamu tidak butuh satu botol sampo besar untuk pendakian 2 hari, kan?

Selain itu, manfaatkan barang-barang multifungsi, misalnya, buff bisa jadi masker, ikat rambut, hingga lap darurat. Dengan memperhatikan detail kecil seperti ini, kamu bakal kaget sendiri melihat betapa banyaknya ruang yang bisa dihemat di dalam tas.

Beberapa tips packing ultralight di atas bisa kamu terapkan. Mendaki dengan beban ringan tidak hanya soal gaya-gayaan, tapi juga tentang efisiensi waktu dan energi agar kamu bisa lebih menikmati pemandangan alam tanpa terganggu rasa lelah berlebih. Kira-kira, gunung mana yang bakal jadi tujuan pendakian singkat kamu selanjutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More