Bulan puasa sering kali tetap diwarnai jadwal padat, mulai dari pekerjaan, kuliah, hingga aktivitas sosial. Tubuh tetap bergerak aktif meski asupan cairan hanya terbatas saat sahur dan berbuka. Jika strategi kurang tepat, dehidrasi mudah muncul dan mengganggu fokus, stamina, serta produktivitas sepanjang hari.
Pria dengan mobilitas tinggi cenderung lebih rentan mengalami kekurangan cairan karena kebutuhan energi dan keringat yang lebih besar. Rasa lemas, pusing ringan, hingga sulit konsentrasi sering menjadi sinyal awal yang gak boleh diabaikan. Dengan pengaturan pola yang tepat, tubuh tetap bisa stabil dan bertenaga selama puasa. Yuk, terapkan strategi cerdas agar tetap segar dan kuat sepanjang Ramadan!
