Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Pria Menghindari Dehidrasi saat Aktivitas Padat di Bulan Puasa
ilustrasi pria minum air mineral (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Artikel membahas pentingnya strategi menjaga hidrasi bagi pria dengan aktivitas padat selama puasa agar tetap fokus, bertenaga, dan terhindar dari dehidrasi.
  • Ditekankan lima langkah utama: pola minum terstruktur, pilihan makanan tinggi air, pengelolaan aktivitas fisik, kewaspadaan terhadap tanda dehidrasi, serta menjaga kualitas tidur malam.
  • Kombinasi kebiasaan tersebut membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan dan energi sepanjang Ramadan tanpa mengganggu produktivitas harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Panduan mengenai cara pria mencegah dehidrasi selama menjalani aktivitas padat di bulan puasa dengan menerapkan pola minum, pilihan makanan, pengelolaan aktivitas, serta istirahat yang tepat.
  • Who?
    Pria yang tetap aktif bekerja, berkuliah, atau beraktivitas sosial selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.
  • Where?
    Kegiatan ini berlaku umum bagi masyarakat di berbagai wilayah yang menjalankan ibadah puasa dan memiliki rutinitas padat.
  • When?
    Diterapkan selama bulan Ramadan ketika waktu makan dan minum terbatas hanya pada saat sahur dan berbuka puasa.
  • Why?
    Dilakukan untuk mencegah dehidrasi yang dapat menurunkan fokus, stamina, serta produktivitas akibat keterbatasan asupan cairan sepanjang hari berpuasa.
  • How?
    Dengan mengatur pola minum terstruktur seperti metode 2-4-2, memilih makanan tinggi air, menyesuaikan aktivitas fisik, mengenali tanda dehidrasi, dan menjaga kualitas tidur malam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan puasa sering kali tetap diwarnai jadwal padat, mulai dari pekerjaan, kuliah, hingga aktivitas sosial. Tubuh tetap bergerak aktif meski asupan cairan hanya terbatas saat sahur dan berbuka. Jika strategi kurang tepat, dehidrasi mudah muncul dan mengganggu fokus, stamina, serta produktivitas sepanjang hari.

Pria dengan mobilitas tinggi cenderung lebih rentan mengalami kekurangan cairan karena kebutuhan energi dan keringat yang lebih besar. Rasa lemas, pusing ringan, hingga sulit konsentrasi sering menjadi sinyal awal yang gak boleh diabaikan. Dengan pengaturan pola yang tepat, tubuh tetap bisa stabil dan bertenaga selama puasa. Yuk, terapkan strategi cerdas agar tetap segar dan kuat sepanjang Ramadan!

1. Mengatur pola minum dengan metode terstruktur

ilustrasi pria minum air mineral (pexels.com/Mikhail Nilov)

Mengatur pola minum saat puasa gak bisa dilakukan secara asal. Tubuh perlu asupan cairan yang dibagi secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur. Pola yang terstruktur membantu menjaga keseimbangan cairan tanpa membuat perut terasa penuh secara berlebihan.

Salah satu pendekatan populer adalah metode 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas setelah makan malam hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. Pola ini membantu distribusi cairan lebih merata sepanjang malam. Dengan pembagian yang konsisten, risiko dehidrasi di siang hari bisa ditekan secara signifikan.

2. Memilih asupan makanan yang mendukung hidrasi

ilustrasi pria makan (pexels.com/Michael Burrows)

Selain minum air putih, jenis makanan saat sahur dan berbuka sangat berpengaruh terhadap hidrasi. Buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan jeruk membantu tubuh menyimpan cairan lebih lama. Sayuran berkuah juga mendukung kebutuhan cairan tanpa terasa berat di perut.

Sebaliknya, makanan terlalu asin atau terlalu manis bisa mempercepat rasa haus. Konsumsi berlebihan terhadap gorengan atau minuman terlalu manis saat berbuka sering membuat tubuh cepat kehilangan cairan kembali. Dengan komposisi makanan yang seimbang, energi tetap stabil dan rasa haus bisa lebih terkendali.

3. Mengelola aktivitas fisik secara bijak

ilustrasi fokus kerja (pexels.com/cottonbro studio)

Aktivitas padat saat puasa memang gak selalu bisa dikurangi, tapi tetap bisa diatur secara cerdas. Menghindari paparan panas berlebihan dan aktivitas fisik berat di tengah hari membantu tubuh menjaga cadangan cairan. Penyesuaian ritme kerja juga berperan besar terhadap kestabilan stamina.

Jika memungkinkan, aktivitas berat bisa dialihkan mendekati waktu berbuka. Tubuh akan lebih siap karena waktu rehidrasi sudah dekat. Dengan pengelolaan energi yang tepat, performa tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan.

4. Memperhatikan tanda awal dehidrasi

ilustrasi pria minum kopi (pexels.com/Gustavo Fring)

Tubuh sebenarnya memberi sinyal saat mulai kekurangan cairan. Mulut terasa kering, urin berwarna lebih pekat, dan kepala terasa ringan adalah tanda yang gak boleh dianggap sepele. Mengenali gejala sejak awal membantu mencegah kondisi yang lebih serius.

Ketika tanda tersebut muncul, penting untuk menyesuaikan pola minum di malam hari berikutnya. Evaluasi sederhana ini membantu menjaga keseimbangan cairan lebih optimal. Kesadaran terhadap sinyal tubuh adalah kunci agar aktivitas tetap lancar selama puasa.

5. Menjaga kualitas istirahat malam

ilustrasi pria tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Istirahat yang cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kurang tidur dapat memengaruhi regulasi hormon yang mengatur rasa haus dan metabolisme. Akibatnya, tubuh terasa lebih cepat lelah dan kurang stabil saat beraktivitas.

Tidur cukup setelah tarawih dan sebelum sahur membantu tubuh melakukan proses pemulihan secara optimal. Ritme istirahat yang teratur juga mendukung distribusi energi sepanjang hari. Dengan kualitas tidur yang baik, tubuh lebih siap menghadapi aktivitas padat tanpa mudah kehilangan cairan.

Menjaga hidrasi saat puasa bukan sekadar soal minum lebih banyak, tapi tentang strategi yang tepat. Pengaturan pola minum, pemilihan makanan, manajemen aktivitas, serta kualitas istirahat saling berkaitan erat. Dengan pendekatan yang konsisten, tubuh tetap kuat dan fokus sepanjang hari. Puasa pun terasa lebih ringan tanpa gangguan dehidrasi yang menghambat produktivitas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team