- Air fryer (tanpa tambahan minyak)
- Oven
- Atau wajan anti lengket tanpa minyak
5 Tips Menyimpan Gorengan Sisa Buka Puasa agar Tetap Renyah dan Aman

- Artikel membahas cara menyimpan gorengan sisa buka puasa agar tetap renyah dan aman dikonsumsi keesokan harinya tanpa kehilangan rasa maupun tekstur.
- Ditekankan pentingnya mendinginkan gorengan sebelum disimpan, memakai wadah kedap udara, serta memisahkan tiap jenis gorengan sesuai isiannya.
- Untuk menghangatkan kembali, disarankan menggunakan air fryer, oven, atau wajan anti lengket agar hasilnya kembali garing tanpa membuat bagian dalam keras.
Buka puasa tanpa gorengan rasanya seperti ada yang kurang, ya. Entah itu tempe mendoan, bakwan, tahu isi, sampai risol, semuanya seperti takjil wajib di meja makan. Masalahnya, sering kali kita kalap beli atau bikin terlalu banyak. Akhirnya gorengan sisa buka puasa menumpuk dan bingung mau diapakan.
Padahal kalau salah simpan, gorengan bisa cepat lembek, berminyak, bahkan basi. Sayang sekali kalau harus dibuang. Nah, supaya tetap enak dimakan lagi untuk sahur nanti, ini dia tips menyimpan gorengan sisa buka puasa.
1. Jangan langsung ditutup saat masih panas

Ini kesalahan paling umum. Gorengan yang masih panas langsung dimasukkan ke wadah tertutup atau plastik. Akibatnya? Uap panas terperangkap di dalam, lalu berubah jadi embun air. Itulah yang membuat gorengan cepat lembek.
Jadi, biarkan dulu gorengan berada di suhu ruang sampai benar-benar tidak panas. Taruh di atas piring yang dialasi tisu dapur supaya minyaknya terserap. Setelah suhunya turun, baru lanjut ke tahap penyimpanan. Sabar sedikit di awal, hasilnya pasti jauh lebih enak nanti.
2. Simpan di wadah kedap udara

Setelah dingin, simpan gorengan dalam wadah tertutup rapat (airtight container). Ini penting untuk mencegah paparan udara lembap dari luar yang bisa mempercepat perubahan tekstur dan rasa. Kalau tidak punya wadah khusus, bisa juga pakai kotak makan biasa yang tertutup rapat. Hindari membungkus dengan plastik tipis saja karena udara masih bisa masuk. Sedikit tips, jangan tumpuk terlalu padat. Beri sedikit ruang agar tidak saling menekan dan hancur.
3. Simpan di kulkas

Kalau hanya didiamkan di suhu ruang semalaman, apalagi di cuaca hangat, gorengan lebih berisiko cepat basi. Terutama yang isiannya sayur, telur, atau daging. Sebaiknya simpan di kulkas kalau memang ingin dimakan lagi keesokan harinya.
Suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas makanan lebih lama. Meskipun begitu, gorengan sebaiknya dikonsumsi maksimal 1–2 hari saja setelah disimpan di kulkas. Lebih dari itu, kualitasnya sudah jauh menurun.
4. Jangan campur semua senis jadi satu

Kalau kamu punya berbagai jenis gorengan—misalnya bakwan sayur, risol mayo, dan tahu isi—usahakan simpan terpisah. Sebab, setiap jenis punya kadar air dan isian yang berbeda. Risol mayo misalnya, lebih cepat rusak dibanding tempe goreng biasa. Kalau dicampur, aroma dan kelembapan bisa saling memengaruhi. Pisahkan sesuai jenisnya supaya lebih aman dan rasanya tetap oke saat dipanaskan lagi.
5. Kenali cara menghangatkan agar renyah lagi

Bagian ini juga penting. Banyak orang memanaskan gorengan sisa dengan microwave. Praktis sih, tapi hasilnya sering malah tambah lembek. Kalau ingin teksturnya kembali renyah, lebih baik panaskan ulang dengan:
Panaskan beberapa menit saja sampai bagian luar kembali garing dan hangat. Jangan terlalu lama karena bisa bikin bagian dalam jadi keras. Kalau punya air fryer, ini jadi solusi paling praktis dan hasilnya biasanya cukup memuaskan.
Gorengan memang nikmat, apalagi saat berbuka. Namun, cara menyimpan gorengan sisa buka puasa juga tidak boleh asal-asalan. Dengan teknik yang tepat, kamu tetap bisa menikmati gorengan keesokan harinya tanpa khawatir basi atau kehilangan rasa. Semoga tips ini membantu kamu yang sering punya gorengan sisa di rumah. Lumayan, bisa jadi menu sahur praktis tanpa harus masak dari awal lagi.

















