Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Daftar Survival Kit Pria saat Banjir yang Wajib Ada di Tas

Daftar Survival Kit Pria saat Banjir yang Wajib Ada di Tas
ilustrasi daftar survival kit pria saat banjir (pexels.com/Roger Brown)
Intinya Sih
  • BNPB mencatat lebih dari 1.000 kejadian banjir sepanjang 2024, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pribadi terutama bagi pria sebagai pelindung keluarga di 72 jam pertama pascabencana.
  • Lima perlengkapan utama yang wajib disiapkan meliputi dokumen penting kedap air, air bersih dan tablet purifikasi, kotak P3K khusus banjir, alat penerangan mandiri listrik, serta multitool serbaguna.
  • Persiapan survival kit membantu menghadapi keterlambatan bantuan resmi dan meminimalkan risiko kesehatan maupun keselamatan selama masa darurat akibat banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banjir adalah bencana yang paling sering melanda Indonesia. BNPB mencatat lebih dari 1.000 kejadian sepanjang 2024, mulai dari Aceh hingga Papua, dan mayoritas korban terdampak adalah mereka yang tidak memiliki persiapan sama sekali. Bagi pria yang mengemban peran sebagai pelindung keluarga, daftar survival kit pria saat banjir bukan sekadar daftar belanja, melainkan penentu keselamatan di 72 jam pertama pascabencana.

Bantuan resmi dari pemerintah atau relawan jarang langsung tiba di lokasi terdampak dalam hitungan jam. Simak lima perlengkapan paling krusial berikut agar kamu siap menghadapi skenario terburuk.

Table of Content

1. Dokumen penting tersimpan rapat dalam wadah kedap air

1. Dokumen penting tersimpan rapat dalam wadah kedap air

ilustrasi dokumen penting
ilustrasi dokumen penting (unsplash.com/Invest Europe)

Kehilangan identitas saat bencana jauh lebih rumit dari yang dibayangkan kebanyakan orang. KTP, Kartu Keluarga, SIM, paspor, polis asuransi, hingga sertifikat tanah adalah dokumen yang tidak bisa diganti dalam hitungan hari. Apalagi kita tahu proses penerbitan ulang KTP saja membutuhkan waktu rata-rata 14 hari kerja berdasarkan Permendagri Nomor 76 Tahun 2020, belum termasuk antrean pascabencana yang bisa jauh lebih panjang.

Simpan seluruh dokumen ini dalam plastik zipper kedap udara, lalu masukkan ke dalam tas anti-air sebelum banjir musiman tiba. Satu langkah tambahan yang sering diabaikan adalah menyertakan catatan medis keluarga berupa golongan darah, riwayat penyakit kronis, hingga daftar obat rutin yang harus dikonsumsi. Data ini sangat krusial terutama saat kamu atau anggota keluarga membutuhkan penanganan medis darurat di posko pengungsian, di mana tenaga medis tidak mengenal riwayat kesehatan pasiennya sama sekali.

2. Air minum bersih dan tablet purifikasi cadangan

ilustrasi air minum bersih
ilustrasi air minum bersih (unsplash.com/Patrick Hofrichter)

Tubuh manusia dewasa rata-rata membutuhkan dua hingga tiga liter air per hari dalam kondisi normal.  Namun kebutuhan itu melonjak saat stres fisik dan psikologis akibat bencana. Masalahnya, sumber air bersih adalah hal pertama yang tercemar saat banjir karena air PAM berhenti mengalir, sumur terendam, dan air kemasan di pasaran habis dalam hitungan jam setelah bencana terjadi.

Simpan setidaknya enam botol air mineral 1,5 liter per orang dalam tas darurat kamu. Selain persediaan air fisik, masukkan tablet purifikasi seperti Aquatabs yang mengandung senyawa NaDCC atau natrium dikloroisosianurat atau senyawa pelepas klorin yang mampu membunuh bakteri Escherichia coli, Salmonella typhi, hingga virus hepatitis A dalam satu liter air tercemar hanya dalam 30 menit. Satu kemasan Aquatabs isi 50 tablet dijual di pasaran Indonesia seharga kurang dari Rp30 ribu dan bobotnya hampir nol sehingga tidak ada alasan untuk tidak memasukkannya ke dalam tas darurat kamu.

3. Kotak P3K dengan isi yang disesuaikan kondisi banjir

ilustrasi kotak P3K
ilustrasi kotak P3K (unsplash.com/Mathurin NAPOLY / matnapo)

Kotak P3K atau Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan standar umumnya berisi perban, kasa steril, plester, antiseptik, obat penurun demam, serta obat alergi. Namun untuk konteks banjir, kamu perlu menambahkan beberapa item spesifik yang jarang disebut dalam panduan umum, yaitu oralit untuk mengatasi dehidrasi akibat diare. Penyakit ini merupakan salah satu yang paling sering mewabah pascabanjir  serta krim antijamur karena kulit yang lama terendam air kotor sangat rentan terhadap infeksi dermatofit.

Sertakan juga masker N95, bukan masker bedah biasa, karena air banjir kerap membawa serta gas hidrogen sulfida dari saluran pembuangan yang berbahaya bila terhirup dalam konsentrasi tinggi. Sarung tangan lateks sekali pakai juga wajib ada untuk melindungi tangan saat membersihkan luka atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi air banjir. Apalagi mengingat air banjir di perkotaan rata-rata mengandung konsentrasi bakteri koliform hingga 10 kali lipat di atas ambang batas aman menurut standar WHO 2017.

4. Alat penerangan yang bekerja tanpa bergantung pada listrik

ilustrasi radio portabel
ilustrasi radio portabel (unsplash.com/Israa Ali)

Pemadaman listrik hampir selalu menyertai banjir skala menengah ke atas, dan kondisi gelap di dalam rumah yang terendam adalah situasi berbahaya yang kerap memicu kecelakaan sekunder. Senter kepala atau headlamp jauh lebih fungsional dibanding senter genggam karena membebaskan kedua tangan untuk membawa barang, menggendong anak, atau memanjat ke lantai yang lebih tinggi. Pilih headlamp dengan ketahanan air minimal IPX4  artinya tahan terhadap percikan air dari segala arah  dengan daya tahan baterai minimal 50 jam pada mode redup.

Selain penerangan, radio portabel berbasis baterai atau engkol tangan adalah alat komunikasi satu arah yang tidak bisa digantikan oleh ponsel saat jaringan seluler lumpuh pascabanjir. Radio Republik Indonesia atau RRI menyiarkan informasi evakuasi dan kondisi lapangan secara real-time saat bencana, dan frekuensi ini bisa diakses tanpa koneksi internet. Simpan baterai cadangan dalam kondisi tersegel di luar tas utama agar mudah dijangkau saat darurat.

5. Multitool atau perkakas serbaguna berstandar tinggi

ilustrasi multitool
ilustrasi multitool (unsplash.com/Tory Hoffman)

Satu alat yang mampu menggantikan sepuluh perkakas sekaligus adalah investasi paling efisien dalam tas darurat. Multitool seperti Leatherman Wave+ yang diluncurkan pertama kali pada 1998 dan hingga kini menjadi standar referensi di kalangan tim SAR. Alat ini menyatukan pisau lipat, tang, gunting, obeng, pembuka kaleng, hingga gergaji kawat dalam satu badan baja tahan karat grade 420HC dengan bobot hanya 247 gram.

Alat ini juga bisa digunakan untuk memotong tali yang tersangkut, membuka kemasan makanan kaleng, hingga melakukan perbaikan darurat pada perlengkapan evakuasi. Pastikan multitool disimpan di kantong terluar tas darurat agar bisa diambil dalam hitungan detik, meletakkannya di lapisan terdalam tas sama saja dengan tidak membawanya sama sekali saat situasi kritis. Rawat mata pisaunya secara berkala dengan mengasahnya setiap tiga bulan sekali agar tetap tajam saat benar-benar dibutuhkan.

Memiliki daftar survival kit pria saat banjir yang terorganisasi adalah bentuk kesiapsiagaan paling nyata yang bisa kamu lakukan hari ini. Lima item di atas dipilih berdasarkan urgensi keselamatan jiwa dan kemudahan akses di pasar Indonesia, sehingga tidak ada alasan untuk menundanya lebih lama. Mulai siapkan sekarang  karena banjir tidak pernah memberi tahu kapan ia datang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Related Articles