Zaman dan tren musik boleh terus berubah, tapi Dewa 19 tetap punya singgasana sendiri di industri musik Indonesia. Band besutan Ahmad Dhani ini kerap dianggap sebagai salah satu legenda tanah air dengan karya-karya yang tak lekang oleh waktu.
Bagi penikmat musik Indonesia, lagu-lagu seperti "Kangen", "Pupus", hingga "Separuh Nafas" ibarat lagu wajib saat karaoke bareng tongkrongan. Popularitas tersebut tak lepas dari perjalanan panjang band ini, termasuk pergantian vokalis Dewa 19 yang memberi warna berbeda di setiap era.
Berawal dari sekumpulan siswa SMPN 9 Surabaya di era 1980-an, band yang awalnya bernama Booster ini kemudian berganti nama menjadi Dewa. Nama tersebut merupakan akronim dari para personelnya: (Ahmad) Dhani, Erwin Prasetya, Wawan Juniarso, dan Andra Junaidi.
Lewat album perdana 19 (1992), Dewa 19 langsung melesat ke panggung nasional berkat hits Kangen. Selama hampir empat dekade berkarier, band ini terus berevolusi melewati berbagai dinamika internal.
Meski formasinya kerap bongkar pasang, pergantian vokalis Dewa 19 dari masa ke masa justru menjadi elemen kunci yang menjaga warna musik mereka tetap relevan dan berpengaruh hingga hari ini.
