Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inovasi Roti Rendah Kalori di Tengah Tren Diet Sehat, Cek Yuk!

Inovasi Roti Rendah Kalori di Tengah Tren Diet Sehat, Cek Yuk!
Ilustrasi roti dalam wadah (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Intinya Sih
  • Tren pola makan sehat di kota besar mendorong inovasi roti rendah kalori sejak 2021, menjawab kebutuhan konsumen diet yang tetap ingin menikmati rasa roti familiar.
  • Firstwish Bakery menghadirkan roti di bawah 300 kkal per porsi dengan tepung gandum Jepang dan stevia, menjaga tekstur lembut serta keseimbangan rasa dan nutrisi.
  • Distribusi dilakukan online untuk wilayah Jabodetabek, sementara kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat terus meningkat, mendorong perkembangan produk makanan rendah kalori.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tren pola makan sehat yang semakin berkembang di kalangan masyarakat perkotaan mendorong munculnya berbagai inovasi produk makanan, termasuk pada kategori roti. Di Jakarta, sejak Maret 2021, salah satu inovasi yang mulai mendapat perhatian adalah kehadiran roti rendah kalori yang dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menjalani diet namun tetap menginginkan cita rasa yang familiar.

Selama ini, program diet kerap dikaitkan dengan pembatasan konsumsi makanan manis maupun olahan berbasis tepung. Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen kesulitan menemukan alternatif yang tetap sesuai dengan preferensi rasa mereka. Menanggapi kebutuhan ini, Firstwish Bakery menghadirkan lini produk roti dengan kandungan kalori di bawah 300 kkal per porsi, berdasarkan hasil pengujian laboratorium.

Table of Content

1. Menggunakan tepung gandum asal Jepang yang diformulasikan untuk menjaga tekstur tetap lembut

1. Menggunakan tepung gandum asal Jepang yang diformulasikan untuk menjaga tekstur tetap lembut

IMG-20260410-WA0011.jpg
Ilustrasi foto dari Firstwish Bakery (Dok. Firstwish Bakery)

Produk ini menggunakan tepung gandum asal Jepang yang diformulasikan untuk menjaga tekstur tetap lembut, serta memanfaatkan pemanis alami stevia yang tidak mengandung kalori. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan aspek rasa dan kandungan nutrisi, sehingga produk tetap dapat dikonsumsi oleh individu yang memperhatikan asupan harian tanpa harus sepenuhnya menghindari roti.

"Pengaturan penggunaan bahan dengan kandungan kalori tinggi menjadi bagian dari proses produksi, guna memastikan nilai gizi tetap terkendali. Upaya ini turut berkontribusi pada penerimaan pasar, yang tercermin dari angka penjualan yang mencapai sekitar 5.000 roti per hari," ujar Co-Founder Firstwish Bakery, Stella Lorenza dalam keterangan resminya.

2. Tantangan utamanya menjaga keseimbangan antara rasa dan kandungan nutrisi

IMG-20260410-WA0010.jpg
Ilustrasi foto dari Firstwish Bakery (Dok. Firstwish Bakery)

Stella Lorenza menambahkan, menjaga keseimbangan antara rasa dan kandungan nutrisi menjadi tantangan utama dalam pengembangan produk ini.

“Menurunkan kalori dan gula itu mudah, tapi mempertahankan rasanya yang tidak, itu tantangan sesungguhnya. Makanya kami pilih bahan impor berkualitas tinggi, supaya konsumen tidak merasa sedang makan 'roti diet',” ujarnya.

Distribusi produk dilakukan secara penuh melalui platform online, dengan layanan pengiriman yang mencakup wilayah Jabodetabek tanpa biaya tambahan. Skema ini memungkinkan akses yang lebih luas bagi konsumen yang ingin mencoba alternatif roti rendah kalori tanpa harus datang langsung ke toko fisik.

3. Kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat

ilustrasi roti (pexels.com/Diana ✨)
ilustrasi roti (pexels.com/Diana ✨)

FYI guys, Firstwish Bakery merupakan bakery berbasis di Jakarta yang berfokus pada penyediaan roti premium dengan kandungan gula dan kalori yang lebih rendah. Dengan memanfaatkan bahan impor berkualitas seperti tepung gandum Jepang dan pemanis alami stevia, perusahaan ini mengembangkan berbagai produk seperti artisan bread, whole wheat shokupan, dan roti sobek. 

"Ke depan, inovasi pada kategori makanan rendah kalori diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat. Produk seperti roti rendah kalori menjadi salah satu alternatif yang menjembatani kebutuhan antara preferensi rasa dan pengelolaan asupan nutrisi harian," kata Stella Lorenza.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us