ilustrasi kurma (unsplash.com/Glenov Brankovic)
Selain berkaitan dengan jumlah ganjil, kurma juga memiliki posisi penting dalam tradisi sahur dan berbuka puasa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa sebaik-baik makanan sahur bagi seorang mukmin adalah kurma. Hadits tersebut menunjukkan bahwa kurma tidak hanya dianjurkan ketika berbuka, tetapi juga sangat baik dikonsumsi saat sahur karena memberikan energi yang cukup bagi tubuh selama menjalankan puasa sepanjang hari. Kandungan gula alami dalam kurma dapat diserap dengan cepat oleh tubuh sehingga membantu memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Keutamaan kurma juga disebutkan dalam Al-Qur'an, salah satunya pada kisah Maryam ketika Allah SWT memerintahkan untuk menggoyangkan pohon kurma agar buahnya jatuh dan dapat dimakan. Ayat tersebut sering dijadikan bukti bahwa kurma merupakan buah yang memiliki nilai keberkahan dan manfaat bagi manusia sejak zaman dahulu. Karena itulah banyak ulama menjelaskan bahwa kebiasaan makan kurma ketika sahur maupun berbuka merupakan bagian dari sunnah yang memiliki nilai ibadah sekaligus manfaat kesehatan. Mengikuti kebiasaan ini tidak hanya memperkuat tradisi keislaman, tetapi juga membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang baik selama menjalankan ibadah puasa.
Pada akhirnya, kebiasaan tersebut menjadi salah satu amalan sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja selama bulan Ramadan. Memahami alasan kenapa makan kurma dianjurkan ganjil juga membantu memperkuat makna sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW sejak berabad-abad lalu. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan baru bagi kamu, ya!