Seorang pria bisa saja punya kemampuan finansial untuk makan di restoran fine dining, tapi tetap memilih nasi goreng pinggir jalan atau seporsi mi instan di rumah. Pilihan ini sering dianggap aneh oleh sebagian orang, padahal ada alasan psikologis dan emosional yang cukup dalam di baliknya.
Preferensi terhadap makanan sederhana bukan soal gak mampu atau gak tahu selera mahal, justru pilihan ini sering mencerminkan nilai, kebiasaan, dan cara pria memaknai kenyamanan. Ada unsur nostalgia, kepraktisan, sampai soal identitas diri yang ikut bermain. Yuk, pahami alasan-alasan menarik di balik pilihan sederhana ini!
