Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Larangan Saat Malam Lailatul Qadar yang Sebaiknya Dihindari, Catat!

7 Larangan Saat Malam Lailatul Qadar yang Sebaiknya Dihindari, Catat!
ilustrasi menunaikan ibadah di masjid saat malam Lailatul Qadar (pexels.com/Ahmet Polat)
Intinya Sih
  • Malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam penuh kemuliaan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, sehingga umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
  • Artikel menyoroti tujuh larangan yang sebaiknya dihindari, seperti berdebat, menggosip, meninggalkan salat malam, hingga melakukan kegiatan tidak bermanfaat agar ibadah tetap maksimal.
  • Menjaga ucapan, pikiran positif, serta menjauhi perbuatan dosa menjadi kunci agar umat Muslim dapat meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT pada malam Lailatul Qadar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa malam ini memiliki keutamaan yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Karena itulah, memahami larangan saat malam Lailatul Qadar menjadi hal yang penting agar seseorang dapat menjaga perilaku dan memanfaatkan malam yang penuh kemuliaan ini dengan sebaik-baiknya.

Selain meningkatkan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa, umat Islam juga perlu berhati-hati dalam menjaga ucapan serta perbuatan. Di tengah upaya meraih keberkahan malam tersebut, mengetahui berbagai larangan tersebut, dapat membantu seseorang menjauhkan diri dari tindakan yang sia-sia atau dapat mengurangi pahala ibadah. Apa saja larangan yang sebaiknya dihindari agar ibadah kita maksimal? Yuk, langsung saja simak selengkapnya di bawah ini.

Table of Content

1. Melakukan hubungan suami istri pada malam Lailatul Qadar

1. Melakukan hubungan suami istri pada malam Lailatul Qadar

ilustrasi suami memeluk istri saat tidur (pexels.com/Amina Filkins)
ilustrasi suami memeluk istri saat tidur (pexels.com/Amina Filkins)

Di tengah semangat untuk memperbanyak amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berzikir, muncul pertanyaan mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk tentang hubungan suami istri.

Secara hukum Islam, tidak ada larangan khusus untuk berhubungan badan pada malam Lailatul Qadar. Namun, alangkah baiknya saat malam Lailatul Qadar dianjurkan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan memahami aturan dan keutamaannya, umat Muslim dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan penuh kesadaran.

2. Menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat

ilustrasi bermain game (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi bermain game (pexels.com/Gustavo Fring)

Menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat sangat tidak dianjurkan pada malam Lailatul Qadar. Hal ini karena malam tersebut merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jika waktu diisi dengan kegiatan yang tidak bermanfaat seperti terlalu lama bermain game, menonton hal yang tidak penting, dan sekadar begadang tanpa ibadah, maka seseorang bisa kehilangan kesempatan meraih pahala besar dari malam yang istimewa itu. Pada malam ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa agar mendapatkan pahala dan keberkahan yang besar.

3. Meninggalkan salat malam pada malam Lailatul Qadar

ilustrasi salat malam (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi salat malam (pexels.com/Thirdman)

Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan bagi umat Islam. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa malam ini memiliki nilai ibadah yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Karena keistimewaan tersebut, banyak umat Muslim berusaha memanfaatkan malam-malam terakhir di bulan Ramadan dengan melakukan salat malam.

Meskipun begitu, jika meninggalkan salat malam pada malam Lailatul Qadar sangat tidak dianjurkan. Karena salat malam atau qiyamul lail merupakan ibadah sunnah yang apabila dilakukan maka akan mendapatkan kesempatan mendapatkan pahala berlipat ganda. Oleh sebab itu, dianjurkan umat Muslim berusaha menghidupkan malam tersebut dengan ibadah agar dapat meraih keberkahan dan keutamaan yang dijanjikan.

4. Memiliki pikiran berprasangka buruk kepada Allah SWT

ilustrasi pria sedang merenung (pexels.com/Andrew Neel)
ilustrasi pria sedang merenung (pexels.com/Andrew Neel)

Berprasangka buruk kepada Allah SWT tentu sangat tidak dianjurkan, baik pada malam Lailatul Qadar maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut dapat membuat seseorang kehilangan rasa optimis terhadap rahmat dan ampunan Allah. Sebaliknya, umat Muslim dianjurkan untuk selalu berbaik sangka kepada Allah SWT, terutama saat berdoa dan memohon ampun di malam-malam terakhir Ramadan.

Dengan menjaga keyakinan bahwa Allah SWT adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, seseorang dapat menjalani ibadah dengan hati yang lebih tenang serta penuh harapan akan keberkahan dari malam Lailatul Qadar. Pada malam yang penuh berkah ini, sikap hati dan pikiran juga sangat penting dijaga agar tetap positif dan penuh harapan kepada rahmat Allah SWT.

5. Berdebat dan bertengkar antar sesama

ilustrasi sedang berdebat (pexels.com/Afif Ramdhasuma)
ilustrasi sedang berdebat (pexels.com/Afif Ramdhasuma)

Pada malam yang penuh keberkahan ini, sikap dan perilaku juga perlu dijaga dengan baik. Berdebat maupun bertengkar sangat tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan suasana yang tidak baik serta mengurangi kekhusyukan dalam beribadah. Salah satu alasan mengapa berdebat dan bertengkar sebaiknya dihindari adalah karena hal tersebut dapat memicu emosi, amarah, dan permusuhan antar sesama.

Kondisi seperti ini bisa menghilangkan ketenangan hati yang sangat dibutuhkan saat beribadah. Karena itu, menjaga sikap sabar, menahan emosi, dan memperbanyak kebaikan menjadi sikap yang lebih dianjurkan agar malam Lailatul Qadar dapat dijalani dengan penuh kekhusyukan. Oleh sebab itu, lebih baik mengisi malam Lailatul Qadar dengan kegiatan yang membawa ketenangan hati, seperti beribadah, memperbanyak doa, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

6. Memfitnah dan menggosip

ilustrasi bergosip (pexels.com/Keira Burton)
ilustrasi bergosip (pexels.com/Keira Burton)

Menggosip dan memfitnah sangat tidak dianjurkan saat malam Lailatul Qadar karena malam tersebut merupakan waktu yang penuh kemuliaan bagi umat Islam. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Karena keutamaannya yang begitu besar, umat Muslim dianjurkan untuk mengisi malam tersebut dengan ibadah, doa, serta berbagai perbuatan baik yang dapat mendatangkan pahala.

Berdebat dan menggosip merupakan salah satu perbuatan dan sikap yang dapat merusak hubungan antar sesama serta menimbulkan dosa. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan kekhusyukan dalam beribadah dan membuat seseorang lalai dari tujuan utama malam Lailatul Qadar, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

7. Perilaku mabuk-mabukan sangat tidak dianjurkan

ilustrasi orang menuangkan minuman (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi orang menuangkan minuman (pexels.com/cottonbro studio)

Perilaku mabuk-mabukan sangat tidak dianjurkan, bahkan dilarang dalam Islam, terlebih ketika dilakukan pada malam yang penuh kemuliaan seperti Lailatul Qadar. Minuman yang memabukkan dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran sehingga sulit menjalankan ibadah dengan baik.

Selain itu, tindakan tersebut juga bertentangan dengan nilai Ramadan yang mengajarkan umat Muslim untuk menjaga diri, menahan hawa nafsu, dan meningkatkan ketakwaan. Oleh karena itu, malam yang penuh keberkahan ini sebaiknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat agar pahala dan kebaikan yang dijanjikan dapat diraih.

Dengan memahami dan menghindari larangan saat malam Lailatul Qadar di atas, merupakan salah satu cara untuk menghormati kemuliaan malam tersebut. Dengan menjaga sikap, ucapan, serta memperbanyak amal ibadah, umat Muslim diharapkan dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT pada malam yang sangat istimewa ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us