Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Age Verification

This content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

ilustrasi mitos seks pria
ilustrasi mitos seks pria (pexels.com/Kampus Production)

Intinya sih...

  • Ukuran penis bukan penentu kenikmatan seksual, wanita nyaman dengan komunikasi dan keintiman.

  • Pria berbulu wajah lebat tidak menjamin kemampuan seksual, dibutuhkan pengalaman dan kebugaran fisik.

  • Durasi hubungan seksual normalnya 2-7 menit, bisa disesuaikan dengan kesepakatan pasangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Seks menjadi salah satu kebutuhan biologis pria dan wanita. Karena merupakan hal yang cenderung pribadi dan tertutup, terkadang muncul mitos-mitos tentang seks yang kebenarannya dipertanyakan. Namun, karena mitos-mitos ini sering terdengar, membuatnya masih dipercaya oleh sebagian pria.

Agar kamu gak terjebak dengan mitos, kali ini IDN Times bakal bahas mitos seks apa saja yang masih banyak dipercaya pria. Sehingga kamu mendapat wawasan yang makin baik tentang dunia seksualitas. Jadi, simak apa saja mitosnya di bawah ini ya, bro!

1. Ukuran penis menjadi penentu kenikmatan seksual, padahal wanita nyaman dengan komunikasi dan keintiman

ilustrasi mitos seks pria (pexels.com/Anna Tarazevich)

Ukuran penis sering dianggap menjadi salah satu indikator kenikmatan dalam seks. Tak heran sebagian pria terobsesi untuk menambah ukuran penisnya. Padahal, ukuran penis gak selalu menjamin kepuasan dalam hubungan seks lho, bro.

Memang, ada kelainan seperti mikropenis yang membuat ukurannya lebih kecil dari rata-rata. Namun, jika kamu memiliki ukuran penis rata-rata orang Indonesia, maka tak perlu khawatir. Karena wanita menikmati seks bukan sekadar dari ukuran, tetapi tentang bagaimana pria berkomunikasi, keintiman, perhatian, dan teknik berhubungan seks yang membuat wanita nyaman.

2. Pria berbulu wajah lebat artinya jago dalam berhubungan seks, padahal dibutuhkan pengalaman dan kebugaran fisik

ilustrasi mitos seks pria (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Pria dengan berewok tebal maupun bulu di tubuh yang lebat, sering dianggap jago dalam urusan ranjang. Padahal gak selamanya benar lho, bro. Memang, pertumbuhan rambut dan bulu pada pria dikaitkan dengan hormon testosteron yang juga berhubungan dengan gairah seksual.

Namun, jago atau tidaknya dalam urusan ranjang bukan perkara bulu yang lebat. Karena kemampuan seksual juga ditentukan dari kesehatan fisik dan mental, pengalaman, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri. Sehingga meski kamu gak memiliki bulu wajah yang lebat, kamu masih punya peluang untuk bisa jago dalam urusan ranjang kok, bro.

3. Durasi hubungan seksual normalnya berlangsung lama, padahal cukup 2-7 menit sudah normal

ilustrasi mitos seks pria (pexels.com/Kampus Production)

Sebagian pria menganggap bahwa hubungan seksual yang berkualitas dan berhasil itu durasinya lama. Padahal gak begitu lho, bro, karena itu hanya mitos. Durasi umum pria dalam berhubungan seksual paling tidak 2-7 menit penetrasi sudah terhitung normal kok, bro. Untuk durasi, juga bisa tergantung pada kesepakatan dengan pasangan.

Karena sebagian pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual dalam waktu singkat untuk menghemat waktu di sela aktivitas yang padat. Sehingga gak perlu sampai puluhan menit bahkan hingga berjam-jam. Jika ingin menghabiskan waktu lebih lama, manfaatkan untuk foreplay atau aktivitas meningkatkan gairah sebelum melakukan hubungan seksual, yang sekaligus membuat pasangan lebih siap dalam berhubungan.

4. Masturbasi bisa membuat lutut keropos, padahal keluarnya sperma tidak berhubungan dengan tulang keropos

ilustrasi mitos seks pria (pexels.com/Deon Black)

Ada mitos yang mengatakan bahwa masturbasi bisa membuat lutut keropos. Ini karena sperma yang keluar dianggap mengandung kalsium dan sumber energi utama tubuh, sehingga bisa memengaruhi kepadatan tulang. Padahal bukan begitu lho, bro. Karena antara keluarnya sperma dengan keroposnya tulang adalah dua hal yang mekanismenya berbeda.

Memang sih, setelah masturbasi biasanya pria akan merasakan lutut yang lemas dan kelelahan fisik. Namun, itu bukan berarti tulang kamu keropos kok, bro. Hal yang perlu dikhawatirkan saat masturbasi adalah kecanduannya, apalagi jika berkaitan dengan pornografi. Sehingga, sebaiknya jangan sampai masturbasi menjadi hal yang membuatmu kecanduan ya, bro.

Setelah kamu tahu mitos-mitos tentang seks di atas, kini kamu bisa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas seksual. Karena gak terjebak lagi ke dalam mitos yang ternyata tidak terbukti kebenarannya. Kalau kamu sempat terjebak mitos seks yang mana nih, bro?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team