Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Seks Bisa Menyembuhkan Sakit Kepala?

Seorang pria mengalami sakit kepala.
ilustrasi pria mengalami sakit kepala (pexels.com/acan-tami-3697622)
Intinya sih...
  • Seks dapat meredakan sakit kepala karena memicu lonjakan endorfin, mengalihkan perhatian dari rasa sakit, dan relaksasi tubuh.
  • Studi menunjukkan seks efektif untuk migrain, tetapi tidak semua jenis sakit kepala. Seks juga bisa memicu sakit kepala pada beberapa orang.
  • Jika seks menyebabkan sakit kepala bersamaan dengan gejala lain, segera temui dokter.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sakit kepala sering datang tiba-tiba dan di saat yang paling tidak tepat. Sakit kepala dapat mengganggu fokus, menurunkan mood, dan membuat aktivitas terasa berat. Tak heran kalau banyak orang mencari cara cepat untuk meredakannya, mulai dari rebahan hingga minum obat.

Namun, ada satu hal yang diyakini bisa menyembuhkan sakit kepala dengan cepat, yaitu seks. Klaim ini terdengar unik, bahkan terdengar seperti alasan untuk bermesraan. Namun, apakah benar secara ilmiah aktivitas intim bisa membantu meredakan nyeri di kepala, atau justru sebaliknya? Di sini kita akan mengupas faktanya.

1. Bagaimana cara kerjanya?

Para peneliti masih belum yakin sepenuhnya bagaimana seks dapat meredakan sakit kepala, tetapi diduga ini karena seks memicu lonjakan endorfin. Endorfin adalah pereda nyeri alami otak dan bertindak seperti opioid.

Menurut Association of Migraine Disorders, endorfin memberikan pereda nyeri yang cepat, bahkan lebih cepat daripada morfin intravena. Lonjakan endorfin saat kamu terangsang dapat meredakan nyeri serangan migrain dan jenis sakit kepala lainnya.

Mungkin ada proses fisiologis lain yang terlibat dalam hal seks dan sakit kepala cluster. Beberapa ahli percaya bahwa orgasme memiliki efek yang sama dengan stimulasi otak dalam pada area otak yang terlibat dalam sakit kepala cluster.

Selain itu, seks dapat membantu meredakan sakit kepala dengan cara:

  • Mengalihkan perhatian dari rasa sakit.
  • Relaksasi tubuh dan pikiran secara keseluruhan yang terjadi setelah berhubungan seks atau orgasme.
  • Perubahan tekanan darah dan sirkulasi darah yang terjadi selama dan setelah berhubungan seks.

2. Apakah ini efektif untuk semua jenis sakit kepala?

Sakit kepala terdiri atas berbagai jenis: migrain, sakit kepala tegang, sakit kepala cluster, sakit kepala menstruasi, sakit kepala yang disebabkan oleh pengobatan, dan lainnya. Namun, penelitian tentang sakit kepala dan efek seks masih terbatas, tanpa banyak informasi tentang bagaimana seks memengaruhi berbagai jenis sakit kepala. Studi tahun 2013, misalnya, hanya meneliti dua jenis sakit kepala: migrain dan sakit kepala cluster. Berikut temuannya:

  • Migrain: Seks mengatasi sakit kepala pada 60 persen orang dengan migrain, tetapi 33 persen justru mengatakan bahwa seks memperburuk sakit kepala mereka.
  • Sakit kepala cluster: 37 persen orang dengan sakit kepala cluster merasakan perbaikan setelah berhubungan seks, tetapi 50 persen mengatakan sakit kepala mereka memburuk setelah berhubungan seks.

3. Bisakah seks memicu sakit kepala?

Seorang pria mengalami sakit kepala.
ilustrasi seorang pria mengalami sakit kepala (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Aktivitas seksual juga dapat memicu sakit kepala. Sakit kepala yang berhubungan dengan aktivitas seksual atau headache associated with sexual activity (HAWSA) adalah kondisi jinak saat nyeri sakit kepala meningkat seiring dengan gairah seksual. Ada tiga jenis HAWSA:

  • Sakit kepala tekanan, yang meningkat seiring dengan gairah seksual.
  • Sakit kepala vaskular dengan nyeri tiba-tiba dan berdenyut yang terjadi pada saat orgasme.
  • Sakit kepala holo-sefalis, yang berkembang setelah aktivitas seksual.

4. Perlukah menemui dokter jika seks menyebabkan sakit kepala?

Sakit kepala yang terjadi selama atau setelah seks bukanlah kondisi serius dan seharusnya tidak disertai gejala lain. Namun, jika seseorang mengalami sakit kepala terkait seks bersamaan dengan gejala mengkhawatirkan lainnya, penting untuk segera menghubungi dokter karena mungkin ada masalah mendasar yang perlu ditangani.

Beberapa kondisi medis serius yang dapat menyebabkan sakit kepala setelah aktivitas seksual, meliputi:

  • Aneurisme, yang dapat terjadi setelah aktivitas seksual dalam 3,8-14,5 persen kasus.
  • Perdarahan.
  • Diseksi aorta.
  • Sindrom vasokonstriksi serebral reversibel.

5. Cara lain untuk meredakan sakit kepala

Ada banyak cara untuk mengobati sakit kepala. Ini termasuk:

  • Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen atau parasetamol.
  • Obat resep, yang mungkin termasuk antidepresan, triptan, dan lainnya, tergantung pada jenis sakit kepala yang dialami.
  • Meditasi.
  • Latihan relaksasi.
  • Terapi perilaku kognitif.
  • Terapi fisik.
  • Pijat.
  • Olahraga.
  • Tidur tujuh hingga sembilan jam.
  • Tetap terhidrasi.

Seks dapat membantu mengurangi atau menghilangkan gejala sakit kepala bagi sebagian orang. Seks dan orgasme bermanfaat untuk migrain dan sakit kepala cluster, khususnya. Namun, seks justru memperburuk sakit kepala bagi beberapa orang. Jika sakit kepala mengganggu aktivitas dan tidak sembuh dengan pengobatan rumahan, penting untuk segera menghubungi dokter.

Referensi

Association of Migraine Disorders. Diakses pada Januari 2026. "Everything You Wanted to Know About Sex and Migraine (But Were Afraid to Ask!)"

Hambach A, Evers S, Summ O, Husstedt IW, Frese A. The impact of sexual activity on idiopathic headaches: An observational study. Cephalalgia. 2013;33(6):384-389. doi:10.1177/0333102413476374.

Health. Diakses pada Januari 2026. "Does Sex Help With Headaches?"

Healthline. Diakses pada Januari 2026. "Does Sex Really Help Relieve Migraine?"

Medical News Today. Diakses pada Januari 2026. "What is The Relationship between Sex and Headaches?"

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Efek Samping dan Bahaya Penyalahgunaan Ketamin

23 Jan 2026, 23:04 WIBHealth