Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Riset Populix: Olahraga Kini Jadi Gaya Hidup dan Ajang Sosial
ilustrasi olahraga ringan (unsplash.com/Gabin Vallet)
  • Riset Populix menunjukkan olahraga kini jadi bagian gaya hidup pekerja muda, bukan sekadar menjaga kebugaran tapi juga sarana me time, relasi sosial, dan keseimbangan hidup.
  • Sebagian besar responden rela mengeluarkan rata-rata Rp391 ribu per bulan untuk langganan fasilitas olahraga serta produk kesehatan, menandakan gaya hidup sehat jadi pengeluaran rutin.
  • Tren baru seperti padel dan gym digital makin populer karena fleksibel dan mendukung interaksi sosial, mencerminkan perubahan preferensi masyarakat terhadap aktivitas fisik yang praktis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di tengah padatnya ritme kerja dan aktivitas harian yang makin sibuk, olahraga kini tak lagi sekadar aktivitas menjaga kebugaran tubuh. Bagi banyak pekerja muda Indonesia, olahraga perlahan berubah menjadi bagian dari gaya hidup, ruang mencari keseimbangan hidup, hingga cara baru membangun koneksi sosial.

Fenomena ini terlihat dalam riset terbaru Populix bertajuk Time-Out Briefing yang melibatkan 840 responden profesional dan pekerja produktif usia 26–36 tahun. Dalam paparan yang dilakukan pada Selasa (26/5/2026) di Common Grounds Menteng Terra, hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar pentingnya hidup sehat, meski tantangan untuk konsisten masih menjadi persoalan utama.

1. Olahraga bukan lagi kewajiban, tapi jadi “me time” favorit

Report Populix bertajuk Time-Out Briefing (dok. Populix)

Kesadaran hidup sehat ternyata makin meningkat di kalangan pekerja Indonesia. Hampir seluruh responden menganggap kesehatan jasmani sebagai hal yang penting, walaupun sebagian besar masih sering tidur larut malam akibat pekerjaan. Menariknya, olahraga kini mulai dipandang sebagai cara untuk mengatur ulang keseimbangan hidup setelah rutinitas yang melelahkan.

Bukan hanya demi tubuh yang lebih bugar, banyak orang kini berolahraga untuk kebutuhan emosional dan sosial. Sebanyak 60 persen responden mengaku olahraga menjadi momen me time, sementara 53 persen lainnya menjadikannya sebagai quality time bersama pasangan atau keluarga. Bahkan, 40 persen responden melihat olahraga sebagai kesempatan membangun relasi dan jejaring profesional.

Perubahan ini menunjukkan, bahwa olahraga sudah berkembang menjadi aktivitas yang lebih personal sekaligus sosial. Orang-orang tidak lagi hanya mengejar keringat atau kalori yang terbakar, tetapi juga mencari rasa nyaman, koneksi, dan pengalaman baru.

2. Gaya hidup sehat kini jadi pengeluaran rutin

Report Populix bertajuk Time-Out Briefing (dok. Populix)

Riset Populix juga menemukan bahwa olahraga telah berubah menjadi gaya hidup berbayar. Sebanyak 64 persen responden mengaku berlangganan fasilitas atau aplikasi olahraga, dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp391 ribu per bulan. Bahkan, 27 persen responden menghabiskan lebih dari Rp500 ribu setiap bulan untuk kebutuhan olahraga mereka.

Pengeluaran ini bukan hanya untuk biaya gym atau kelas olahraga. Banyak responden juga membeli produk penunjang, seperti pakaian olahraga, sepatu, aksesori, hingga gadget kebugaran seperti smartwatch dan fitness tracker. Dalam setahun terakhir, pakaian olahraga menjadi produk paling banyak dibeli dengan persentase mencapai 72 persen.

Selain itu, konsumsi produk kesehatan juga ikut meningkat. Vitamin, probiotik, minuman elektrolit, hingga suplemen olahraga menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat urban. Mayoritas responden mengonsumsi produk kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan energi, serta membantu pemulihan setelah berolahraga.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa hidup sehat kini tak lagi dianggap sekadar tren sementara. Banyak orang mulai rela mengalokasikan budget khusus demi menunjang gaya hidup yang lebih aktif dan seimbang.

3. Padel hingga gym digital jadi tren olahraga baru

Report Populix bertajuk Time-Out Briefing (dok. Populix)

Meski jogging dan jalan santai masih menjadi olahraga favorit, Populix menemukan adanya perubahan tren aktivitas olahraga di kalangan masyarakat. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah meningkatnya minat terhadap padel, olahraga raket yang kini mulai populer di kota-kota besar.

Padel bahkan disebut memiliki tingkat partisipasi lebih tinggi dibanding ajang lari atau road biking yang sebelumnya sempat menjadi tren kebugaran populer. Hal ini menunjukkan, bahwa masyarakat kini cenderung memilih olahraga yang lebih fleksibel, menyenangkan, dan mendukung aktivitas sosial.

Selain padel, olahraga berbasis digital juga mulai diminati. Sebanyak 21 persen responden mengaku rutin mengikuti latihan fisik melalui video YouTube atau Instagram. Sementara itu, olahraga berbasis aplikasi berbayar dan program terstruktur juga mulai mendapat perhatian.

Tren ini menunjukkan, bahwa masyarakat semakin mencari olahraga yang praktis dan mudah menyesuaikan dengan rutinitas harian mereka. Faktor kenyamanan, fleksibilitas waktu, hingga pengalaman sosial menjadi pertimbangan penting dalam memilih aktivitas olahraga.

4. Banyak orang semangat ikut event olahraga, tapi masih sulit konsisten

Report Populix bertajuk Time-Out Briefing (dok. Populix)

Acara olahraga seperti fun run, marathon, hingga event komunitas ternyata semakin diminati generasi muda. Sebanyak 86 persen responden mengaku tertarik untuk berpartisipasi dalam acara olahraga. Namun sayangnya, antusiasme tinggi ini belum sepenuhnya diikuti dengan tingkat partisipasi nyata.

Sekitar 35 persen responden mengaku belum pernah mengikuti event olahraga dalam setahun terakhir. Kendala utamanya pun cukup relatable, mulai dari jadwal acara yang tidak cocok, lokasi terlalu jauh, hingga tidak punya waktu latihan persiapan.

Meski begitu, motivasi masyarakat untuk ikut event olahraga ternyata cukup menarik. Banyak responden ingin merasakan keseruan acara, menjaga konsistensi olahraga, hingga menantang diri sendiri mencapai target pribadi. Ada juga yang tertarik karena faktor sosial, seperti bergabung bersama teman, komunitas, atau memperluas jaringan.

Dalam laporan risetnya, Populix menyebut bahwa olahraga kini telah melampaui fungsi kesehatan fisik semata. “Olahraga telah melampaui kesehatan fisik menjadi pereda stres, koneksi sosial, dan ekspresi gaya hidup,” tulis Populix dalam kesimpulan riset tersebut.

5. Olahraga kini jadi bagian dari identitas gaya hidup modern

Report Populix bertajuk Time-Out Briefing (dok. Populix)

Temuan Populix memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia sedang membangun kebiasaan baru dalam menjalani hidup sehat. Meski tantangan konsistensi masih ada, kesadaran untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup terus meningkat dari waktu ke waktu.

Ke depannya, olahraga tampaknya akan semakin dekat dengan gaya hidup modern masyarakat urban. Bukan hanya soal tubuh sehat, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menemukan ruang untuk recharge, bersosialisasi, dan menikmati hidup di tengah rutinitas yang padat.

Kalau kamu sendiri, olahraga sekarang lebih sering jadi ajang cari sehat, cari teman, atau justru jadi me time favorit?

Editorial Team

Related Article