Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Software Automation, Skill yang Relevan untuk Masa Depan Kerja

Software Automation, Skill yang Relevan untuk Masa Depan Kerja
ilustrasi bekerja (freepik.com/pressfoto)
Intinya Sih
  • Software automation membantu mengurangi pekerjaan repetitif, meningkatkan efisiensi, dan menekan human error melalui teknologi seperti Robotic Process Automation (RPA).
  • Penerapan otomasi dapat dimulai dari tugas sederhana seperti rekap data, validasi input, hingga notifikasi otomatis untuk mempercepat proses kerja digital.
  • Indosat Ooredoo Hutchison dan UiPath meluncurkan program enablement nasional bagi 100.000 peserta guna memperluas akses pembelajaran keterampilan otomasi secara gratis dan praktis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah merasa waktu habis hanya untuk rekap data dan input manual setiap hari? Di banyak tim, aktivitas ini sudah jadi rutinitas, terutama saat volume pekerjaan meningkat. Di sinilah software automation jadi relevan, membantu mengubah rutinitas ini menjadi proses yang lebih terstruktur. Kemampuan software automation membantu individu untuk memahami alur kerja end-to-end, mengidentifikasi peluang efisiensi, dan mendesain proses kerja yang lebih efektif.

Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, kemampuan memahami proses end-to-end mulai menjadi pembeda untuk meningkatkan nilai profesional di mata industri. Melalui program enablement dari Indosat Ooredoo Hutchison dan UiPath, pembelajaran software automation kini lebih mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Transformasi yang nyata selalu dimulai dari satu langkah. Hari ini, kita tidak hanya melihat seberapa jauh perjalanan telah ditempuh, tetapi juga bagaimana setiap langkah tersebut membentuk fondasi yang lebih kuat bagi masa depan digital," ujar Ahmad Zulfikar, Director & Chief Strategy & Execution Officer, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dalam keterangan resminya.

Table of Content

1. Mengapa software automation penting untuk produktivitas?

1. Mengapa software automation penting untuk produktivitas?

ilustrasi bekerja dengan tim (pexels.com/fauxels)
ilustrasi bekerja dengan tim (pexels.com/fauxels)

Di banyak organisasi, pekerjaan harian masih dipenuhi aktivitas repetitif seperti memindahkan data antar aplikasi, rekap laporan, validasi dokumen, hingga mengirim notifikasi rutin. Pekerjaan ini tidak hanya menyita waktu, tetapi juga rentan terhadap human error.

Apa itu software automation? Secara sederhana, software automation adalah penggunaan teknologi untuk mengotomatisasi tugas digital yang berulang dan berbasis aturan, seperti rekap data, input form, atau validasi sederhana.

Salah satu metode terpopuler adalah Robotic Process Automation (RPA), di mana robot software meniru langkah manusia di komputer, seperti membuka aplikasi atau mengisi form, sehingga proses menjadi lebih cepat, konsisten, dan mudah diaudit.

Banyak proses bisnis modern berjalan di sistem digital. Saat prosesnya masih manual, dampaknya terasa luas. Pekerjaan menumpuk, laporan terlambat, layanan melambat, dan kualitas data menurun. Dengan software automation, organisasi bisa mendapatkan manfaat berikut:

● Proses lebih cepat dan terukur

● Kesalahan manual berkurang karena alur kerja lebih konsisten

● Kualitas layanan meningkat karena SLA lebih mudah dijaga

● Proses lebih mudah diaudit karena langkahnya terdokumentasi

● Tim terbiasa berpikir berbasis proses dan data

2. Contoh penerapan software automation

ilustrasi bekerja dengan tim (pexels.com/fauxels)
ilustrasi bekerja dengan tim (pexels.com/fauxels)

Software automation tidak harus langsung kompleks. Banyak implementasi dimulai dari proses sederhana yang terjadi setiap hari.

● Rekap data dari email, spreadsheet, atau portal menjadi laporan rutin

● Validasi data dan input ke sistem operasional

● Notifikasi otomatis untuk status proses, pengingat, atau tindak lanjut

● Sinkronisasi data antar aplikasi yang sebelumnya dilakukan manual

● Pembuatan laporan berkala dengan format yang konsisten

Secara umum, otomasi paling efektif untuk proses yang berulang, berbasis aturan, dan memiliki alur kerja yang jelas.

3. Program enablement 100.000 peserta

WhatsApp Image 2026-04-11 at 19.46.58.jpeg
Program enablement 100.000 software automation (Dok.UiPath)

Untuk memperluas akses pembelajaran di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH)  bersama UiPath menghadirkan program enablement nasional dengan target 100.000 peserta. Program ini membantu peserta memahami fondasi otomasi, memilih proses yang tepat, hingga praktik menyusun workflow.

Transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan adopsi teknologi, tetapi juga tentang membuka akses yang lebih luas agar lebih banyak individu dapat mulai membangun keterampilan yang relevan. Sejalan dengan itu, upaya memperluas akses pembelajaran menjadi semakin penting agar lebih banyak individu memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan di era digital. 

“Akses terhadap keterampilan digital seharusnya tidak menjadi hambatan. UiPath berfokus pada mendemokratisasi pengetahuan otomasi agar lebih banyak orang dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari ekonomi digital. Bersama Indosat Ooredoo Hutchison, kami membuat peluang ini semakin mudah diakses daripada sebelumnya," kata Amit Khandelwal Regional Vice President & Managing Director Southeast Asia UiPath.

Siapa yang bisa bergabung? Program ini terbuka untuk mahasiswa, fresh graduate, career switcher, dan profesional yang ingin meningkatkan produktivitas kerja. Pelatihan ini tersedia secara gratis, berbasis praktik, dan dilengkapi dengan sertifikat partisipasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us