Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tanaman Hias yang Bisa Menyebabkan Alergi, Cek Yuk!

5 Tanaman Hias yang Bisa Menyebabkan Alergi, Cek Yuk!
ilustrasi english ivy (pexels.com/Greta Hoffman)
Intinya Sih
  • Beberapa tanaman hias seperti peace lily, ficus benjamina, english ivy, pakis, dan krisan dapat memicu alergi melalui serbuk sari, spora, getah, atau debu yang menempel pada daun.
  • Gejala alergi yang umum meliputi bersin, hidung meler, mata berair, sesak napas, hingga iritasi kulit akibat kontak langsung dengan getah atau senyawa kimia tertentu dari tanaman.
  • Pencegahan dilakukan dengan menempatkan tanaman di area berventilasi baik, rutin membersihkan daun dari debu, memangkas bunga penghasil serbuk sari, serta mencuci tangan setelah merawat tanaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Membawa tanaman hias ke dalam rumah adalah cara terbaik untuk mempercantik ruangan dan meningkatkan kualitas udara. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki riwayat alergi atau kulit sensitif, beberapa tanaman hias justru bisa menjadi pemicu reaksi yang tidak nyaman. Gejala yang sering timbul antara lain bersin, hidung meler, mata berair, hingga gatal-gatal pada kulit.

Alergen pada tanaman hias biasanya berasal dari serbuk sari, spora, getah, atau debu yang menempel pada daun berbulu. Mengenali jenis tanaman yang berpotensi menyebabkan alergi sangat penting, terutama jika menempatkannya di dalam kamar tidur atau ruangan tertutup dengan ventilasi minim. Yuk, cek apa saja tanaman hias yang bisa menyebabkan alergi melalui artikel berikut ini.

Table of Content

1. Peace lily

1. Peace lily

ilustrasi peace lily
ilustrasi peace lily (pexels.com/www.kaboompics.com)

Meskipun peace lily sangat efektif dalam membersihkan udara dari racun, tanaman ini menghasilkan serbuk sari yang dapat memicu alergi bagi sebagian orang. Serbuk sari yang halus dapat beterbangan di udara dan menyebabkan bersin atau mata gatal, terutama saat tanaman sedang berbunga.

Selain itu, getah dari tanaman peace lily dapat menyebabkan iritasi ringan hingga gatal-gatal jika mengenai kulit sensitif. Disarankan untuk memotong bunganya jika kamu memiliki riwayat alergi serbuk sari yang parah atau menempatkan tanaman ini di luar ruangan.

2. Ficus benjamina

ilustrasi ficus benjamina
ilustrasi ficus benjamina (pexels.com/The Hung)

Ficus benjamina adalah tanaman hias populer yang dikenal sering memicu alergi, terutama dalam ruangan. Tanaman ini melepaskan partikel alergenik ke udara yang dapat menyebabkan reaksi pernapasan seperti bersin, hidung tersumbat, dan sesak napas. Penderita alergi sering kali bereaksi terhadap getah lateks yang dikandungnya.

Daunnya yang rimbun juga sering menumpuk debu, sehingga menjadi alergen tambahan. Getah putih kental yang keluar saat daun atau batang dipotong juga dapat menyebabkan dermatitis kontak pada kulit. Maka dari itu, sebisa mungkin untuk menghindari getah tanaman hias bernama ficus benjamina ini.

3. English ivy

ilustrasi english ivy
ilustrasi english ivy (pexels.com/Greta Hoffman)

English ivy sering kali digunakan sebagai tanaman gantung yang estetis, tetapi tanaman ini mengandung senyawa kimia bernama falcarinol. Senyawa ini dapat menyebabkan dermatitis kontak, yaitu iritasi kulit yang menyebabkan ruam, gatal, lepuh, dan kemerahan saat tersentuh.

Jika kamu memiliki kulit sensitif, sebaiknya hindari meletakkan tanaman ini di tempat yang sering tersentuh atau gunakan sarung tangan saat memangkasnya. Selain gatal-gatal, daunnya yang lebat juga dapat menyimpan debu.

4. Pakis

ilustrasi boston fern
ilustrasi boston fern (pexels.com/Sharon Manuel joy)

Berbagai jenis tanaman pakis hias, seperti boston fern dapat memicu alergi karena cara reproduksinya. Pakis melepaskan spora ke udara, yang bagi orang dengan alergi pernapasan dapat menyebabkan gejala seperti bersin, pilek, dan batuk yang mirip dengan alergi serbuk sari.

Selain spora, daun pakis yang padat dan rimbun juga sangat mudah menjebak debu. Spora dan debu yang beterbangan di ruangan tertutup sering menjadi penyebab alergi tersembunyi yang tak disadari oleh pemilik rumah.

5. Bunga krisan

ilustrasi krisan
ilustrasi krisan (unsplash.com/Nancy Hughes)

Bunga krisan yang cantik dan berwarna-warni memang menarik dijadikan sebagai tanaman hias indoor atau outdoor. Namun, krisan termasuk dalam keluarga asteraceae yang menghasilkan serbuk sari dalam jumlah cukup tinggi. Serbuk sari ini adalah alergen kuat yang dapat memicu rinitis alergi.

Jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap ragweed, kemungkinan besar juga akan bereaksi terhadap krisan. Untuk mengurangi risiko, letakkan krisan di area luar ruangan yang jauh dari ventilasi utama rumah.

Meskipun tanaman di atas berpotensi menimbulkan alergi, kamu tetap bisa menjadikannya sebagai koleksi tanaman hias. Solusi terbaiknya menempatkan tanaman tersebut di area dengan ventilasi udara yang baik, rajin membersihkan daun dari debu, dan memangkas bunga yang memproduksi serbuk sari berlebih.

Nah, bagi penderita alergi, penting untuk memilih tanaman yang minim serbuk sari atau memiliki daun yang mudah dibersihkan. Pastikan juga untuk selalu mencuci tangan setelah merawat atau memangkas tanaman, terutama jika tanaman tersebut memiliki getah. Dengan pemilihan tanaman yang tepat dan perawatan yang benar, kamu tetap bisa menikmati keindahan tanaman hias tanpa harus terganggu oleh reaksi alergi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us