Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tips agar Tidak Jadi Cowok yang Doom Spending, Anti Boros!

4 Tips agar Tidak Jadi Cowok yang Doom Spending, Anti Boros!
ilustrasi pria mencegah doom spending (pexels.com/Emil Kalibradov)
Intinya Sih
5W1H
  • Artikel membahas perilaku doom spending pada cowok, yaitu kebiasaan belanja impulsif untuk melampiaskan stres yang bisa menghambat tabungan dan tujuan finansial jangka panjang.
  • Dijelaskan empat tips utama untuk menghindari doom spending: menunda pembelian, mengalihkan ke hal non-materi, menutup akses pemicu belanja, serta menetapkan batas bujet dan waktu berbelanja.
  • Pesan utamanya adalah pentingnya kesadaran dalam mengatur pengeluaran agar tetap bisa menikmati hidup tanpa terjebak perilaku konsumtif yang merugikan keuangan pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah gak kamu melampiaskan rasa cemas, lelah, kekecewaan, dan stres dengan berbelanja? Padahal kamu tahu bahwa uang yang kamu belanjakan bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat ketimbang kepuasan sesaat untuk melampiaskan perasaan-perasaan tersebut. Jika pernah, itu adalah perilaku doom spending yang sebenarnya kurang baik bagi cowok.

Karena kamu nanti akan tersadar bahwa doom spending menjadi penyebab tabungan sulit terkumpul, utang yang menumpuk, serta tujuan jangka panjang jadi terhambat. Kebayang kan dampak buruknya? Agar gak menjadi cowok yang gemar melakukan doom spending, kamu perlu simak tips-tips yang IDN Times bahas di bawah ini, bro!

Table of Content

1. Menunda pembelian dengan jangka waktu tertentu

1. Menunda pembelian dengan jangka waktu tertentu

ilustrasi pria mencegah doom spending
ilustrasi pria mencegah doom spending (pexels.com/Niepoddawajsie.pl Luk)

Jika kamu sering merasa sulit membedakan pembelian yang kamu lakukan termasuk doom spending atau tidak, maka terapkan aturan penundaan waktu. Coba terapkan untuk menunda membeli sesuatu ketika ada perasaan ingin membeli. Misalnya 24 jam atau bahkan 2 x 24 jam. Jangka waktu ini bisa kamu lakukan untuk melihat ulang apakah barang yang ingin kamu beli hanya pelampiasan perasaan belaka atau memang kamu butuhkan.

Marketplace biasanya memiliki waktu pembayaran 2 x 24 jam yang cocok untuk waktu kamu memahami pembelian yang kamu lakukan. Jika memang butuh, maka lanjut lakukan pembayaran. Dan jika ternyata hanya keinginan impulsif, maka abaikan barang tersebut, bro. Dengan membiarkan diri dalam jangka waktu tertentu, kamu jadi berpikiran lebih jernih karena rasa cemas atau stres sudah mulai mereda.

2. Alihkan keinginan doom spending ke hal yang non-materi

ilustrasi pria mencegah doom spending
ilustrasi pria mencegah doom spending (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Cara memuaskan diri dari rasa cemas atau khawatir gak melulu dengan membeli barang. Kamu bisa mengalihkannya ke hal-hal yang bersifat non-materi. Misalnya dengan curhat ke teman dekat, mengunjungi keluarga yang sudah lama tidak bertemu, melakukan hobi, hingga merawat barang yang sudah kamu punya agar tertarik lagi menggunakannya.

Dengan mengalihkan ke hal non-materi, kamu jadi menemukan bahwa perasaan senang gak selalu harus didapatkan dengan berbelanja. Justru kebahagiaan bisa didapatkan tanpa membuat tabunganmu habis melalui hal-hal non-materi. Dengan membiasakan melakukan hal-hal non-materi untuk memuaskan diri, kamu bisa terbebas dari doom spending ketika sedang ada masalah.

3. Tutup akses yang membuat keinginan belanjamu meningkat

ilustrasi pria mencegah doom spending
ilustrasi pria mencegah doom spending (pexels.com/Negative Space)

Terkadang keinginan belanja muncul karena ada pemicunya. Misalnya kamu melihat ulasan jam tangan di sosial media, yang membuat kamu tertarik untuk mengeceknya di marketplace. Ketika kamu sedang menguliknya, tinggal menunggu momen yang bisa membuat kamu menarik pelatuk untuk membeli barang itu meski sebenarnya gak butuh-butuh amat.

Agar gak terjebak keinginan sementara, sebaiknya tutup akses yang membuat keinginan belanjamu meningkat. Misalnya dengan menghapus aplikasi marketplace atau mempersulit akses membukanya. Atau dengan menghindari menonton konten ulasan barang untuk membuatmu tidak tertarik membelinya.

4. Tentukan batas bujet dan waktu untuk berbelanja

ilustrasi pria mencegah doom spending
ilustrasi pria mencegah doom spending (pexels.com/Leeloo The First)

Terkadang stres tidak tertolong ketika gak belanja. Kalau sudah begini, menahan diri untuk gak berbelanja justru membuat kamu makin stres dan kurang sehat. Solusinya adalah tetap belanja, tetapi jangan sampai doom spending. Caranya dengan mengatur batas bujet yang boleh kamu keluarkan untuk belanja barang yang diinginkan.

Serta, atur waktu pembeliannya secara bertahap. Misalnya kamu hobi koleksi jam tangan, saat ingin membeli yang baru, atur batas bujet maksimal untuk pembelian terbarumu. Setelah beli, tahan diri untuk gak membeli aksesori penunjang jam tangan seperti tali jam tangan baru dengan batas waktu tertentu, misalnya hingga bulan berikutnya. Sehingga, kamu tetap bisa berbelanja, tetapi tetap terkendali dan dilakukan dengan kesadaran yang lebih baik daripada doom spending.

Doom spending bisa mengacaukan keuanganmu, bro. Padahal, cowok sejati perlu untuk bisa mengatur pengeluarannya dan memilih mana hal yang lebih prioritas di hidupnya. Jadi, gunakan tips-tips di atas agar kamu gak doom spending, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us

Latest in Men

See More