Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Jadi Suami Suportif untuk Istri yang Bekerja, Idaman!
ilustrasi orang bekerja (pexels.com/Mike Jones)
  • Banyak perempuan tetap bekerja setelah menikah untuk mengejar mimpi dan kemandirian, bukan semata karena alasan ekonomi.
  • Suami suportif ditunjukkan lewat berbagi pekerjaan rumah, menghargai kerja keras istri, serta memberi dukungan emosional dan karier.
  • Memberi waktu me time dan menjadi pendengar yang peka membantu menjaga keseimbangan mental istri yang bekerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat ini banyak perempuan yang bekerja dan mempunyai karier meskipun telah menikah. Tujuannya gak melulu karena faktor ekonomi. Beberapa perempuan bekerja untuk mengejar mimpi, ambisi, dan keinginan untuk mandiri.

Menjadi suami suportif bagi istri yang bekerja bukan hanya tentang membantu secara finansial atau sesekali menawarkan bantuan. Tetapi, dukungan emosional dan kehadiran suami juga sangat berarti untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis.

Bagi para suami dari working wife, simak lima tips di bawah ini untuk menjadi suami yang suportif terhadap istri.

1. Berbagi pekerjaan rumah dengan istri

ilustrasi orang memasak (pexels.com/Vlada Karpovich)

Banyak istri yang bekerja masih harus melakukan pekerjaan rumah sendirian. Sepulang dari bekerja, mereka harus memasak, membersihkan, mengurus anak, dan pekerjaan rumah lainnya. Padahal, pekerjaan rumah tangga adalah tanggung jawab bersama antara suami dan istri.

Suami yang suportif akan paham bahwa mereka adalah satu tim dalam rumah tangga. Hindari menjadi suami patriarki yang menganggap bahwa pekerjaan rumah hanyalah tugas istri. Berbagi tugas dengan istri merupakan salah satu cara termudah untuk mengurangi bebannya, sekaligus menunjukkan rasa hormat terhadap waktu dan energi istri.

2. Dukung sepenuhnya karier dan pekerjaan istri

ilustrasi orang bekerja (pexels.com/RDNE)

Seorang istri akan sangat senang jika sang suami mendukung kariernya. Ketimbang merasa terancam, suami suportif justru akan mendukung impian dan ambisi istrinya. Dukungan yang diberikan bisa dalam berbagai bentuk.

Suami bisa menjadi tempat berkeluh kesah istri, merayakan pencapaiannya, atau menyemangatinya di saat-saat stres. Hindari membuatnya merasa bersalah karena mengejar peluang karier. Sebaliknya, tunjukkan bahwa kamu adalah suami pengertian. Hubungan pernikahan yang sehat adalah saat suami dan istri bisa saling menjadi support system satu sama lain.

3. Apresiasi kerja keras istri

ilustrasi pria dan wanita berpelukan (pexels.com/Liliana Drew)

Salah satu cara paling sederhana namun bermakna untuk mendukung istri yang bekerja adalah dengan menghargai kerja kerasnya. Istri yang bekerja biasanya merasakan berbagai tantangan dan stres dari kerjaan maupun di rumah. Sehingga, peran suami sangat besar untuk memberikan kenyamanan batin.

Para suami bisa mengapresiasi istrinya yang telah bekerja keras selama ini. Gak melulu lewat hal-hal besar, suami bisa mengapresiasi istrinya lewat tindakan sederhana. Misalnya memberikan pujian, kata-kata penyemangat, atau rasa terima kasih. Saat suami memperhatikan dan menghargai usaha tersebut, hal itu menciptakan kenyamanan dan ketenangan bagi istri.

4. Beri istri waktu untuk me time

ilustrasi perempuan duduk di sofa (pexels.com/Grafik Bock)

Istri yang bekerja dan harus mengurus rumah terkadang kesulitan untuk istirahat. Bahkan, banyak working wife yang bahkan gak punya waktu untuk dirinya sendiri karena sibuk bekerja dan di rumah. Beberapa perempuan juga merasa bersalah ketika beristirahat atau memprioritaskan dirinya karena takut dinilai malas atau tidak bertanggung jawab.

Sebagai suami, sebaiknya pahami kebutuhan istri, termasuk untuk istirahat. Berikan ia waktu untuk dirinya sendiri tanpa dibebani pekerjaan rumah dan tugas lainnya. Izinkan dia untuk bersantai, bertemu sahabatnya, menikmati hobi, atau melakukan kegiatan favoritnya. Cara ini bisa menjaga kesehatan mental seorang istri yang bekerja.

5. Jadilah suami yang peka dan selalu ada buat istri

ilustrasi pria dan wanita (pexels.com/Mikhail Nilov)

Para istri yang bekerja biasanya mengalami stres, kelelahan fisik, atau kelelahan mental karena harus menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Di sinilah peran suami sangat dibutuhkan sebagai support system. Jadilah suami yang peka, paham akan istri, dan selalu ada untuk dia.

Terkadang, istri hanya butuh tempat bercerita dan berkeluh kesah. Dengan menjadi tempat yang nyaman untuk istri, suami sudah memberi dukungan emosional yang bermakna. Gestur-gestur kecil seperti menawarkan bantuan, menanyakan perasaannya, atau menghabiskan waktu bersama dia, bisa jadi obat lelah setelah seharian bekerja.

Menjadi suami yang suportif bagi istri memang butuh pengertian dan kematangan emosional. Saling mendukung satu sama lain adalah salah satu kunci kesuksesan hubungan rumah tangga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article