5 Tips Memilih Kemeja Flannel Berkualitas, Gampang Banget!

- Perhatikan jenis dan ketebalan bahan flannel, pilih yang padat tapi tetap lembut
- Cek kerapatan jahitan dan detail finishing, jangan sampai kurang rapi atau konsisten
- Pilih motif dan warna yang timeless, seperti motif kotak klasik dengan warna netral
Kemeja flannel sering jadi andalan cowok karena nyaman dan gampang dipakai ke banyak gaya. Dari dipakai sendiri sampai jadi outer, flannel selalu terasa relevan buat aktivitas harian. Tapi sayangnya, gak semua kemeja flannel punya kualitas yang sama.
Banyak flannel terlihat bagus saat pertama dibeli, tapi cepat berubah setelah beberapa kali dipakai atau dicuci. Ini biasanya karena pemilihan bahan dan detail yang kurang diperhatikan sejak awal. Biar gak salah pilih, ada beberapa hal penting yang perlu dicek sebelum membeli kemeja flannel. Yuk, langsung simak sampai akhir, Bro!
Table of Content
1. Perhatikan jenis dan ketebalan bahan flannel

Flannel berkualitas biasanya terasa padat tapi tetap lembut saat disentuh. Bahan yang terlalu tipis memang ringan, tapi sering kali cepat melar dan berbulu. Sementara flannel yang terlalu kaku bisa bikin gak nyaman dipakai lama.
Idealnya, pilih flannel dengan ketebalan sedang yang masih terasa loose saat dipakai. Bahan seperti katun flannel dengan rajutan rapat biasanya lebih awet. Flannel jenis ini juga lebih tahan terhadap perubahan bentuk setelah dicuci berulang kali.
2. Cek kerapatan jahitan dan detail finishing

Kualitas flannel gak cuma ditentukan dari bahannya, tapi juga dari detail jahitannya. Jahitan yang rapi dan rapat menandakan kemeja dibuat dengan perhatian lebih. Sebaliknya, jahitan yang jarang atau gak konsisten bisa jadi tanda kualitas biasa saja.
Coba cek bagian bahu, kerah, dan ujung lengan. Area-area ini paling sering kena tarikan saat dipakai. Kalau dari awal sudah terlihat kurang rapi, kemungkinan flannel tersebut gak akan bertahan lama.
3. Pilih motif dan warna yang lebih timeless

Motif flannel memang beragam dan menarik. Tapi motif yang terlalu ramai atau warna terlalu terang sering terasa cepat bosan. Hal ini bikin kemeja flannel jadi jarang dipakai meski masih layak.
Untuk pemakaian jangka panjang, pilih motif kotak klasik dengan kombinasi warna netral. Warna seperti hitam, navy, hijau tua, cokelat, atau merah yang lebih mudah dipadukan. Selain awet secara fisik, flannel juga awet secara gaya warna.
4. Pastikan potongan sesuai bentuk tubuh

Flannel yang berkualitas tapi potongannya gak pas tetap bikin outfit terasa kurang maksimal. Potongan terlalu ketat bikin flannel susah dipakai layering. Sebaliknya, potongan terlalu longgar bikin tampilan terlihat berantakan.
Pilih potongan yang nyaman di bahu dan dada, dengan panjang yang proporsional. Flannel yang pas bikin siluet lebih rapi dan fleksibel dipakai sebagai kemeja atau outer. Hal ini bikin satu item punya lebih banyak fungsi.
5. Perhatikan cara perawatan yang dianjurkan

Flannel berkualitas biasanya disertai petunjuk perawatan yang jelas. Ini penting karena bahan flannel bisa berubah kalau dirawat sembarangan. Banyak flannel cepat rusak bukan karena kualitasnya buruk, tapi karena salah cara mencuci.
Pilih flannel yang perawatannya masih masuk akal untuk penggunaan harian. Kalau dari awal sudah butuh perawatan terlalu rumit, kemungkinan kamu jarang memakainya. Flannel yang awet adalah yang kualitasnya bagus sekaligus realistis dirawat.
Memilih kemeja flannel berkualitas bukan cuma soal tampilan saat pertama dipakai. Detail bahan, jahitan, dan potongan sangat berpengaruh ke umur pakainya. Dengan pertimbangan yang tepat, kemeja flannel bisa jadi item andalan cowok yang tahan lama dan tetap relevan.


















